November 14, 2020

Review Vivo V20: Punya Desain Premium dan Kamera Serbabisa, Ponsel Ini Cocok untuk Content Creator

Penulis: Iwan RS
Review Vivo V20: Punya Desain Premium dan Kamera Serbabisa, Ponsel Ini Cocok untuk Content Creator  

Mobitekno – Tren desain smartphone atau sebut saja ponsel menjadi lebih dinamis demi menjawab keinginan konsumen yang semakin beragam. Ada ponsel yang berdimensi lebih besar dan lebih berat agar layarnya lebih besar dan baterai lebih awet, ada yang lebih berdesain compact dan ringan, serta ada pula ponsel yang berkompromi pada beberapa aspek tersebut agar bisa lebih diterima banyak konsumen.

Apabila Anda termasuk kategori pengguna yang ingin ponsel layar lebar, desain elegan dan ergonomis, baterai lumayan awet tapi tetap ringan, maka Vivo V20 yang diulas kali bisa menjadi salah satu rekomendasinya. Ponsel pertama di pasar Tanah Air yang menjalankan Android 11 ini datang dengan desain menarik dan kamera mumpuni. Vivo mengklaim telah ‘memperkecil’ beberapa komponen, termasuk baterai berdensitas tinggi, agar bisa sedikit memangkas dimensi ponsel. Hasilnya, ketebalan yang hanya 7,38 mm (model midnight jazz) atau 7,48 mm (model sunset melody) membuat ponsel ini terasa nyaman dan enteng digenggam.

Apakah hanya ‘Ultra Sleek Design’ dan kamera yang menjadi andalannya? Apakah ponsel ini juga cocok digunakan untuk gaming? Setelah memakainya selama beberapa pekan dengan melakukan beberapa kali update firmware, berikut ini review lengkap dari Vivo V20.

Kelengkapan

Vivo V20 hadir dalam dua pilihan warna, midnight jazz (gradasi hitam ke abu-abu) yang memberi kesan elegan dan sunset melody (gradasi ungu) yang unik dan terinspirasi langit sore saat matahari terbenam. Ponsel Vivo V20 yang di-review Mobitekno adalah unit yang berwarna midnight jazz.

Paket penjualan Vivo V20 hadir dengan kemasan smartphone/ponsel umumnya di pasaran. Boksnya yang kokoh diberi warna biru gelap dengan garis-garis tipis berbentuk ‘V’ dengan ornamen 3 garis ‘V’ biru menyala. Tidak seperti Apple yang ‘nekat’ meniadakan unit charger, paket penjualan Vivo V20 masih lengkap dan siap digunakan pembeli yang baru menggunakan ponsel pertama kalinya. Berikut ini kelengkapan paket penjualannya:

  • 1 unit smartphone Vivo V20
  • Screen protector (sudah terpasang)
  • Kabel charger dan data USB-C (type C)
  • Super fast charger 33 W
  • Transparent soft case (jelly case)
  • SIM card ejector
  • Buku panduan singkat, garansi, dan beberapa stiker IMEI
  • Earphone standar (3.5mm jack)

Desain: Elegan, Ergonomis, dan Nyaman Digenggam

Fokus Vivo pada desain terlihat jelas pada ponsel satu ini. Desain Vivo V20 relatif menarik bagi pengguna yang sangat mementingkan aspek desain. Selain tipis, sudut-sudutnya juga melengkung sehingga nyaman dipegang. Ponsel berlayar AMOLED 6,44 inci (Full-HD+, 2400×1080 piksel, aspect ratio 20: 9, contrast ratio 2.000.000:1) ini mungkin punya satu hal yang mengundang pertanyaan, yakni layar bertakik (notch) waterdrop di tengah atas untuk memberi ruang bagi kamera depan/selfie. Pasalnya, seri sebelumnya, Vivo V17 dan Vivo V19, sebenarnya sudah mengadopsi desain punch hole yang lebih modern. Terlepas dari hal tersebut, Vivo masih konsisten memakai sensor sidik jari di layar (in-display fingerprint scanner) seperti juga seri V17 dan V19 terdahulu.

