September 11, 2020

‘Leader’ dalam Infrastruktur Automasi, Red Hat Ansible Automation Disukai Banyak Pengembang TI

Penulis: Rizki Romdoni
‘Leader’ dalam Infrastruktur Automasi, Red Hat Ansible Automation Disukai Banyak Pengembang TI  

Mobitekno – Sejak diluncurkan pada 2013 lampau, lebih dari empat juta sistem pelanggan di seluruh dunia saat ini telah di-automasikan oleh Red Hat Ansible Automation. Tak pelak, baru-baru ini, Red Hat Ansible Automation Platform menerima predikat Leader dari Forrester Research di dalam The Forrester Wave™: Infrastructure Automation Platforms, Q3 2020.

The Forrester Wave™ mengevaluasi Red Hat menurut 26 kriteria yang dikelompokkan dalam tiga kategori: current offering, strategy, dan market presence. Dalam evaluasi tersebut, Red Hat menerima skor tertinggi dalam hal kriteria deployment, dukungan komunitas, visi produk, peningkatan terencana, produk dan layanan pendukung, ekosistem mitra, dan jumlah pelanggan.

Sebagaimana diketahui, Ansible Automation Platform merupakan solusi kelas enterprise yang lengkap untuk membangun dan mengoperasikan automasi dalam skala besar. Platform tersebut terdiri dari Ansible Tower, Ansible Engine, Automation Services Catalog, serta Automation Analytics and Automation Hub.

Rully Moulany, Country Manager Red Hat Indonesia, menjelaskan bahwa saat perusahaan mengimplementasikan automasi, mereka sering kali ingin memperluas automasi tersebut ke seluruh perusahaan, dan ini sering kali memerlukan pendekatan yang sedikit demi sedikit, sehingga efektivitasnya terbatas.

“Red Hat Ansible Automation Platform menyediakan platform lengkap untuk automasi, memungkinkan perusahaan lebih mudah menerapkan automasi di seluruh operasi dan pengembangan TI, termasuk infrastruktur, jaringan, cloud, keamanan, dan lainnya,” papar Rully kepada awak media lewat virtual media briefing, Kamis (10/9).

Platform ini juga terintegrasi di seluruh produk lain dalam portofolio pengelolaan Red Hat, termasuk Red Hat Insights, yaitu expertise-as-a-service dari Red Hat yang disertakan dalam paket langganan Red Hat Enterprise Linux (RHEL), yang akan meningkatkan solusi tersebut dengan kemampuan memberikan saran perbaikan. Solusi ini juga mengatur alur kerja otomasi yang dapat digunakan kembali, melakukan analisis pada alur kerja, dan terintegrasi dengan toolchain DevOps.

Hasil evaluasi Forrester terhadap Ansible Automation Platform menunjukkan bahwa platform itu unggul dalam hal menyediakan berbagai opsi deployment dan bertindak sebagai perantara bagi beragam alat automasi lainnya. Laporan itu juga menyebutkan bahwa: “Ekosistem komunitas yang kuat berkontribusi pada kesuksesan Ansible. Dibandingkan dengan kompetitornya, solusinya bisa melakukan model editing yang lebih baik,” dan, “Solusi Red Hat sangat cocok untuk pelanggan yang menginginkan platform otomasi holistik yang terintegrasi dengan beragam infrastruktur vendor lain.”

Bagi perusahaan atau organisasi yang penasaran berapa lama mengimplementasikan Ansible Automation, Rully menjelaskan bahwa hanya dalam hitungan menit, semua sistem bisa ter-deploy di server-server perusahaan. Biasanya, yang butuh effort lebih besar itu definisi di awal, ketika sudah jadi langkah selanjutnya akan sangat cepat sekali.

“Kami melihat Ansible Automation Platform lebih disukai oleh pengembang serta digunakan di DevOps toolchain, dengan pertumbuhannya yang cepat di antara enterprise sebagai pendorong yang kuat untuk memperluas otomasi ke dalam jaringan, keamanan, penyimpanan, dan banyak domain lainnya. Bahkan lebih baik lagi, Ansible terintegrasi di sebagian besar portofolio Red Hat, membantu meningkatkan tingkat automasi dan mengurangi biaya dan kompleksitas bagi pelanggan kami,” pungkas Rully.

Tags: , , , ,


COMMENTS