November 16, 2018

SAP dan ASEAN Foundation Gelar Babak Final Kompetisi ASEAN Data Science Explorers 2018 di Singapura

Penulis: Karyo | Editor: Rizki Romdoni
SAP dan ASEAN Foundation Gelar Babak Final Kompetisi ASEAN Data Science Explorers 2018 di Singapura  

Mobitekno – SAP dan ASEAN Foundation baru saja menyelenggarakan babak final tingkat regional kompetisi ASEAN Data Science Explorers (ADSE) di Singapura. Acara yang digelar Rabu (14/11) tersebut menghasilkan tiga pemenang.

Tim Plan B dari Singapura, yang terdiri dari Tay Kai Jun dan Madhumitha Ayyappan dari NUS High School of Math and Science dinobatkan sebagai juara pertama tingkat ASEAN dengan judul ‘From Slumming to Sustainability’. Poyek tersebut bertujuan untuk menggembleng ASEAN untuk mengubah permukiman kumuh menjadi microcities yang berkelanjutan.

Juara kedua berasal Tim Dimicrocambio berasal dari Filipina yang terdiri dari Jade Hizon dan John Rusty Perena dari Nueva Ecija University of Science and Technology dengan judul ‘Mengalibrasi ulang perangkat pendidikan melalui pendidikan kewirausahaan’. Proyek tersebut berfokus pada bagaimana pendidikan kewirausahaan dapat memberdayakan siswa untuk mengubah ide mereka menjadi tindakan.

Sedangkan juara ketiga dimenangkan oleh tim Pangolin dari Vietnam, yang terdiri dari Nguyen Van Thuan dan Mai Thanh Tung dari RMIT University Vietnam. Dengan judul ‘Menaklukkan Gelombang Perdagangan Global’, yang membahas masalah perdagangan yang kurang beruntung karena perbedaan kapasitas transportasi laut di antara negara-negara ASEAN.

Sementara tim OWL dari Indonesia dengan karyanya ‘SMARCO,’ kependekan dari ‘Smart Circular Economy’ yang mewakili di ajang ADSE tersebut belum berhasil menjadi pemenang. Meski demikian Tim OWL yang terdiri dari Willy Pratama dan Owen Gunawan yang berasal dari Universitas Bina Nusantara, mengungkapkan bahwa mereka merasa bersyukur bisa belajar dan mendapat pengalaman di ajang bergengsi tingkat ASEAN tersebut.

SMARCO adalah platform yang memungkinkan perusahaan untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan mereka dalam mengelola limbah yang mereka hasilkan. Inspirasi untuk proyek ini berasal dari inisiatif untuk mencegah kerusakan lingkungan yang dihasilkan oleh cara perusahaan memproses dan membuang limbah mereka, dan menciptakan lingkungan industri yang lebih efisien. Berdasarkan analisis tim, mengoptimalkan teknik pengelolaan limbah dan mengurangi dampak lingkungan dapat menghemat dana hingga 590 juta USD.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada ASEAN Foundation dan SAP yang memungkinkan kami menjadi bagian dari kesempatan yang mengubah hidup kami,” kata Willy, salah satu dari dua peserta mahasiswa di Tim OWL, seusai acara tersebut di Singapura, Rabu (14/11).

“Kami juga mendapat kehormatan untuk menggunakan salah satu platform data analytics terbaik dunia, SAP Analytics Cloud. Kemampuan data analytics futuristik dari SAP Analytics Cloud benar-benar luar biasa. Kami sepenuhnya yakin pada kemampuan SAP untuk terus membantu dunia berjalan lebih baik dan meningkatkan kehidupan masyarakat luas,” tambah Willy.

Sementara itu, Elaine Tan, Direktur Eksekutif dari ASEAN Foundation mengungkapkan bahwa inisiatif seperti ASEAN Data Science Explorers mempromosikan interaksi lintas batas dan mobilitas yang lebih besar di seluruh kawasan dan melengkapi kaum muda kita dengan keterampilan penting yang diperlukan untuk berkembang dalam masa depan yang semakin menantang dan disruptif.

“Kami sangat terdorong oleh kreativitas dan inovasi yang ditampilkan dalam entri hari ini, yang merupakan bukti kuat bagi semangat para pemuda ASEAN untuk secara sengaja menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat mereka,” kata Elaine Tan dalam keterangan tertulisnya.

Sementara itu, Adeline Lee, Kepala Divisi Dukungan Eksekutif Sekretariat ASEAN, mengatakan bahwa Kompetisi ASEAN Data Science Explorer adalah sebuah inisiatif besar untuk memperkuat keterampilan TIK dan meningkatkan keterjangkauan pemuda di wilayah ASEAN.

Guna mendukung hal tersebut, SAP berkomitmen untuk memperpanjang kerjasamanya dengan ASEAN Foundation hingga 2019. Untuk itu SAP dan ASEAN Foundation telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperpanjang kolaborasi strategis mereka hingga tahun 2019, setelah berkolaborasi selama dua tahun terakhir.

MOU tersebut bertujuan untuk mendukung pelatihan bagi anak muda dalam keterampilan yang mereka butuhkan di dunia kerja dan membekali mereka untuk berpotensi memecahkan masalah-masalah kemasyarakatan dan ekonomi yang dihadapi oleh wilayah tersebut.

Menurut Andreas Diantoro, Managing Director SAP Indonesia, melihat dampak yang kami bawa terhadap komunitas lokal – terutama generasi muda, selama dua tahun terakhir, kami siap memasuki tahun ketiga kolaborasi kami dengan ASEAN Foundation dengan penuh percaya diri.

“Ke depannya, kami ingin memberikan kontribusi lebih lanjut bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi bangsa kami dan percaya bahwa tahun 2019 akan menjadi era teknologi digital menjanjikan lainnya yang sesuai dengan tujuan kami,” ujar Andreas pada keterangan tertulisnya.

Tags: , , ,

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

COMMENTS