Ringannya bobot ponsel ini dikontribusi oleh material frame/bingkainya yang terbuat dari plastik (polycarbonate plastic) dengan panel belakang aluminium berlapis AG Matte Glass. Tombol Power (ON/OFF) dan volume rocker ditempatkan dengan baik dan responsif. Patut dipuji, Vivo telah memberikan tekstur pada tombol Power (lihat gambar) agar ujung jari pengguna bisa dengan mudah membedakan kedua tombol tersebut.

Pada sisi bawah ponsel, berturut-turut dari kiri terdapat audio jack 3,5 mm, microphone, port USB Type-C, dan speaker. Meskipun sisi belakang Vivo V20 tidak mudah tertempel sidik jari atau noda lainnya, materialnya tergolong licin sehingga disarankan memasang soft case yang ada pada paket agar ponsel tidak mudah terlepas dan melindungi ponsel saat terjatuh di lantai. Untuk melindungi masuknya debu atau kotoran, soft case yang disertakan juga dilengkapi penutup port USB-C (lihat gambar).

Fitur

Tampilan layar AMOLED Vivo V20 terlihat jelas dan tajam dalam berbagai kondisi, termasuk di luar ruangan. Meskipun layarnya belum mengadopsi refresh rate tinggi (masih 60 Hz), panel AMOLED-nya sudah cukup membuat warna hitam terlihat pekat, berkontras tinggi, dan bersudut pandang luas. Sebagai catatan, perbedaan layar 60 Hz dan 90 Hz mungkin tidak begitu dirasakan untuk penggunaan aplikasi sehari-hari, tapi baru dirasakan saat digunakan bermain game atau menonton adegan cepat (fast motion).

Pengguna juga dapat mengubah mode warna tampilan dan mengatur suhu warna berdasarkan preferensinya masing-masing. Sensor sidik jari (dapat menyimpan lima sidik jari) dan face unclock juga bekerja dengan cepat dan bebas masalah.

Salah satu penyegaran yang dibawa Vivo V20 adalah user interface (UI) Funtouch OS 11 yang berbasis sistem operasi Android 11 terbaru. Sejak Funtouch OS 10 dan berlanjut di Funtouch OS 11, tampilan UI atau antarmukanya menjadi lebih simpel atau sederhana dibanding versi Funtouch sebelumnya yang mirip Apple iOS. Menu notifikasi dan Quick Menu telah digabung sehingga memudahkan pengguna ponsel Android merek lainnya beradaptasi dengan ponsel Vivo terbaru ini.

 

Funtouch OS 11 menawarkan banyak fitur menarik (termasuk fitur baru Android 11), mulai dari Focus Mode, Smart Split, S-Capture (screenshot tiga jari), Quick Action, Dark Mode, Always-On Display (AOD), iManager, Ultra Game Mode, dan lainnya. Focus Mode berguna untuk mengunci aplikasi tertentu agar lebih fokus dan tidak terganggu, Smart Split untuk membuka dua aplikasi sekaligus dalam satu layar, Quick Action untuk menjalankan lima fungsi tertentu (on/off flashlight, merekam suara, menjalankan kamera, facebook, dan satu aplikasi lainnya) cukup dengan menahan tombol volume bawah ketika layar tidak aktif.

Selain fitur Dark Mode (sejak Funtouch OS 9) yang menghemat daya dan mencegah kelelahan mata, fitur baru iManager memudahkan pengguna dalam mengoptimalkan performa sistem, seperti membersihkan file ‘sampah’, power management, dan proteksi terhadap virus dan malware. Seperti kebanyakan ponsel Tiongkok, ponsel ini juga menyediakan alternatif Google Play Store, yaitu V-Appstore sebagai penyedia aplikasi.

 

Opsi Game Assistant pop-up yang ada pada fitur ‘Ultra Game Mode’ bertujuan untuk meningkatkan gaming experience dengan memblokir beberapa gangguan saat gameplay, seperti notifikasi medsos, sms, panggilan, atau lainnya. Di sini pengguna juga dapat mengaktifkan opsi lainnya, yakni ‘Game sidebar’ untuk menampilkan game shortcut dari sisi kiri layar.

