January 25, 2022

Bersama IBC dan Indika, Foxconn Sepakat Bangun Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia

Penulis: Iwan RS
Bersama IBC dan Indika, Foxconn Sepakat Bangun Ekosistem Mobil Listrik di Indonesia  

Mobitekno – Disaksikan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dua perusahaan multinasional Taiwan, Foxconn (Hon Hai Precision Industry Co. Ltd.) dan Gogoro Inc menandatangani nota kesepahaman dengan dua perusahaan nasional, IBC (PT Industri Baterai Indonesia) dan PT Indika Energy Tbk untuk membangun ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia.

Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menyatakan niat serius Indonesia untuk mengawal kerjasama investasi yangh melibatkan BUMN dan perusahaan nasional. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua, Indonesia sangat fokus mendorong investasi berkelanjutan terutama mengedepankan green energy dan green industry

Kesepakatan untuk melakukan investasi senilai US$8 miliar (sekitar Rp114 triliun) ini mencakup kendaraan listrik (EV), termasuk sel listrik, modul, paket, serta pengembangan ekosistem EV roda empat, roda dua,dan bus listrik (e-bus).

Keempatnya juga sepakat mendukung pengembangan teknologi energy storage system (ESS), battery exchange/swap station, daur ulang baterai, serta riset dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.

Menurut Foxconn, tahap awal produksi (New Energy and Full Battery Platform Production) di Indonesia akan difokuskan pada pembuatan baterai EV solid state premium. Penandatangan lainnya juga dilakukan antara IBC, perusahaan energi Indika Energy, dan perusahaan skuter listrik Taiwan Gogoro.

Foxxcon akan memanfaatkan open platform software dan hardware-nya, yakni Mobility in Harmony (MIH) untuk implementasi EV. Platform ini juga telah melibatykan mitra teknologi global, seperti ARM, Microsoft, dan Trend Micro.

Foxconn yang menjadi salah satu mitra Apple untuk proses manufaktur iPhone telah menetapkan rencana untuk menyediakan komponen atau layanan untuk 10% dari EV di dunia pada tahun 2025 hingga 2027. Mereka juga berrencana untuk meluncurkan baterai solid-state-nya pada tahun 2024.

Kesepakatan ini semakin memperkuat komitmen pemerintah Indonesia untuk memproduksi baterai 140 GWh pada tahun 2030 dengan modal cadangan bijih nikel terbesar di dunia. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah melakukan nota kesepahaman dengan LG Energy Solution dan Hyundai untuk membangun pabrik baterai listrik di Karawang, Jawa Barat.

Tags: , , , , , ,


COMMENTS