May 29, 2020

Duh! McLaren PHK 1.200 Pekerja Akibat Pandemi Covid-19

Penulis: Rizki Romdoni
Duh! McLaren PHK 1.200 Pekerja Akibat Pandemi Covid-19  

Mobitekno – Badai PHK demi efisiensi dalam perusahaan yang bergerak di bidang otomotif belum usai. Satu per satu bertumbangan akibat pandemi Covid-10. Kali ini produsen supercar dan tim Formula 1 McLaren asal Inggris yang mengumumkan akan memangkas atau pemutusan hubungan kerja (PHK) 25 persen pekerjanya.

Dari total 4.000 pekerja, McLaren berencana PHK 1.200 orang yang sebagian besar berada di Inggris. Ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi perusahaan yang disebabkan oleh anjloknya penjualan, karena krisis kesehatan global (pandemi Covid-19) dan krisis ekonomi.

Penyebab lainnya adalah merosotnya pendapatan dari Formula 1. Karena ajang balapan bergengsi ini ditunda bahkan dibatalkan akibat pandemik ini.

Sektor yang bakal terkena dampak paling buruk dari lay-off adalah bisnis McLaren Automotive, yang memproduksi supercar. Tetapi pihak perusahaan tidak menyebutkan secara detail apakah dengan melepas karyawan akan berefek pada pengembangan sejumlah mobil baru seperti Speedtail atau 765 LT.

Seperti dikutip dari laman F1supernews, Executive Chairman McLaren Group Paul Walsh menyatakan bahwa sebelum pihaknya memutuskan melepas karyawan, McLaren Group telah mengambil sejumlah langkah-langkah dramatis. Tapi tetap saja tidak bisa menutupi. Karena situasi ekonomi yang sangat berat, pabrikan terpaksa melakukan langkah ini terhadap ribuan karyawan.

“Kini kami tidak punya pilihan lain, selain mengurangi jumlah tenaga kerja. Sekarang ini merupakan masa-masa yang sangat berat untuk perusahaan kami, terutama bagi karyawan kami. Namun, kami tetap ingin tumbuh sebagai bisnis yang efisien,” ungkap Walsh melalui pernyataan resmi yang dilansir dari BBC, Rabu (27/5) kemarin.

Untuk divisi F1 sendiri, McLaren melakukan penghematan anggaran hingga USD145 juta untuk balapan musim 2021 mendatang. Untuk 2019 lalu, McLaren mengeluarkan USD269 juta. Tidak hanya McLaren, langkah ini diambil oleh tim-tim lainnya seperti Red Bull, Ferarri dan Mercedes.

“Anggaran musim 2021 tentu akan mempengaruhi komposisi tim kami dan kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar tetap siap menghadapi musim 2021, dan menjadi pemenang kembali di masa depan,” tutup Walsh.

Tags: , , , ,


COMMENTS