Salah satu fitur yang diandalkan pada Vivo V20 adalah NFC (Near Field Communication). Berbeda dengan fitur NFC umumnya, ponsel ini mengusung fitur NFC Multifunction yang bukan hanya memeriksa/mengisi kartu e-money dan mentransfer data, tapi juga menduplikasi kartu akses fisik untuk apartemen atau gedung lainnya sebagai pengganti kartu akses.

Performa

Dapur pacu Vivo V20 mengandalkan chipset octa-core 8 nm Qualcomm Snapdragon 720G (CPU: 2×2.3 GHz Kryo 465 Gold + 6×1.8 GHz Kryo 465 Silver dan GPU: Adreno 618) yang didukung RAM 8 GB (LPDDR4X) dan internal storage 128 GB (UFS 2.1) dengan ekspansi storage via microSDXC 512 GB). Meskipun bukan chipset papan atas, seperti Snapdragon 765G, Snapdragon 855+, atau Snapdragon 865+, performa Snapdragon 720G sudah memadai untuk menjalankan aplikasi pada umumnya (day-to-day task), termasuk beberapa game ‘berat’ atau intensif grafis.

Kapasitas RAM 8 GB pada Vivo V20 tergolong di atas rata-rata. Umumnya, perbedaan performa antara ponsel dengan RAM berkapasitas 6 GB, 8 GB, atau 12 GB agak sukar dibedakan secara langsung. Namun, prinsipnya semakin besar kapasitas RAM, semakin lancar ponsel tersebut dalam melakukan proses multitasking dan menjalankan aplikasi yang ‘rakus’ memori, seperti photo/video editor atau browser dengan puluhan tab.

Selama penggunaan hampir dua bulan, ponsel bekerja stabil dan lancar menjalankan berbagai aplikasi yang bisa digunakan sehari-hari. Browser, media social (Instragram, TikTok, Twitter, dll), e-mail, audio-video player, office, ride hailing/on-demand app (Gojek, Grab), e-commerce, fintech app, hingga aplikasi messaging (WhatsApp, Telegram, LINE, dll) berjalan dengan normal, termasuk saat digunakan bersamaan (multitasking).

Mengandalkan chipset mid-range, performa Vivo V20 tergolong memadai untuk berbagai aplikasi dan game. Merujuk pada beberapa pengujian aplikasi benchmark, skor AnTuTu (version 8.4.4) mencapai 280.962 poin yang lebih tinggi dari beberapa pponsel dengan Snapdragon 730G (Samsung Galaxy M51, Oppo Reno2) dan sedikit ponsel dengan Snapdragon 732G, seperti Poco X3 NFC. Saat pengujian PCMark Work 2.0, Vivo V20 mendapatkan skor 7323 poin.

Buat Anda yang kurang menyimak perkembangan mobile chipset Qualcomm mungkin berasumsi Snapdragon 720G merupakan chipset yang diposisikan di atas Snapdragon 710/712 dan di bawah Snapdragon 730G. Sama-sama menyandang label G (gaming-oriented chipset), sebenarnya Snapdragon 720G justru memiliki performa CPU dan GPU mirip dengan Snapdragon 730G. Snapdragon 720G bahkan ssedikit lebih unggul unggul dalam performa CPU single/multi core dan GPU seperti terlihat pada skor Geekbench (CPU)  dan 3DMark (GPU).

Meski kapabilitas kameranya (ISP Spectra 350 vs Spectra 350L) sedikit di bawah Snapdragon 730G, Snapdragon 720G memiliki keunggulan pada modul DSP-nya yang lebih baru (Hexagon 692 DSP vs 688 DSP). Seperti diketahui, DSP bersama CPU dan GPU berkontribusi mendukung Qualcomm AI Engine memproses berbagai komputasi AI. Tidak mengherankan pada skor pengujian AI-Benchmark dari Vivo V20 (34,2) nilainya masih lebih tinggi daripada beberapa ponsel dengan Snapdragon 730G, seperti Oppo Reno2 atau Redmi Note 10 Pro (berdasarkan tabel ranking AI-Benchmark).

