January 13, 2022

Produksi PS5 Kena Dampak Rantai Pasokan Global, Sony Pilih Lanjutkan Produksi PS4

Penulis: Iwan RS
Produksi PS5 Kena Dampak Rantai Pasokan Global, Sony Pilih Lanjutkan Produksi PS4  

Mobitekno – Meski rencana awal Sony adalah melakukan transisi secepatnya dari game console atau konsol gim PlayStation 4 (PS4) ke PlayStation 5 (PS5), situasi dan kondisi di pasar membuat Sony tampaknya harus sedikit berkompromi dengan rencana produksi game console di tahun 2022 ini.

Menurut sumber Bloomberg, tingkat produksi PS4 generasi sebelumnya akan lebih banyak dari PS5. Pasalnya, permintaan pasar akan PS5 yang tinggi tampaknya belum dapat dipenuhi Sony dengan semestinya. Game console andalan terbaru ini masih terbilang kurang pasokannya sejak diluncurkan secara global November 2020 lalu. Salah satu penyebabnya adalah rantai pasokan chip global yang masih terhambat sehingga memaksa Sony untuk mengurangi produksi PS5.

Rantai pasokan chip global yang terganggu membuat Sony harus menyesuaikan produksi game console terbarunya PS5 yang laris manis di pasar.

 

Sony sebelumnya berencana untuk mengakhiri produksi PS4 pada akhir tahun 2021. Namun, situasi saat ini menyebabkan strategi Sony pun mengalami penyesuaian dengan menambahkan produksi satu juta unit PS4 untuk mengurangi tekanan dari permintaan pasar yang besar akan PS5.

Boleh jadi pertimbangan Sony adalah karena konsol PS4 masih menggunakan chip lama dan lebih mudah diproduksi. Selain itu, ongkos produksi yang lebih murah juga menjadi faktor pertimbangan Sony agar bisa melakukan negosiasi ulang dengan mitra manufaktur. Namun, situasi bisa saja berubah tergantung pada permintaan pasar nanti.

Juru bicara Sony juga telah memberikan konfirmasi kepada Bloomberg bahwa produksi PS4 akan berlanjut tahun ini dan Sony belum berrencana untuk menghentikan produksi konsol PS4. Hingga akhir September 2021, Sony telah sukses menjual lebih dari 116 juta PS4 yang menempatkannya sebagai game console PlayStation tersukses kedua mereka setelah PlayStation 2 yang telah terjual hampir 160 juta unit.

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS