June 29, 2015

WD My Passport Wireless, Solusi Penyimpan Data yang Fleksibel (Review)

Penulis: Desmal Andi
WD My Passport Wireless, Solusi Penyimpan Data yang Fleksibel (Review)  

MOBITEKNO – WD My Passport Wireless dapat menjadi solusi untuk penyimpanan data baik untuk smartphone, tablet, notebook, dan perangkat lainnya yang memiliki fungsi Wi-Fi di dalamnya. Hard disk eksternal berkapasitas 1 TB dan 2 TB ini bahkan bisa digabungkan dengan jaringan Internet di rumah sehingga  fungsi Wi-Fi dari hard disk dan jaringan Wi-Fi untuk Internet di rumah bisa digunakans ecara bersamaan.

Selain kapasitas internal 1 TB, hard disk eksternal ini juga dilengkapi dengan port SD card yang dapat melakukan auto backup dari SD card ke dalam storage internal hard disk. Adanya konektor ini tentu dapat membantu para pengguna SD Card yang membutuhkan proses copy yang cepat, seperti fotografer.

Belum lama ini Mobitekno sempat menguji WD My Passport Wireless berkapasitas 1 TB yang kam gunakan sebagai penyimpan foto, data, dokumen, hingga video tanpa memerlukan bantuan kabel lagi. Hasilnya bisa dilihat dalam ulasan berikut ini.

Kelengkapan

Paket WD My Passport Wireless dikemas dengan rapi dan kompak. Di dalam dds berukuran kotak berwarna biru juga terdapat beberapa informasi penting seputar penggunaan hard disk eksternal ini. Saat dus dibuka, hard disk masih dilindungi oleh kemasan plastik lainnya yang membuat hard disk dan aksesoris pendukungnya tidak akan bergeser dari posisinya.

Di dalam kemasan ini terdapat:

  1. Unit hard disk eksternal WD My Passport Wireless
  2. Adaptor untuk charging yang dapat digunakan di tegangan 100-240 volt
  3. Dua tipe konektor listrik tambahan berkaki dua dan tiga
  4. Kabel konektor USB 3.0 – Micro B untuk proses charging dan koneksi ke PC.
  5. Buku manual sederhana.

Desain

Desain WD My Passport Wireless terbilang kompak. Ukurannya yang berdimensi 86 x 21,8 x 127 mm ini masih dapat masuk ke dalam saku celana. Bagian atasnya berwarna hitan dengan dua lampu LED indikator untuk power dan koneksi Wi-Fi. Bagian sisi-sisinya dibalut frame dengan warna perak (silver). Sementara agar hard disk dapat berdiri kokoh, di bawah hard disk diberi empat kaki kecil berbaham karet agar hard disk tidak mudah bergeser saat diletakkan di meja atau bidang datar lainnya.

Di salah satu sisi terdapat tombol power dan wireless berwarna hitam. Sementara di tengah tombol tersebut disematkan port Micro B yang untuk kabel charging sehingga har disk bisa dihubungkan ke perangkat notebook atau PC melalui secara non wireless.

Di satu sisi lagi terdapat port Micro SD untuk SD card dari berbagai perangkat seperti smartphone, kamera digital, camcorder, dan banyak lagi.

Untuk adapter, WD membuatnya lebih fleksibel sehingga dapat digunakan untuk berbagai konektor di banyak negara. Menyatu dengan adapter, sudah terintegrasi konektor dengan 2 pin pipih. Untuk menggunakan konektor berkaki tiga, Anda tinggal menyatukannya dengan cara yang cukup mudah.

Fitur & Performa

WD My Passport Wireless dapat digunakan dengan mudah. Proses untuk mengoneksikan hard disk ke perangkat notebook atau smartphone dapat dilakukan cukup cepat. Untuk perangkat mobile, gunakan aplikasi WD My Cloud yang dapat di-download dari Google Playstore atau Apple Store. Install aplikasi ini dan koneksikan smartphone ke jaringan Wi-Fi yang dipancarkan dari hard disk.

Dari aplikasi WD My Cloud, Anda akan berlaku sebagai admin sehingga Anda bisa memberikan sebuah password untuk keamanan koneksi. Di dalam aplkasi ini, jenis-jenis file akan dikelompokkan dalam berbagai folder, seperti Photos, Video, dan Music. Dari sini, Anda bisa mengatur proses sinkoronisasi data dari sebuah folder yang sudah Anda tentukan di Notebook atau PC.

Dari aplikasi ini juga, pemilik bisa mengatahui status baterai, kapasitas hard disk yang tersisa, pengaturan proses impor data dari SD card, hingga memilih jenis koneksi untuk kebutuhan koneksi dengan hard disk eksternal WD ini.

Berbeda dengan perangkat mobile, untuk notebook atau PC, Anda cukup menyambungkan notebook dengan signal Wi-Fi dari hard disk. Setelah itu, di dalam Windows Explorer akan bertambah satu folder bernama My Passport yang bisa Anda akses untuk melihat dan mengakses isi hard disk.

Masih untuk Notebook atau PC, WD My passport akan masuk ke dalam folder “Network”. Dari folder Public (default), Anda bisa melakukan proses transfer file dua arah, baik untuk Notebook maupun hard disk eksternal. Namun, Anda bisa mengganti folder share ini di bagian setting dengan cara membuka my Passport dari Windows Explorer.

Untuk koneksi  WD My Passport Wireless dengan berbagai perangkat, WD menyediakan tiga jenis koneksi. Anda bisa membuat koneksi secara direct, hotspot, dan home network.

Untuk Direct Connection, perangkat akan terhubung langsung ke jaringan Wi-Fi WD My Passport Wireless .  Dengan tipe koneksi ini, proses transfer data bisa dilakukan dengan lebih cepat. Namun, koneksi Internet Anda harus mengalah.

Berbeda dengan dengan Direct, Hotspot Connection bisa Anda gunakan untuk menyatukan koneksi dari WD My Passport Wireless dan Internet. Dengan demikian, Anda masih dapat melakukan browsing dengan bebas.

Satu lagi, yaitu Home Network, sifatnya hampir sama dengan Hotspot. Koneksi tipe ini tidak mengganggu koneksi Internet. Dengan Home network, WD My Passport Wireless Anda akan menjadi ousat hiburan dan data bagi semua perangkat mobile. Di sini, Anda juga bisa mengaktifkan fungsi FTP sehingga data bisa diakses dari manapun Anda berada.

Kesimpulan

WD My Passport Wireless bisa menjadi teman untu data dan file-file kesayangan Anda. Tidak perlu hard disk berukuran besar, WD My Passport Wireless dengan kapasitas 1 TB (ada juga yang 2 TB) berukuran kompak sehingga bisa dibawa kemanapun dengan mudah.

Koneksi wireless-nya memudahkan proses transfer data, dokumen, film, musi, hingga video karena konsumen tidak direpotkan lagi dengan kabel yang harus terhubung.  Jenis koneksinya juga disediakan dalam beberapa mode sehingga Anda bisa menjadikan WD My Passport sebagai pusat data Anda dimanapun Anda berada.

Tags: , ,


COMMENTS