November 14, 2020

Segmen Logistik Stabil, Isuzu Mampu Pertahankan Pangsa Pasar dan Penjualan di Masa Pandemi

Penulis: Muhammad R
Segmen Logistik Stabil, Isuzu Mampu Pertahankan Pangsa Pasar dan Penjualan di Masa Pandemi  

Mobitekno – Isuzu belum lama ini menggelar sebuah webinar bertema ‘basic truck bersama Isuzu’ yang membagikan pengetahuan dan pemahaman dasar tentang truk. Kegiatan yang melibatkan awak media ini mengulas secara mendalam apa dan bagaimana aturan-aturan soal truk dengan menghadirkan pembicara spesialis di bidangnya, yaitu Thomas Aquino Wijanarka selaku instructur & project di PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Tak hanya membahas aturan-aturan soal truk, Isuzu juga membagikan kinerja penjualan mereka selama pandemi. Dalam pemaparannya, Thomas mengatakan, “Para pengusaha truk, [mereka] akan berpikir tentang operasional truk. Truk ini berfungsi sebagai moda (usaha cari uang), sehingga mereka pasti punya ekspektasi dari unit.  Maka dari itu, kami berikan pilihan produk yang fit dengan kebutuhan customer,”

Tak bisa dielakkan bahwa di dunia komersial biaya yang terbesar justru ada di operasional, dalam hal ini adalah biaya bahan bakar, maintenance, dan spare part. Sehingga ketersediaan spare part dan mekanik yang mampu menjadi sangat penting. Tentunya, hal tersebut tidak tersedia di kendaraan bekas.

Thomas menambahkan, “Kami mempelajari bahwa untuk dunia komersial, kebutuhan customer bukan saja dilihat dari unitnya dan harganya, tapi dari keseluruhan. Mulai dari unit sampai ke layanan purna jual, atau yang kami sebut Owning & Operational Cost,”

Pada akhirnya adalah brand mana yang dapat memenuhi kebutuhan mereka secara spesifik, karena bisnis customer berbeda maka kebutuhannya akan berbeda pula, misalnya perusahaan besar memiliki armada yang banyak, mereka sudah memiliki bengkel sendiri.

“Jadi yang dibutuhkan adalah supply spare part yang teratur, maka disitulah kami harus menyiapkan. Bisa jadi butuh training driver, butuh kontrak service dimana mekanik kami yang secara berkala datang. Sangat customable,” lanjut Thomas.

Saat disinggung mengenai performa penjualan unit Isuzu di masa pandemi, Thomas menjelaskan, penjualan Isuzu sama dengan market otomotif secara umum, yakni mengalami penurunan. Untuk data YTD Sep 2020, penurunan Isuzu ada di 31%, masih dibawah penurunan market otomotif di angka 46%.

“Kontribusi terbesar masih di Isuzu Elf, dengan total penjualan YTD Sept di 5.935 unit, walau bila dibandingkan tahun lalu, penurunan Isuzu Elf cukup besar di 37.9%. Kontribusi kedua di Isuzu Traga di 4286 unit (YTD Sept 20), Isuzu Traga bisa dikatakan tidak mengalami penurunan,” kata Thomas.

Pada saat pandemi ini, memang hampir seluruh segmen industri mengalami penurunan. Akan tetapi ada pula segmen-segmen yang stabil dan malah cenderung mengalami kenaikan. Isuzu meyakini bahwa fokus pada segmen yang stabil, contohnya di Logistik, bisa menjadi kiat untuk mempertahankan market share dan penjualan.

“Kategori yang paling terdampak ada di truk besar, Isuzu GIGA. Biasanya kalau terjadi penurunan perekonomian maka di sektor otomotif yang paling dulu terkena dampak adalah kendaraan truk besar (Kateogri 3 dan 5) disusul dengan light truck, pick up, dst. Akan tetapi saat perekonomian naik, maka komersial pula yang naik terlebih dahulu,” pungkas Thomas.

Tags: , , , ,


COMMENTS