December 5, 2020

Pantang Mundur Meski Pandemi, Indosat Ooredoo Gelar Pelatihan Coding secara Virtual bagi Penyandang Disabilitas

Penulis: Iwan RS
Pantang Mundur Meski Pandemi, Indosat Ooredoo Gelar Pelatihan Coding secara Virtual bagi Penyandang Disabilitas  

Mobitekno – Stephen Hawking, seorang fisikawan, ahli kosmologi hingga pengarang buku sains ternama pernah memotivasi para difabel seperti dirinya agar mereka lebih berkonsentrasi/berfokus pada hal-hal yang tidak dapat dilakukan dengan baik, dan jangan menyesali hal-hal yang mengganggu tersebut. Menurutnya, meskipun cacat secara fisik, para difabel tidak boleh ‘cacat’ juga secara psikis/jiwa.

Petuah Hawking ini juga bisa dimaknai agar para difabel perlu mencari talenta atau kelebihannya masing-masing tanpa harus merasa lemah dengan disabilitasnya. Salah satunya seperti meningkatkan skill-nya dalam melakukan aktivitas coding yang makin dibutuhkan di era digital dan Internet saat ini.

Sekadar informasi, coding adalah aktivitas untuk menulis sekumpulan code (kode) sesuai dengan aturan penulisan (syntax) tertentu dari bahasa pemrograman (Java, HTML & CSS, Python, PHP, Ruby, dll) yang digunakan.

Indosat Ooredoo sebagai salah satu operator telekomunikasi di Tanah Air sudah lama mendukung para difabel agar coding skill-nya juga berkembang agar siap memasuki dunia industri. Salah satunya adalah dengan program Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) yang menyediakan beasiswa bagi para difabel agar menjadi developer atau programmer muda Indonesia yang siap bersaing di dunia ekonomi digital.

Pandemi tidak menyurutkan semangat para developer penyandang disabilitas untuk mengikuti Indosat Ooredoo Digital Camp (IDCamp) Virtual Bootcamp. Indosat Ooredoo memberikan beasiswa pelatihan coding dalam alur belajar Front-End Web Developer pada peserta IDCamp penyandang disabilitas terpilih melalui virtual, mulai 30 November hingga 11 Desember 2020.

Ahmad Al-Neama, President Director & CEO Indosat Ooredoo, mengatakan, mereka akan belajar dasar pemrograman web dengan didampingi secara virtual oleh tim instruktur dari Dicoding, sebagai satu-satunya Google Authorized Training Partner di Indonesia yang turut mengembangkan modul pelatihan coding di IDCamp.

“Kegiatan ini sebagai bagian dari CSR bidang pendidikan. Fakta bahwa Indonesia membutuhkan asupan 9 juta talenta digital hingga 2030. Ini berarti kebutuhan per tahun mencapai 600 ribu. Sementara jumlah ketersediaan talenta digital Indonesia masih belum memenuhi,” ujarnya (4/12/2020).

Ia menjelaskan, pelatihan coding ini dicetuskan guna membantu pemerintah memenuhi kebutuhan talenta digital, serta mencetak para developer muda bersertifikasi global yang siap bersaing di era ekonomi digital.

Berbeda dengan tahun lalu, penyelenggaraan kampanye sosialisasi IDCamp di tahun keduanya ini sepenuhnya berlangsung secara online, mulai peluncuran program, roadshow kampanye sosialisasi ke SMK, universitas, dan komunitas developer, kini pelatihan coding untuk developer penyandang disabilitas juga dilakukan secara virtual.

“Tahun ini, ada 38 ribu talenta atau meningkat hampir 50 persen dibandingkan pelaksanaan 2019, dengan jumlah peserta dari penyandang disabilitas sebesar 2,1 persen. Peserta IDCamp dari penyandang disabilitas didominasi dari kelompok usia 19-21 tahun sebanyak 34.4 persen dengan porsi peserta perempuan sebesar 14.5 persen. Sebanyak 63.8 persen masih berprofesi sebagai pelajar dan mahasiswa, di mana hampir 15.7 persen di antaranya belum memiliki pekerjaan tetap,” jelasnya.

Ia menerangkan, IDCamp selama 2 tahun berturut-turut telah memberikan beasiswa pelatihan coding secara online kepada lebih dari 64 ribu talenta muda Indonesia, termasuk di antaranya 109 developer penyandang disabilitas berhasil lulus menyandang sertifikasi coding tingkat pemula pada tahun 2019.

“Saat ini alur belajar para peserta IDCamp terpilih telah sampai di tingkat expert dan profesional. Berikutnya para peserta terbaik akan menjalani tahap kelulusan di bulan Maret 2021 mendatang dan berkesempatan untuk mendapatkan peluang kerja melalui jaringan Indosat Ooredoo dan Dicoding,” tutupnya.

Tags: , , , ,


COMMENTS