February 11, 2021

Pacu Modernisasi di Seluruh Ekosistem Mitra di Indonesia, IBM Perkenalkan ‘Hybrid Cloud Build Team’

Penulis: Muhammad R
Pacu Modernisasi di Seluruh Ekosistem Mitra di Indonesia, IBM Perkenalkan ‘Hybrid Cloud Build Team’  

Mobitekno – Menyusul kesuksesan IBM Data Science dan AI Elite Team serta IBM AIOps Elite Team yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI), IBM baru saja meluncurkan Hybrid Cloud Build Team. Tak lain, kehadiran Hybrid Cloud Build Team adalah untuk mendukung migrasi dan modernisasi produk, layanan, dan berbagai penawaran lainnya dari ekosistem mitra, untuk seluruh lingkungan open hybrid.

Tim elite Hybrid Cloud Build Team dari IBM beranggotakan lebih dari 100 arsitek cloud, ilmuwan data (data scientists), pengembang cloud, spesialis keamanan siber, dan developer advocates yang bekerja sama dalam memberikan solusi teknologi canggih untuk mitra dan klien mereka.

Tim tersebut juga memberikan saran untuk mitra tentang bagaimana cara terbaik agar bisa mempercepat transisi produk, layanan, dan penawaran lainnya ke lingkungan open hybrid cloud, termasuk di beberapa industri yang sensitif dengan aturan sangat ketat seperti layanan keuangan dan telekomunikasi.

Ini termasuk mengkaji penggunaan perangkat lunak hybrid cloud IBM, yang dibangun di atas Red Hat OpenShift dan dirancang agar bisa dioperasikan di mana saja – baik di on premise, edge, maupun cloud – untuk memaksimalkan pemanfaatan AI dalam pengembangan dan pencapaian target bisnis mitra.

Novan Adian, Country Manager Partner Ecosystem, IBM Indonesia, menjelaskan bahwa Hybrid Cloud Build Team dari IBM membuktikan komitmennya dalam membantu ekosistem mitra dengan menghadirkan program baru, pendanaan tambahan, dan pendekatan ekosistem yang disederhanakan.

Pada saat yang sama, Hybrid Cloud Build Team juga senantiasa berupaya memasukkan pemanfaatan teknologi baru ke dalam solusi yang mereka tawarkan seperti AI, 5G, Kubernetes, blockchain, dan edge untuk mengoptimalkan operasi bisnis serta meningkatkan kinerja klien.

“Banyak mitra menyampaikan kepada kami bahwa kinerja tim ini telah terbukti bermanfaat bagi klien mereka dan telah menjadi katalisator dalam memperluas ekosistem Hybrid Cloud IBM.” kata Novan.

IBM tak sendiri perihal menjangkau pelanggan di Indonesia baik pelanggan komersial maupun enterprise. Perusahaan ini menggandeng beberapa mitra andalan termasuk PT Metrodata Electronics Tbk dengan Digital Business Platform Solutions dan Metrodata Managed Service Security Provider yang dibangun di atas teknologi IBM.

Edwin Putraoetama Octosa, Direktur PT Metrodata Electronics Tbk, menyatakan keamanan layanan bisnis digital sendiri sudah menjadi digital reputation yang penting untuk dapat dipertanggungjawabkan oleh setiap perusahaan yang ingin mengembangkan layanan digital.

“Kombinasi antara teknologi keamanan IBM yang sudah terbukti andal didukung kemampuan dalam pengimplementasian, dilengkapi dengan sarana Security Operations Center (SOC) serta Tenaga Ahli Bersertifikasi, membuat kami mampu mengembangkan solusi “Managed Service Security Provider,” khususnya untuk pelanggan Corporate dan Small Medium Business dalam menjaga keamanan bisnisnya,” jelas Edwin.

Selain itu IBM Indonesia juga bekerja sama dengan Simian sejak tahun 2009, yang merupakan sebuah perusahaan teknologi yang berfokus pada data management sabagai kunci dalam mendorong proses digitalisasi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (AI). Solusi unggulan Simian yang menggunakan teknologi IBM antara lain adalah Simian Regulatory Platform, Simian Data Quality untuk digitalisasi berbasis AI dan Medallion Suite, yang banyak memanfaatkan DB2 database untuk memudahkan pelanggannya.

“Pentingnya transformasi di bidang perbankan membuat kami untuk terus berinovasi menyediakan solusi–solusi terbaik seperti kustodian dan wealth management. Untuk itu, adanya kolaborasi dengan IBM merupakan kunci utama dalam pertumbuhan bisnis kami dalam membantu pelanggan agar dapat tumbuh dan mengadopsi transformasi digital dengan lebih baik serta tepat pakai,” ungkap Andre Setijoso, Presiden Direktur Simian.

Hybrid Cloud Build Team biasanya membutuhkan antara lima sampai dua puluh minggu untuk membuat MVP atau purwarupa aplikasi, dan membantu membuka peluang masuk ke pasar yang signifikan untuk mitra yang berpartisipasi.

Tags: , , , , ,


COMMENTS