December 21, 2020

Adanya Kesenjangan Digitalisasi di Indonesia, Lazada Siap Dukung Bisnis Jalani Transformasi Digital

Penulis: Muhammad R
Adanya Kesenjangan Digitalisasi di Indonesia, Lazada Siap Dukung Bisnis Jalani Transformasi Digital  

Mobitekno – Lazada Indonesia belum lama ini meluncurkan studi “Percepatan Ekonomi Digital Indonesia melalui eCommerce”, yang dilakukan dengan dukungan YCP Solidiance, konsultan manajemen ternama di Asia.

Perusahaan mengungkapkan pentingnya peran eCommerce dalam mendukung sektor bisnis menjalani transformasi digital dan mempercepat terbentuknya struktur ekosistem ekonomi digital yang mumpuni di Indonesia.

Dalam acara peluncuran yang didukung oleh Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), juga terungkap bagaimana UMKM terbukti menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi, meski nyatanya adopsi digital pada UMKM masih menjadi sebuah tantangan. Bila 100% perusahaan besar telah menjalankan digitalisasi, baru 13% UMKM yang beradaptasi dan mulai melakukan digitalisasi.

Transformasi digital kini menjadi sebuah proses yang pasti terjadi, termasuk transformasi ekonomi nasional dimana nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai USD124 miliar. Sektor eCommerce menjadi sektor penopang terbesar pertumbuhan ekonomi digital tersebut, dengan perkiraan nilai sebesar USD83 miliar pada tahun 2025.

Secara umum, meningkatnya pemanfaatan beragam inovasi dan produk digital oleh masyarakat, baik untuk berbelanja, bekerja atau pun untuk belajar secara daring, merupakan faktor pendorong transformasi digital yang sangat kuat. Dengan demikian, peran eCommerce di era pandemi COVID-19 juga semakin penting, terutama dalam membantu pemulihan ekonomi nasional pada umumnya, dan mendukung kelangsungan usaha UMKM pada khususnya.

Temuan Studi Lazada “Percepatan Ekonomi Digital Indonesia Melalui eCommerce”

Studi Lazada menunjukkan bahwa meski banyak perusahaan besar sudah menjalani transformasi digital, kebanyakan masih menghadapi tantangan di beberapa hal, dengan utilisasi teknologi, pemberdayaan talenta digital dan logistik menjadi isu utama.

Perusahaan besar membutuhkan teknologi yang lebih mumpuni untuk bisa memberikan layanan kepada konsumen secara lebih efektif dan mampu melakukan pemetaan konsumen secara lebih mendalam. Perusahaan besar juga masih membutuhkan sistem logistik yang andal untuk mencapai waktu dan biaya pengiriman produk secara lebih efisien.

Dalam mendukung transformasi digital ini, eCommerce dapat berperan besar untuk bantu menghadapi berbagai tantangan yang dialami oleh perusahaan besar .

  • Penggunaan teknologi: eCommerce menyediakan chatbot yang terintegrasi dengan sistem layanan konsumen penjual, pemahaman mengenai  pasar yang luas untuk positioning serta pemetaan pelanggan yang mendalam

  • Pemberdayaan perusahaan: Adanya Seller Onboarding Program dan perencanaan bisnis bersama dapat memberikan sarana bagi perusahaan besar untuk mengembangkan skala bisnis mereka

  • Kerja sama logistik: Dengan jaringan serta fasilitas logistik yang dimiliki oleh eCommerce, perusahaan besar  juga dapat mengintegrasikan sistem logistik secara in-house dan mendapatkan penanganan produk dengan layanan terbaik

Perkembangan teknologi dan internet telah mendorong sektor bisnis melakukan digitalisasi, guna memperluas potensi pasar dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan. Data studi Lazada menunjukkan adanya peningkatan kontribusi yang signifikan dan berkelanjutan dari perdagangan digital dalam lima tahun terakhir, meskipun proporsi antar sektor bisnis tidaklah sama.

Studi juga mengungkapkan adanya fondasi pertumbuhan (building blocks) yang berbeda antara perusahaan besar dan UMKM untuk bisa bertumbuh secara optimal di ekosistem ekonomi digital di Indonesia.

Mira Tayyiba, S.T., MSEE, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, menegaskan pentingnya transformasi digital ini bagi kemajuan Indonesia.

“Salah satu prasyarat terpenting untuk mencapai transformasi digital selain infrastruktur adalah pola pikir yang terbuka terhadap kolaborasi. Diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan untuk mengurangi digital gap dalam masyarakat, pelaku usaha, juga instansi pemerintah,”

“Untuk itu saya menyambut baik hasil studi dari Lazada yang dapat kita manfaatkan bersama untuk mendukung persiapan dunia usaha, baik perusahaan maupun UMKM, dalam memasuki transformasi digital.” kata Mira.

Menanggapi pentingnya peran eCommerce dalam mempercepat digitalisasi baik bagi perusahaan maupun UMKM, Monika Rudijono, CMO Lazada Indonesia menjelaskan, “Visi Lazada adalah untuk mempercepat kemajuan ekonomi di Asia Tenggara melalui commerce dan teknologi. Oleh sebab itu, melalui studi ini kami ingin lebih memahami perjalanan dan building blocks dari perusahaan besar dan UMKM dalam transformasi menuju ekonomi digital,”

“Dengan dukungan teknologi canggih yang kami miliki, pemberdayaan data, serta solusi logistik yang holistik, Lazada siap jalankan misi dukung pemerintah Indonesia memberdayakan bisnis dan individu dalam menjalankan transformasi digital untuk bisa maju bersama dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.” ungkap Monika.

Sementara itu, UMKM di Indonesia saat ini masih didorong untuk terus bergerak ke arah transformasi digital sepenuhnya. Selain membutuhkan akses pada infrastruktur digital yang stabil dan menyeluruh, UMKM di Indonesia perlu terus diberdayakan melalui program-program edukasi/ pelatihan, pemberdayaan serta bimbingan untuk menggunakan teknologi secara optimal agar dapat terus bertumbuh secara berkelanjutan.

  • Sebanyak 92% dari UMKM yang telah melakukan transformasi digital menyetujui bahwa eCommerce membantu mengatasi tantangan yang dihadapi dari segi operasional logistik dan 94% dari UMKM pun melihat adanya peningkatan penjualan dari berpartisipasi dalam promo-promo yang diadakan oleh eCommerce.

  • Platform eCommerce berperan penting dalam digitalisasi dan kemajuan UMKM melalui perubahan Online-to-Offline yang efektif: Langkah pertama adalah memudahkan transisi UMKM ke eCommerce yang juga berperan sebagai insentif bagi UMKM.

  • Pelatihan Pemberdayaan Data dan Masyarakat: Secara paralel, penting untuk dicatat bahwa  pemberdayaan data dan komunitas akan menjadi kunci yang dapat mendorong UMKM untuk maju ke tahap digitalisasi selanjutnya.

Gervasius Samosir, Partner & Head of YCP Solidiance Indonesia, menjelaskan, “Digitalisasi merupakan salah satu kunci untuk dapat tetap bertahan di tengah persaingan ekonomi saat ini. Salah satu cara utama mencapai inklusi digital adalah melalui keterlibatan menyeluruh dari eCommerce yang akan bertindak sebagai platform untuk memberikan dukungan berupa akses kepada permodalan, pemasaran, serta inovasi pasar. Melihat betapa besarnya potensi bagi perusahaan serta UMKM setelah melakukan digitalisasi untuk melompat ke tahapan ekonomi digital selanjutnya, tentunya juga akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian negara.”

Tags: , , , , ,


COMMENTS