 

(ki-ka) Hasil pengujian AnTuTu 8.4.4, Geekbench 5.2.5, PCMark 2.0.3716, dan 3DMark 2.1.4699 (Wild Life)

 

(ki-ka) Hasil pengujian CPU Throttling Test 1.3.4, AndroBench 5.0.1, AI Benchmark 4.0.3

 

Ponsel ini memang digadang cocok untuk para generasi konten karena kameranya yang mumpuni. Namun, Vivo juga menyebut ponsel ini cocok buat para gamer. Hasil pengujian dengan aplikasi CPU Throttling Test yang berlangsung selama 15 menit memperkuat klaim tersebut. Terlihat CPU hanya mengalami throttling 89% dari performa maksimumnya saat game berjalan dalam beberapa menit. Penurunan performa ekstrem atau throttling sudah pasti akan mengurangi kenyamanan bermain, karena game bisa setiap saat melambat atau tersendat.

Saat pengujian daya tahan baterai dengan synthetic benchmark PCMark Work 2.0, Vivo V20 mencatatkan durasi 15 jam 15 menit (uptime). Baterainya yang awet digunakan selama 15 jam lebih ini mengindikasikan bahwa ponsel ini relatif aman digunakan ‘seharian’ alias dari jam 8 pagi hingga jam 11 malam (bisa berbeda tergantung pemakaian). Waktu pengisian baterainya hingga penuh juga relatif cepat berkat teknologi fast charging 33 W (kurang lebih satu jam).

Performanya dalam menjalankan berbagai gaming populer, seperti Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, Call of Duty, Genshin Impact hingga gamer racing Asphalt 9 juga memuaskan. Saat kualitas grafis game dinaikkan lebih tinggi dan dimainkan selama kurang lebih 30 menit, kapasitas baterai memang lebih cepat berkurang dan bodi di sisi belakang menjadi hangat, tapi untungnya tidak sampai kepanasan (overheating) sehingga performanya tetap konsisten terjaga sepanjang permainan.

Walaupun kapasitas baterainya tergolong standar untuk ukuran ponsel saat ini, daya tahan baterai Vivo V20 tidak mengecewakan. Jadi, Vivo V20 layak digunakan sebagai daily device Anda. Meski bukan ponsel yang paling awet baterainya, optimalisasi konsumsi daya dari Android 11 dan manajemen RAM/memori Funtouch OS 11 membuat pengguna Vivo V20 aman digunakan seharian.

Kamera

Desain modul kamera pada Vivo V20 mirip dengan seri flagship-nya, Vivo X50. Desain kamera berlapis (berundak) memang terlihat lebih premium. Desain berlapis ini sukses menyiasati modul kamera agar tidak terlihat terlalu ‘jenong’ seperti pada beberapa ponsel multi kamera/lensa. Vivo telah menggunakan pengaturan tiga kamera di bagian belakang V20, yang mencakup kamera utama 64 MP (Isocell GW1, f/1.89 AF), kamera multi-mode 8 MP (f/2.2 AF), dan kamera mono 2 MP (f/2.4). Meskipun modul kamera utama/belakang ponsel ini hanya terdiri dari tiga kamera, satu kameranya, yaitu 8 MP sudah berjenis multi-mode yang ‘merangkap’ kamera super wide-angle, super macro, dan depth (kedalaman).

Aplikasi kamera cukup intuitif sehingga mudah digunakan, seperti pemilihan berbagai mode pemotretan. Saat mode foto, pengguna bisa langsung men-tap ikon lensa untuk memilih foto ‘Super wide-angle’, ‘Bokeh’, atau ‘Super macro’. Fungsi AI-nya juga cepat mendeteksi objek foto, meskipun pada objek tertentu masih salah atau belum dapat mendeteksi jenis objek.

