November 10, 2022

Lanjutkan Komitmen Transformasi Digital di Tanah Air, Huawei Gandeng ITB dan Telkom University Kembangkan Join Lab 5.5G

Penulis: Iwan RS
Lanjutkan Komitmen Transformasi Digital di Tanah Air, Huawei Gandeng ITB dan Telkom University Kembangkan Join Lab 5.5G  

Mobitekno – Pengembangan dan adopsi teknologi digital semakin dianggap krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara, termasuk Indonesia dalam menghadapi berbagai dinamika global, seperti resesi, pandemi hingga geopolitik/perang. Kolaborasi antara berbagai pihak dalam mendukung inovasi dan riset dianggap menjadi suatu keniscayaan agar kesinambungan pertumbuhan ekosistem digital berjalan dengan semestinya.

Huawei sebagai penyedia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global sejak awal menyadari pentingnya sinergi dengan berbagai pihak di Indonesia. Seperi yang dilakuak belum lama ini dengan Kementerian Kominfo dan dua universitas di Indonesia.

Pembaruan nota kesepahaman antara Huawei dan Kementerian Kominfo yang digelar di Park Hyatt Hotel Jakarta, (8/11/2022) mencakup pengembangan sumber daya manusia, perencanaan solusi transformasi digital dan ekosistemnya, perencanaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, dan konsultasi dengan mengedepankan tata kelola yang baik.

Seperti belum lama ini dilakukan dengan pembaruan nota kesepahaman antara Huawei dan Kementerian Kominfo dalam pengembangan sumber daya manusia, perencanaan solusi transformasi digital dan ekosistemnya, perencanaan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi, dan konsultasi dengan mengedepankan tata kelola yang baik.

Huawei Indonesia juga mewujudkan komitmennya berkolaborasi dengan dunia akademisi, tepatnya dengan Telkom University (Tel-U) melalui program riset teknologi Joint Lab Research 5.5G and Beyond, dan program implementasi 5G untuk Ibu Kota baru (IKN) bersama dengan Institute Teknologi Bandung (ITB).

Sekjen Kominfo Mira Tayyiba dalam sambutannya menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi merupakan salah satu untuk mendorong transformasi digital. Menurutnya, inisiatif itu akan membawa manfaat besar dan nyata bagi masyarakat Indonesia di masa mendatang.

“Kerja sama ini juga nantinya akan membantu kita semua dalam upaya merealisasikan transformasi digital yang inklusif melalui perluasan konektivitas dan pengembangan sektor digital,” ujarnya.

James Sun, VP, Director of the Board, Business Environment, Huawei Indonesia, mengatakan bahwa kolaborasi meningkatkan daya saing nasional dan meningkatkan kapasitas untuk mengambil peran yang lebih besar di pasar global dan menopang kesinambungan transformasi digital.

Huawei bersama ITB akan membangun Joint Lab xG Research Center untuk mengimplementasikan teknologi 5G dalam kebutuhan sektor industri dan pembangunan ibu kota baru.

Menurut Sekretaris ITB Prof. Dr-Ing. Ir. Widjaja Martokusumo, penelitian ini akan meningkatkan keterampilan dan kemampuan anak bangsa untuk melakukan terobosan terhadap kualitas dan hasil yang dapat diimplementasikan dalam skala industri.

Tel-U HUAWEI Beyond 5.5 Generation (B5.5G) Lab adalah laboratorium pengembangan keamanan jaringan Beyond 5.5G yang diprakarsai oleh PUI-PT AICOMS, Telkom University, dan didanai oleh Huawei Indonesia.

Lab B5.5G memiliki skema “Out-in” yang membawa teknologi dari AICOMS ke HUAWEI. Lab B5.5G menghasilkan teknologi 5G-Advanced dan 6G untuk standar nasional dan internasional. Selain itu, Lab B5.5G juga melakukan kajian untuk rekomendasi dan kebijakan bagi pemerintah dan industri. Lab B5.5G juga mendukung produksi teknologi oleh industri lokal. B5.5GLab menyediakan 6 (enam) outcomes, yaitu KOL (Key Opinion Leader), Trend, Report 5G-Advanced, Report 6G, Patent 5G-Advanced, dan Patent 6G.

Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya menyambut baik kerja sama ini, hasil kolaborasi ini menunjukkan terjalinnya sinergi positif nyata dalam rangka mempersiapkan era komunikasi wireless Beyond 5.5 Generation dengan karakteristik pentingnya adalah artificial intelligence/machine learning untuk signal processing, massive connectivity, low latency, dan high spectral efficiency.

“Tuntutan keempat aspek tersebut terus berkembang, seiring dengan tuntutan market akan kualitas layanan yang makin meningkat, dan dampak akibat pandemi yang kita alami 2 tahun kebelakang mengubah aktivitas manusia, dengan kebutuhan internet menjadi salah satu kebutuhan pokok.” tambahnya.

Tags: , , , , , , , , ,


COMMENTS