January 26, 2022

Akuisisi Bank Mayora, Dirut BNI Ungkap Rencana Buat Bank Digital yang Fokus pada UMKM

Penulis: Iwan RS
Akuisisi Bank Mayora, Dirut BNI Ungkap Rencana Buat Bank Digital yang Fokus pada UMKM  

Mobitekno – BNI (PT Bank Negara Indonesia Tbk) telah mengumumkan rencana akuisisi 63,92 persen saham Bank Mayora sebagai upaya bank Himbara tersebut membangun bank digital di era tranformasi digital. Akuisisi senilai Rp 3,5 triliun itu direncanakan akan rampung pada pertengahan tahun ini (Mei 2022).

Tahap akuisisi akan dilakukan dengan membeli saham yang dimiliki IFC (International Finance Corporation) dan mengambil alih saham baru yang akan diterbitkan Bank Mayora sebanyak 1.029.151.550 yang mewakili 54,9% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh

Prospek bank digital yang menjanjikan sedang dilirik oleh banyak pihak. Bukan hanya pihak perbankan, korporasi, konglomerat hingga startup besar berlomba-lomba untuk menancapkan bisnisnya di bank digital.

Tren membuat atau mengakuisisi bank kecil untuk dikonversi menjadi bank digital semakin menguat setelah pemerintah melakukan konsolidasi perbankan melalui persyaratan minimal permodalan bank. Pada akhir Desember 2022 modal inti bank akan dipatok tidak boleh di bawah Rp 3 triliun.

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Royke Tumilaar menjelaskan rencana Bank Mayora menjadi bank digital yang fokus pada sektor UMKM.

 

Setelah menjadi pemegang saham mayoritas, BNI akan mengembangkan Bank Mayora sebagai bank digital yang berfokus pada sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Untuk memuluskan rencana tersebut, Dirut BNI, Royke Tumilaar sudah mengatakan bahwa BNI akan berkolaborasi dengan mitra perusahaan teknologi untuk mendukung pengembangan Bank Mayora menjadi bank digital.

Menurutnya, BNI sedang bernegosiasi dengan beberapa tech partner untuk memilih mitra yang dianggap paling tepat untuk mendukung rencana BNI terhadap Bak Mayora di sektor SME (Small and medium-sized enterprise).

“Dengan berfokus di SME, mau enggak mau transaksinya besar dan risikonya juga cukup tinggi, sehingga kita harus punya teknologi yang bagus supaya dapat menganistipasi risiko, bisa memitigasi risiko dengan baik dan operating cost-nya rendah,” ujar Royke saat paparan publik belum alam ini (26/1/2022).

Royke menjelaskan bahwa BNI baru agresif di sektor UMKM melalui penyaluran program pemerintah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tetapi kalau di tradisional SME, portofolionya relatif tidak terlalu besar.

Terkait mitra perusahaan teknologi yang digandeng, BNI mungkin akan mempertimbangkan mitra teknologi Sea Limited (Sea Group) yang sayap bisnisnya telah hadir di e-commerce lokal Shopee. Sea Group sebelumnya juga mengakusisi Bank Kesejahteraan Ekonomi lalu mengkonversinya menjadi bank digital SeaBank.

Tags: , , , , , ,


COMMENTS