Modul triple-camera ini juga didukung aplikasi kamera (camera app) yang fitur foto dan videonya terbilang lengkap. Untuk fitur foto, tersedia opsi Night mode, Portrait mode, dan Photo mode. ‘Night mode’ menyediakan empat filter warna (Style) yang membuat foto lebih ekspresif, yakni fitur Black & Gold, Blue Ice, Green orange, Cyberpunk (lihat gambar). Yang juga menariknya adalah filter ‘Monochrome background’ pada opsi Portrait light efect (lihat gambar) untuk menghasilkan foto objek berwarna dengan latar belakang monokrom (hitam putih). Proses ini didukung fungsi AI (artificial intelligence) untuk mendeteksi warna pada suatu objek.

 

Aplikasi editor foto bawaannya (internal photo editor) juga tidak kalah lengkap sehingga pengguna tidak harus meng-install aplikasi pihak ketiga (3rd party app) untuk mengedit foto. Aplikasi ini bahkan menyertakan fitur ‘Memory Recaller’ yang dapat merestorasi atau memperbaiki foto lama yang buram menjadi terlihat lebih baik dan jelas. Tidak kalah praktisnya adalah aplikasi editor video yang menyertakan beberapa fungsi editing, seperti video trim, menambahkan musik, teks, hingga filter.

Ada pula fitur ‘Dynamic Sky’ yang mengubah tampilan langit, Ambience untuk menyempurnakan suasana foto, ‘Crop and Rotate’, serta fitur Filter, Text, hingga Stickers. Terakhir adalah fitur ‘Dual-View Video’ yang berguna bagi para vlogger saat ingin mengaktifkan kedua kamera secara bersamaan.

 

Kamera Belakang/Utama: Tiga Lensa Serbabisa

Pemotretan yang dilakukan pada kondisi sinar matahari cerah menghasilkan foto yang tajam dan jelas. Vivo V20 dapat menampilan berbagai detail dengan warna akurat. Kamera wide-angle (120 derajat) juga menghasilkan kualitas foto yang cukup baik dan minim distorsi, meski tidak setajam foto dari kamera utama yang terlihat jelas saat foto diperbesar.

Hasil foto lensa standar Vivo V20 pada kondisi cahaya terang (siang hari)

 

Hasil foto lensa wide Vivo V20 pada kondisi cahaya terang (siang hari)

 

 

Hasil foto kamera utama pada pencahayaan rendah/redup (low light) bekerja dengan cukup baik. Masih terlihat sedikit noise pada bagian redup dan bagian yang terlalu cerah di area sumber cahaya lampu. Sebagai solusinya, aktifkan ‘Night Mode’ agar detailnya meningkat. Proses foto dengan ‘Night Mode’ membutuhkan waktu 4-5 detik sehingga pengguna harus memegang ponsel dengan stabil (tidak bergoyang) untuk hasil terbaik. ‘Night Mode’ juga bisa digunakan dengan lensa wide-angle tapi dengan konsekuensi penurunan kualitas pada detail foto.

Hasil foto lensa standar Vivo V20 pada kondisi low-light (malam hari)

 

Hasil foto lensa standar (night mode) Vivo V20 pada kondisi low-light (malam hari)

 

Hasil foto lensa wide (night mode) Vivo V20 pada kondisi low-light (malam hari)

 

Perbandingan foto lensa standar (night mode non-aktif dan aktif) Vivo V20 pada kondisi low-light (malam hari)

 

Hasil foto close-up Vivo V20 tergolong tajam dengan detail bagus dan efek kedalaman yang cukup untuk latar belakangnya. Vivo V20 menggunakan lensa/kamera multi fungsi wide angle lebar untuk mode macro yang dapat mendekati objelyang ingin difoto dengan sangat dekat. Mengingat kualitas lensanya relatif besar (8 MP), hasil fotonya lebih baik dan detail dari kebanyakan kamera makro smartphone di kelasnya. Foto mode Bokeh (Portrait) juga tampil bagus dengan batas/tepi antara subjek dan latar belakang blur yang baik.

