August 16, 2021

Jawab Kebutuhan Digital Milenial dan Gen Z, Bank Mandiri Serius Kembangkan Super App Livin’ by Mandiri

Penulis: Desmal Andi
Jawab Kebutuhan Digital Milenial dan Gen Z, Bank Mandiri Serius Kembangkan Super App Livin’ by Mandiri  

Mobitekno – Di zaman yang sudah serba digital seperti sekarang ini, kemudahan menjadi satu hal yang sangat penting untuk perbankan dalam memberikan layanan terbaik kepada para nasabahnya. Apalagi hal ini juga didorong oleh semakin pentingnya digitalisasi perekonomian di berbagai belahan negara di dunia.  Menurut data Brookings Institution, ekonomi digital global tumbuh 2,5 kali pertumbuhan GDP dalam 15 tahun terakhir, hingga mencapai US$11,5 triliun atau 15,5% GDP dunia pada 2019 atau sebelum pandemi.

Adanya pandemi juga turut mempercepat akselerasi digital ini. Berbagai industri sudah harus melek terhadap digitalisasi agar bisa terus bersaing di tengah tantangan yang semakin banyak. Faktor generasi milenial dan generasi Z yang tumbuh di era digitalisasi ini juga turut berperan penting dalam mendorong digitalisasi perekonomian. Oleh sebab itu, Bank Mandiri menyadari hal ini. Bank ini pun kini serius dalam menangangi dan mengembangkan sistem perbankan digital (digital banking). Dan salah satunya adalah aplikasi Livin’ by Mandiri yang bisa menjadi jembatan penghubung untuk memudahkan genrasi milenial dan gen Z mengelola keuangannya.

“Bank Mandiri memahami bahwa jumlah nasabah atau calon nasabah dari kaum milenial dan Gen Z akan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang. Kebutuhan layanan perbankan pun akan semakin bergeser yakni tidak hanya untuk menabung, mengambil kredit konsumen, atau melakukan berbagai transaksi keuangan tapi juga untuk berbagai kebutuhan gaya hidup. Termasuk kebutuhan investasi mulai dari reksadana, obligasi, saham dan lain-lain. Untuk itu, kami telah menyiapkan roadmap strategi digital untuk menghadirkan layanan digital banking yang bisa dapat melayani seluruh kebutuhan nasabah tersebut,” ujar Direktur Information Technology Bank Mandiri, Timothy Utama.

Guna menjalankan strategi perbankan digital ini, bank Mandiri pun sudah menganggarkan Capital Expenditure sebesar Rp 2 Triliun untuk pengembangan digital banking, capabilities, dan infrastruktur. Ada tiga poin utama juga yang menjadi strategi utama di sini, yaitu:

  1. Bank Mandiri memastikan kesiapan layanan digitalnya menjadi unggulan dengan melihat aspek core banking dan sistem yang ada. Dengan infrastruktur sangat memadai, layanan digital Bank Mandiri akan memiliki performa yang tinggi untuk melayani para nasabah dan mitra.
  2. Bank Mandiri mentransformasi pengembangan produk/layanan perbankan yang awalnya dibuat secara tradisional menjadi produk yang sepenuhnya digital native. Dengan demikian, nasabah bisa mengakses layanan digital Bank Mandiri dari mobile apps yang lebih nyaman dan aman.
  3. Semua channels layanan perbankan di Bank Mandiri harus diperbaharui sesuai kebutuhan nasabah (konsumen sentris). Hal ini membuat layanan digital Bank Mandiri bisa setara atau lebih baik dari layanan-layanan dari perusahaan teknologi atau fintech, dengan keamanan dan perlindungan data nasabah yang jauh lebih baik.

Livin’ by Mandiri sendiri sudah diperkenalkan sejak awal tahun 2021 dan dipersiapkan menjadi aplikasi andalan Bank Mandiri di era digital ini. Pengguna aktifnya kini sudah mencapai 7,1 juta. Kemudahan menjadi salah satu keunggulan di aplikasi ini. Contohnya seperti nasabah yang tidak perlu datang ke kantor cabang atau mesin ATM untuk mengakses seluruh layanan Bank Mandiri. Semuanya bisa dilakukan dari aplikasi Livin’ by Mandiri.

Sampai saat ini, transaksi melalui aplikasi Livin’ by Mandiri sudah lebih tinggi dari transaksi melalui ATM Bank Mandiri dan ATM Bersama. Pada kuartal II 2021, transaksi di ATM mencapai Rp 210 triliun, sedangkan transaksi melalui Livin’ by Mandiri sudah melampaui lebih dari 1,5 kali lipat yakni mencapai Rp 388 triliun.  Dari sisi jumlah transaksi, Livin’ by Mandiri juga lebih digemari nasabah dengan total transaksi finansial yang menembus 235 juta per kuartal II 2021. Melampaui transaksi di ATM Bank Mandiri yang mencapai 206 juta transaksi pada periode yang sama.

“Livin’ by Mandiri versi baru akan menjadi super app yang menyediakan semua layanan perbankan dalam satu platform, tanpa harus berpindah antar aplikasi atau platform saat melakukan transaksi atau aktivitas perbankan lainnya. Dengan super app Livin’, nasabah Bank Mandiri akan meraih manfaat yang luar biasa dalam seluruh aktivitas transaksi finansial, gaya hidup digital termasuk,” kata Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan.

Melalui super app ini, Bank Mandiri akan mampu menghadirkan kebutuhan layanan bagi para nasabah dari kalangan milenial dan Gen Z mulai dari kebutuhan gaya hidup, seperti marketplace, travel, pembelian tiket, pemesanan hotel, e-commerce, pembelian pulsa/paket data, top-up e-money/e-wallet, hingga pembayaran tagihan (listrik, telepon, air, dan lain-lain), serta pembiayaan pendidikan, asuransi dan bahkan untuk layanan publik (BPJS dan pajak).

Lebih jauh, Livin’ by Mandiri versi baru juga akan menjadi super app yang bisa terintegrasi dengan transaksi wholesale dan mendorong penerapan open banking API (Mandiri API) yang lebih luas dengan mitra-mitra Bank Mandiri. Harapannya, Bank Mandiri bisa mendorong pertumbuhan ekosistem digitalnya sekaligus mengakselerasi peralihan nasabah dari kantor cabang atau gerasi fisik lain ke layanan digital berbasis aplikasi.

Tags: , , ,


COMMENTS