September 21, 2022

Tidak Terdampak Embargo, Arsitektur Nvidia “Ada Lovelace” juga Incar Industri Data Center di Cina

Penulis: Iwan RS
Tidak Terdampak Embargo, Arsitektur Nvidia “Ada Lovelace” juga Incar Industri Data Center di Cina  

Mobitekno – Nvidia sudah mengumumkan chip GPU baru GeForce RTX 40 series dengan arsitektur Ada Lovelace tadi malam di acara GTC 2022. Untuk memproduksi secara massal chip GeForce RTX 40 series ini, Nvidia didukung oleh pabrikan TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) asal Taiwan dengan teknologi proses 4 nm (4N).

Model flagship diwakilkan oleh chip GeForce RTX 4090 yang dijual mulai Oktober nanti seharga US$1.599 (~Rp 24 jutaan) disusul dua model RTX 4080 seharga U$ 899 (~Rp 13,5 jutaan) dan US$1.199 (~Rp 18 jutaan) pada bulan November.

Selain ditunggu kehadirannya oleh para gamer dan kreator konten profesional, Nvidia GPU “Ada Lovelace” juga mendapat perhatian industri data center. Pasalnya, selain jempolan dalam komputasi grafis 3D, chip GPU Nvidia juga menonjol di bidang AI (Artificial Intelligence), seperti NLP (natural language processing), termasuk komputasi ML (Machine Learning) dan DL (Deep Learning).

Selain GeForce RTX 4090 dan RTX 4080, Nvidia juga mengumumkan dua GPU berbasis arsitektur Ada Lovelace, yakni RTX 6000 untuk workstation dan L40 yang berfokus pada data center, termasuk sistem OVX generasi kedua yang berfokus pada Omniverse (yang diperkuat L40). Nvidia juga mengumumkan peluncuran Omniverse Cloud sebagai infrastructure-as-a-service baru.

NVIDIA RTX 6000 berbasis Ada Lovelace yang didukung RT Cores (3rd Gen), Tensor Core (4th gen), dan memori 48GB GDDR6 sangat cocok dalam memproses workload, seperti 3D model, rendering image, simulasi, dan AI dataset.

 

Penjualan chip Nvidia di sektor data center memang terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, meski sektor gaming dan 3D graphics masih berkontribusi sekitar 59% dari pendapatan US$ 26,9 miliar pada tahun fiskal terakhir.

Melalui presentasi online-nya, Jensen Huang, CEO Nvidia, menyebut GPU RTX 40 series mengsung arsitektur Ada Lovelace untuk menghormati ahli matematika asal Inggris di abad ke-19 yang dianggap merupakan salah satu pelopor pemrograman ilmu komputer.

Meski mendesain sendiri GPU RTX 40 series, Nvidia menyerahkan sepenuhnya proses produksi chip ini ke mitra lamanya asal Taiwan, TSMC. Terlepas dari apa pertimbangan Nvidia, chip tersebut akan dimanufaktur oleh TSMC dengan teknologi node process 4N yang sudah di level 4nm. Ini berarti Nvidia kembali mempercayakan TSMC setelah sebelumnya bermitra dengan Samsung Electronics dalam produksi GPU RTX 30 series sebelumnya (8nm node process).

Teknologi AI pada GPU Lovelace dianggap berperanan penting dalam peningkatkan performa grafis 3D pada game atau aplikasi 3D. Sederhananya, mengingat permrosesan setiap piksel di layar membutuhkan komputasi yang berat /intensif, chip GPU Lovelace ‘mensiasatinya’ dengan AI untuk memprediksi bagaimana piksel-peiksel tersebut akan tampil di layar tanpa harus melakukan seluruh rangkaian perhitungan. Ini menjadi terobosan menarik dan inovatif dari Nvidia. GPU Lovelace bahkan memperluas metode dengan bantuan AI ini untuk menghasilkan seluruh frame game.

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, hal menarik lain disampaikan oleh Matt Wuebbling, VP GeFore Global Marketing di Nvidia. Matt menyatakan chip GPU Ada Lovelace juga akan tersedia secara global atau dengan kata lain tidak terdampak larangan pemerintah AS yang membatasi penjualan chip AI untuk data center ke China.

Wuebbling juga menyatakan chip GPU Ada Lovelace juga tidak menyertakan limitasi hash rate yang diterapkan Nvidia pada chip generasi sebelumnya untuk membatasi implementasi chip mereka pada proses mining cryptocurrency. Pelonggaran ini diprediksi berkaitan dengan beralihnya cryptocurrency Ethereum, disebut The Merge, dari penggunan sistem konsensus PoW (Proof-of-Work) ke konsensus PoS (Proof-of-stake).

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS