June 17, 2022

Di Tengah Pandemi, Bosch Mampu Tingkatkan Penjualan Lebih dari 50 Persen di 2021

Penulis: Desmal Andi
Di Tengah Pandemi, Bosch Mampu Tingkatkan Penjualan Lebih dari 50 Persen di 2021  

Mobitekno – Capaian global untuk tahun 2021 ini tentunya menjadi catatan menggembirakan bagi Bosch. Apalagi prestasi ini dicetak masih dalam suasana pandemi Covid-19, kelangkaan suplai semikonduktor, dan harga bahan baku yang terus meningkat. DI Indonesia sendiri, Bosch juga mencatat peningkatan penjualan lebih dari 23,4 persen. Dari persentase tersebut, penjualan Bosch mencapai 1,55 Triliun Rupiah. Sumbangan penjualan terbesr ada di sektor Teknologi industri yang meningkat lebih dari 18,9 persen dibandingkan tahun 2021. Sektor otomotif sendiri meningkat lebih dari 7,6 persen pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020.

“Situasi pasar yang menantang akibat pembatasan pandemi, gangguan rantai pasokan, dan kekurangan bahan baku menantang operasi bisnis kami di tahun 2021. Terlepas dari tantangan ini, kami melihat momentum pertumbuhan yang signifikan di hampir semua segmen bisnis kami,” kata Pirmin Riegger, Managing Director Bosch di Indonesia.

Peningkatan ini merupakan hasil strategi Bosch yang selalu melihat keadaan terkini. Diversifikasi portofolio Bosch memainkan peran penting dalam memanfaatkan potensi pertumbuhan secara optimal setelah meredanya pandemi. Sejalan dengan pemulihan industri otomotif, Bosch mengalami tingkat pertumbuhan dua digit dalam bisnis Solusi Mobilitasnya.  Khususnya bisnis komponen otomotif yang diuntungkan dari peningkatan penjualan kendaraan di Indonesia. Segmen Energi & Teknologi Bangunan yang terkena dampak lebih parah tetap stabil di situasi pasar yang sangat menantang, dipengaruhi oleh berkurangnya proyek pembangunan infrastruktur.

Sementara bisnis Teknologi Industri tumbuh berkat berkembangnya bisnis di luar hidrolik yang merupakan unit inti sektor ini, terutama di bidang otomatisasi pabrik, diuntungkan oleh pasar manufaktur Indonesia yang kuat, serta peningkatan permintaan untuk smart production setups. Segmen Consumer Goods terus mendapat untung berkat peningkatan permintaan produk sebagai akibat pembatasan pandemi. Baik sektor peralatan maupun perkakas memiliki momentum yang kuat.

Pencapaian Bosch selama 2021 disampaikan Bosch dalam acara ini

Masih Terganggu dengan Kelangkaan Semikonduktor

Di kesempatan yang sama, walaupun angka penjualan meningkat, Bosch tetap merasakan dampak dari kelangkaan semikonduktor. Hal ini berpengaruh terutama pada produk-produk yang memanfaatkan teknologi dan software pintar di dalamnya. Dampak yang paling terasa ada pada produk-produk teknologi seperti smartphone. Di otomotif sendiri, dampaknya tidak terlalu besar. Namun, hal ini juga menjadi catatan bagi Bosch dan berharap situasi ini bisa pulih seperti sediakala.

“Kelangkaaan smikonduktor memang masih mempengaruhi produk-produk kami, terutama yang memanfaatkan teknologi dan software. Di otomotif sendiri pengaruhnya tidak terlalu besar untuk Bosch. Namun, kami berharap, krisis ini segera tertatasi dalam waktu dekat,” ujar Bernard Simanjuntak, Sales Director of Original Equipment Bosch in Indonesia.

E-Commerce

Ekspansi yang intensif juga tercermin melalui kehadiran Bosch di semua platform e-commerce terkemuka, yang memudahkan konsumen menjangkau produk-produk Bosch dari layar ponsel mereka. Khusus untuk unit peralatan rumah tangganya, Bosch mendekatkan diri kepada pelanggannya dengan tersedianya produk-produk Bosch di semua toko elektronik besar.

Di strategi B to B, Bosch juga memanfaatkan platform EGGMall untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada para kliennya, terutama pada divisi Automotive Aftermarket. Dengan demikian, hal ini bisa memudahkan banyak pihak berkat penggunaan platform digital.

“Pencarian komponen kendaraan dapat didasarkan pada jenis kendaraan, VIN dan kategori produk. Sejak peluncuran EGGmall pada tahun 2021 di Indonesia, lebih dari 1.000 pembeli telah bergabung dengan platform baru ini,” ungkap Griselda Iwandi, Country Sales Director Automotive Aftermarket, Bosch di Indonesia.

Griselda juga menambahkan bahwa divisi Automotive Aftermarket Indonesia terus mengembangkan dan memperluas ekosistem bengkel yang dinamakan Bosch Module. Bahkan jaringan bengkel Bosch Module ini akan ditingkatkan dari 100 mitra bengkel menjadi 300 mitra bengkel sampai akhir tahun 2022.

Secara keseluruhan, Grup Bosch bangkit menghadapi tantangan tahun 2021. Bosch mampu menumbuhkan penjualan sebesar 10,1 persen menjadi 78,7 miliar euro.

Semua sektor usaha berkontribusi terhadap perkembangan bisnis yang positif ini. Sektor bisnis Solusi Mobilitas, yang menghasilkan penjualan tertinggi, mencatat peningkatan penjualan sebesar 7,6 persen mencapai 45,3 miliar euro. Sektor bisnis Teknologi Industri mampu meningkatkan penjualan sebesar 18,9% menjadi 6,1 miliar euro. Setelah menunjukkan kinerja yang kuat tahun lalu, sektor bisnis Consumer Goods mampu meningkatkan penjualannya lagi, kali ini sebesar 12,7 persen menjadi 21 miliar euro. Sektor usaha Energi dan Teknologi Bangunan penjualannya tumbuh sebesar 7,8 persen.

Tags: , , , ,


COMMENTS