 

Kamera Depan/Selfie: Selalu Fokus dengan Eye Autofocus

Kamera depan (selfie camera) menjadi salah satu highlight dari Vivo V20. Ponsel ini menyediakan kamera selfie 44 MP dengan fitur Eye Autofocus (Motion Autofocus) yang melacak/men-track subjek secara real time. Opsi subjeknya bisa mata kiri atau kanan pengguna, atau otomatis. Tujuannya agar wajah Anda tetap fokus dan terlihat jelas saat melakukan selfie. Anehnya, fitur ini dinonaktifkan secara default (lihat gambar untuk mengaktikannya).

Selfie siang hari tampak tajam dengan warna yang akurat dan detail halus. Oleh karena kameranya berfokus pada subjek (orang), ada kemungkinan latar belakangnya menjadi terlalu terang (overexposed). Portrait selfie (bokeh) dapat dilakukan kamera depan Vivo V20, termasuk mengatur tingkatan efek blur sebelum pemotretan. Fungsi AI pada Vivo V20 juga dapat membantu kamera depannya mendeteksi apakah pengguna sedang menggunakan topeng atau tidak saat ingin membuka layar.

Perbandingan hasil foto selfie pada siang hari antara mode standar dan mode bokeh (beautification off).

 

Perbandingan hasil foto selfie pada malam hari dengan backlight antara mode standar dan mode night aktif (beautification off).

 

Dengan mengaktifkan fitur High Resolution saat pemotretan selfie, detail foto menjadi semakin terlihat (kiri Beauty on, kanan Beauty off)

 

Kamera selfie sudah mendukung perekaman video kualitas 4K/30 fps dan Slow Motion (1080p/120 fps atau 720p 240 fps). Rekaman video 4K didukung oleh kamera depan dan belakang. Hasil rekaman video dalam 4K dan 1080p tergolong stabil. Vivo V20 menyediakan fitur anti-guncangan (super anti-shake) yang membantu menstabilkan video dengan memotong (crop) subjek sensor utamanya, tetapi dibatasi untuk video 1080p. Video (4K dan 1080p) yang direkam dalam kondisi cahaya minim/redup memiliki sedikit efek berkilau. Sekadar info, frame rate 60 fps hanya diperuntukkan untuk format video 720p, sedangkan video 1080p hanya mendukung frame rate 50 fps.

Banyak fitur kamera yang bisa diuji untuk berbagai situasi dan kondisi pemotretan. Galeri foto di bawah ini adalah beberapa contoh hasil foto Vivo V20:

Kesimpulan

Vivo telah menerapkan penamaan seri baru untuk ponselnya, dengan angka genap dari seri sebelumnya menggunakan seri angka ganjil. Perubahan ini bisa dimaknai sebagai perubahan positif yang ditempuh Vivo dalam berinovasi dan menghadirkan ponsel barunya. Selain tetap konsisten pada inovasi kamera, ponsel Vivo V20 kini juga mulai fokus pada desain yang lebih menarik, premium, dan elegan. Inisiatif Vivo untuk mendesain berbagai aspek ponsel, termasuk modul kamera berlapis yang terlihat lebih estetis dan ergonomis juga patut dihargai.

Bukan hanya desain dan kamera serbabisanya yang membuat Vivo V20 ideal untuk para content creator. Ponsel ini juga sangat layak dijadikan sebagai ponsel harian Anda karena baterainya yang tahan seharian dan gegas saat di-charging. Tambahan bonusnya, ponsel yang dibanderol Rp 5 juta ini juga dilengkapi NFC dan diperkuat chipset andal yang siap menjalankan beragam game populer.

Pro
Desain menarik dan ramping
Tampilan elegan
Kamera depan dan belakang
Android 11 terbaru
Antarmuka (UI) Funtouch OS 11 semakin lengkap dan intuitif
Tidak banyak memuat aplikasi bloatware
3.5 mm headphone jack

Kontra
Tidak menggunakan layar dengan refresh rate tinggi (hanya 60 Hz)

 

Spesifikasi:

 

Tags: , , , , , , , , , , ,


COMMENTS