November 6, 2019

Upaya Adopsi Teknologi Blockchain di Cina Temui Titik Terang

Penulis: Rizki Romdoni
Upaya Adopsi Teknologi Blockchain di Cina Temui Titik Terang  

Mobitekno – Di akhir tahun 2019, pengembangan proyek kripto berbasis Blockchain di Cina terus menemui titik terang.  Sentimen-sentimen positif sebelumnya memang telah muncul dari berbagai instansi Cina seperti Hangzhou Internet Court yang menetapkan Bitcoin sebagai sebuah komoditas.

Dalam pidatonya, Presiden Xi Jin Ping mengatakan Cina akan meningkatkan investasi dalam teknologi blockchain setelah mengadakan sesi studi pekan lalu tentang pengembangan industri. “Kita harus menggunakan blockchain sebagai terobosan penting bagi inovasi-inovasi teknologi inti berikutnya, memperjelas arah utama, meningkatkan investasi, fokus pada sejumlah teknologi utama, dan mempercepat pengembangan blockchain dan inovasi industri,” kata Xi JinPing.

Adapun Bank Sentral Cina dikabarkan sedang bersiap untuk meluncurkan mata uang digitalnya sendiri. Awalnya, industri perbankan ini telah membentuk tim khusus sejak tahun 2014 yang bertujuan untuk mengeksplorasi keunggulan mata uang virtual. Agar lebih memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, mata uang kripto buatan negeri Tirai Bambu ini kelak dapat digunakan di berbagai platform seperti WeChat dan Alipay.

indodax

Oscar Darmawan, CEO Indodax

CEO Indodax, Oscar Darmawan ikut memberikan komentar terkait hal ini. Beliau memahami bahwa adanya niat pemerintah Cina untuk meningkatkan upaya riset dan penggunaan blockchain akan ikut meningkatkan permintaan atas aset digital berbasis teknologi publik blockchain. Bahkan, hal ini telah tercermin dari aktivitas market, dimana beberapa aset digital tadi ikut naik bersamaan dengan dukungan resmi dari pemerintah Cina ini.

Blockchain sendiri memang dirasa mampu merevolusi sistem keuangan dan produksi menjadi lebih ekonomis, transparan, dan efisien dalam upaya peningkatan kesejahteraan sosial.

Oscar mengatakan, “Pernyataan Presiden Xi JinPing tentu akan membuat gairah atau tren positif bagi pasar aset kripto yang berbasis blockchain secara global. Salah satu akibatnya adalah sepekan yang lalu ada lonjakan kenaikan harga pada Bitcoin sebesar 15% dikarenakan adanya dorongan efek psikologis dari berita ini,”

Selain itu, lanjutnya, mengingat pemerintah Cina juga telah berkomitmen untuk memberikan investasi tambahan di bidang teknologi Blockchain dan Artificial Intelligence untuk pengembangan financial technology (fintech), maka hal tersebut tentu akan berdampak kepada seluruh sektor teknologi publik blockchain lain yang bergerak di bidang tersebut.

“Perlu diketahui sebagian besar perusahaan publik blockchain saat ini memang bermarkas di Cina. Itulah sebabnya, diharapkan Indonesia juga harus segera memberikan perhatian lebih kepada blockchain, agar Indonesia juga bisa setara dan tidak tertinggal dengan negara maju lainnya,” tutur Oscar.

Melalui Indodax, start-up Blockchain terbesar di Asia Tenggara ini, Oscar bersama timnya siap untuk terus berkomitmen dalam mengedukasi masyarakat terkait Blockchain. Dengan adanya konsistensi dalam pengembangan teknologi blockchain ini, beliau berharap akan meningkatkan perekonomian Indonesia.

Tags: , , ,


COMMENTS