May 3, 2022

FIFA Tunjuk Algorand Sebagai Platform Blockchain Resmi Piala Dunia. Ini Salah Satu Alasannya

Penulis: Iwan RS
FIFA Tunjuk Algorand Sebagai Platform Blockchain Resmi Piala Dunia. Ini Salah Satu Alasannya  

Mobitekno – FIFA atau Federasi Sepak Bola Internasional secara resmi bermitra dengan perusahaan teknologi blockchain Algorand untuk menggarap aspek sponsorship dan teknis. Dengan kerjasama ini, jaringan blockchain Algorand akan menjadi platform blockchain resmi pertama badan olahraga dunia yang telah berusia hampir 118 tahun.

Kerjasama ini juga berarti Algorand akan menjadi platform blockchain resmi FIFA dalam menyediakan solusi wallet blockchain. Sesuai perjanjian sponsor, Algorand akan menjadi Pendukung Regional Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di Amerika Utara dan Eropa, dan sponsor resmi Piala Dunia Wanita FIFA Australia dan Selandia Baru 2023.

Adopsi teknologi blockchain di ajang olahraga akbar seperti Piala Dunia memungkinkan setiap transaksi atau data yang tersimpan dan didistribusiakn di jaringan tidak dapat diedit atau dengan kata lain tidak bisa dimanipulasi oleh pihak tertentu.

Sebagai bagian dari kerjasama ini, Algorand juga akan membantu FIFA dalam mengembangkan lebih lanjut strategi aset digitalnya, sementara FIFA akan menyediakan aset sponsor termasuk iklan, paparan media, dan berbagai promosi lainnya.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan kegembiraannya atas kemitraan tersebut dengan mengatakan bahwa itu adalah “indikasi komitmen FIFA untuk terus mencari saluran inovatif untuk pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan” seraya menambahkan bahwa ia menantikan “kemitraan yang panjang dan bermanfaat dengan Algorand.”

Algorand yang memakai koin krito ALGO untuk jaringan blockchain mereka menjadi perusahaan crypto berikutnya yang menjadi sponsor di Piala Dunia FIFA. Sebelumnya, perusahaan exchange kritpo Crypto.com juga telah menjadi sponsor resmi untuk Piala Dunia 2022.

Algorand merupakan satu dari sekian banyak alternatif teknologi blockchain (Polkadot, Solana, Cardano, Avalanche, Tezos) yang dianggap dapat menjadi pesaing blockchain Ethereum.

Berbeda dari Ethereum yang baru akan meninggalkan mekanisme PoW (proof of work) untuk beralih ke PoS (proof of stake), Algorand sejak awal sudah menggunakan mekanisme konsensus yang dianggap sebagai PoS murni dan lebih efisien energi (fee).

Jaringan Algorand yang dikabarkan juga diadopsi pemerintahan El Salvador diklaim dapat menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi jaringan blockchain pada umumnya (trilemma blockchain) dengan solusi aspek keamanan, skalabilitas (performa), dan desentralisasi secara bersamaan. Ethereum selama ini banyak dikeluhkan karena jaringannya lebih mengutamakan aspek keamanan dan desentralisasi dan kurang di aspek performa. Dengan kata lain, blockchain Ethereum menjadi semakin lambat dan mahal (gas fee) dengan meningkatnya penggunaan jaringan/transkasi.

Blockchain Algorand yang mulai aktif sejak 2019 diciptakan oleh Silvio Micali, seorang ahli kriptografi dan profesor di MIT (Massachusetts Institute of Technology). Silvio telah menerima banyak penghargaan dan aktif dalam pengembangan teknologi kriptografi di proyek lainnya, seperti Cardano (ADA), zero-knowledge proof, pseudorandom generation, secure protocols, dan mechanism design.

Tags: , , , , , ,


COMMENTS