August 27, 2018

Industri TIK Butuh Percepatan, Huawei ‘Godok’ 10 Mahasiswa Indonesia Berbekal Kompetensi Global

Penulis: Rizki Romdoni
Industri TIK Butuh Percepatan, Huawei ‘Godok’ 10 Mahasiswa Indonesia Berbekal Kompetensi Global  

Mobitekno – Program tanggung jawab korporasi Seeds for The Future, salah satu kegiatan transfer pengetahuan tentang teknologi dan inovasi besutan Huawei telah memasuki gelombang keenam sejak 2013. Secara total sudah lebih dari 80 peserta menjadi alumni program ini yang terdiri dari banyak perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Selina Wen, Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia menyatakan bahwa program ini merupakan komitmen Huawei dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih kompetitif dan siap diandalkan untuk mengantisipasi dinamika dunia TIK. “Khusus Indonesia, Seeds for The Future juga menjadi bentuk respon kami terhadap kebutuhan dunia pendidikan dalam melahirkan lulusan-lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri,” ucapnya saat memberikan sambutan, Jumat (24/8).

Untuk Seeds for The Future tahun ini, 10 mahasiswa dari tujuh universitas terkemuka berhak mengikuti program yang nantinya akan diadakan di dua lokasi China, Beijing dan Shenzhen. Mereka yang mengikuti program ini berasal dari antara lain, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran dan Universitas Telkom.

Kesepuluh mahasiswa pilihan yang akan berangkat ke China berpose bersama

Tentunya, kesepuluh mahasiswa ini secara legal telah terpilih melalui proses seleksi yang mewajibkan mereka untuk menuangkan ide terkait perkembangan industri TIK lewat karya tulis dan presentasi video dalam bahasa Inggris. “Presentasi dalam bentuk video kreatif ditujukan untuk mendorong mahasiswa meningkatkan soft skill dan kemampuan komunikasi verbal mereka secara persuasif yang sangat penting dibutuhkan di dunia kerja,” kata Panji Pratama, perwakilan PT Huawei Tech Investment.

Di China, kesepuluh mahasiswa ini tidak melulu ‘digodok’ materi terkait teknologi dan inovasi. Sebaliknya, di Beijing mereka berkesempatan mempelajari budaya China dan filosofinya di Beijing Language and Culture University. Selain itu, mereka juga akan menjelajah kota yang menjadi representasi dari kemajuan China modern serta Tembok Besar China yang merupakan representasi dari kebesaran budaya China masa lalu.

Di tempat kedua, Shenzhen barulah mereka akan mengikuti program semi-magang dan bimbingan tentang teknologi dan inovasi terbaru di dunia TIK hingga 7 September 2018. Di kantor pusat Huawei ini, peserta akan dibekali berbagai pengetahuan dan materi yang relevan dengan dunia TIK yang mereka geluti.

“Dengan program yang kami lakukan, target yang kami ingin capai ialah sharing success, karena SDM Indonesia sudah sangat mumpuni di kancah global. Ditambah lagi, mereka yang mengikuti program ini juga berkesempatan belajar membangun jejaring internasional. Jadi itu modal yang cukup baik bagi mereka,” kata Panji.

Tags: , , ,

  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

COMMENTS