August 15, 2018

GO-JEK Hadir dari Sabang-Merauke, Tetapi Baru Tersedia di 140 Kabupaten

Penulis: Rizki Romdoni
GO-JEK Hadir dari Sabang-Merauke, Tetapi Baru Tersedia di 140 Kabupaten  

Mobitekno – Dihadapan dua menteri Kabinet Kerja (Budi Karya Sumadi dan Rudiantara), mitra driver dan awak media, CEO dan Founder GO-JEK Nadiem Makarim membuka peresmian perluasan operasional di kota Merauke, Papua. Perluasan ini menjadikan operasi GO-JEK tersedia dari Sabang, ujung paling barat Indonesia sampai Merauke, ujung paling timur Indonesia dengan menjangkau 70 kota di 140 Kabupaten.

Dalam sambutannya, ia mengatakan, “Operasional yang kini sudah diperluas dari Sabang hingga Merauke, GO-JEK berharap lebih banyak UMKM dan pengusaha mikro seperti mitra-mitra driver yang bisa merasakan manfaat teknologi,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/8).

Perluasan operasional ini bukan tanpa halangan. Nadiem menegaskan bahwa tantangan yang paling berat ialah koordinasi secara logistik yang sangat rumit, karena medan yang luar biasa. “Bisa dibayangkan, untuk antar jaket dan helm saja itu bisa berhari-hari,” katanya.

Selain itu, tambah Nadiem, sosialisasi kepada ojek lokal juga merupakan tantangan tersendiri, karena sebelum peluncuran di kota tersebut mitra driver harus sudah siap.

Lebih jauh, ia juga menyinggung soal pembukaan dua perusahaan yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand, yang merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional ke negara-negara Asia Tenggara. Melalui ekspansi internasional ini, GO-JEK ingin memperluas dampak positifnya yang telah terbukti di Indonesia ke negara-negara lain.

Kehadiran GO-JEK di luar Indonesia mendapatkan respon positif dari konsumen, terutama konsumen di Vietnam. “GO-VIET, merek yang digunakan Vietnam, telah melakukan soft launch di kota Ho Chi Minh, Vietnam pekan lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat. GO-VIET berhasil meraih 15% pangsa pasar di Ho Chi Minh hanya dalam waktu sepuluh hari sejak soft launch,” kata Nadiem.

Masyarakat di Asia Tenggara, kata Nadiem, saat ini memerlukan alternatif pilihan layanan ride-hailing. Tak hanya konsumen yang membutuhkan pilihan tetapi juga para pengemudi. “Adanya kompetisi selalu bisa membuat pasar menjadi lebih bertumbuh dan berkembang. Aspirasi kami adalah menjadi aplikasi pilihan untuk membantu kehidupan sehari-hari masyarakat di Asia Tenggara,” ujarnya.

Rudiantara selaku Menteri Komunikasi dan Informatika turut menyanjung keberhasilan GO-JEK, karena telah membawa dampak positif di luar Indonesia dengan menggabungkan keahlian GO-JEK di bidang teknologi, operasional serta pengembangan bisnis  dan keahlian tim lokal yang memahami cara terbaik melayani kebutuhan konsumen di negara masing-masing.

“Dari 514 Kabupaten, GO-JEK sedang merajut di 140 Kabupaten. Saya berharap nanti bisa hadir di seluruh Kabupaten sehingga menjadi kain yang indah,” kata Rudiantara.

Sementara itu, Direktur Sales Telkomsel Sukardi Silalahi mengungkapkan rasa terima kasih kepada GO-JEK yang telah memberikan kepercayaan kepada Telkomsel MyBusiness sebagai penyedia solusi layanan korporasinya. “Kami bangga menjadi bagian dari keluarga besar GO-JEK, terlebih lagi karena Telkomsel memiliki semangat yang sama dengan GO-JEK dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk memberikan dampak sosial yang positif kepada masyarakat.”

“Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel sendiri selalu berkomitmen untuk memberikan akses komunikasi kepada seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke, termasuk ke daerah terpencil, dan pulau terluar, serta daerah perbatasan negara,”  tutur Sukardi.

Tags: , , , ,

  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

COMMENTS