October 23, 2018

Usung Tema Cyber Insight 2018, Kaspersky Lab Gelar Security Roadshow Pertama di 12 Kota di Asia Pasifik

Penulis: Karyo | Editor: Rizki Romdoni
Usung Tema Cyber Insight 2018, Kaspersky Lab Gelar Security Roadshow Pertama di 12 Kota di Asia Pasifik  

Mobitekno – Kaspersky Lab mengadakan Security Roadshow pertama di 12 kota di Asia Pasifik yang bertemakan Cyber Insight ​​2018. Acara ini bekerjasama dengan para customer, analis dan pakar keamanan siber untuk membahas lansekap ancaman yang mungkin dihadapi Negara-negara di Asia Pasifik, dan mengeksplorasi apa saja kebutuhan sebuah organisasi dalam membangun strategi pertahanan dunia maya yang kuat untuk membantu mengatasi risiko keamanan seperti deteksi serangan baru dan prediksi ancaman kompleks di masa depan.

Pemberhentian Negara Asia Pasifik kali ini adalah Jakarta dan berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan. Kaspersky sebelumnya sudah menggelar acara tersebut di beberapa negara seperti Cina Taipe, Hong Kong, Cina, Malaysia, Singapura, Thailand, India dan Australia.

Cyber Insight 2018 yang digelar di Jakarta, Selasa (16/10) kali ini menampilkan sesi yang diisi oleh para ahli dari Tim Riset dan Analisis Global (GReAT).

Beberapa pembicara yang ahli yang mengisi acara tersebut adalah Yeo Siang Tiong selaku General Manager South East Asia, Kaspersky Lab yang sekaligus membuka secara resmi acara tersebut didampingi oleh Channel Manager Indonesia Kaspersky Lab Dony Koesmandarin.

Selain itu acara di lanjutkan dengan paparan oleh Vitaly Kamluk sebagai Director, Global Research & Analysis Team, APAC yang mempresentasikan APAC ThreatScape 2018.  Sesi tersebut menyoroti ancaman utama yang mempengaruhi negara-negara APAC pada tahun 2017 dan paruh pertama tahun 2018 dan juga merinci tentang ancaman siber teratas yang mungkin dihadapi berbagai sektor bisnis dalam paruh kedua tahun ini.

Menurut Vitaly Kamluk mengungkapkan bahwa kasus serangan WannaCry, malware Roaming Mantis, serta sabotase Olimpiade Musim Dingin Pyongchang  adalah menjadi bagian kecil dari gambaran atas serangan siber di kawasan Asia Pasifik.

“Ada beberapa potensi serangan yang mungkin terjadi, seperti serangan melalui perangkat internet of things (IoT) yang melibatkan network router. Keamanan bagi perangkat tidak lagi diabaikan. Penjahat siber bisa melihat celah untuk masuk dalam sistem IT perusahaan dan membuka jalan bagi peretasan yang lebih luas,” ujar Kamluk pada saat paparannya di Jakarta, Selasa (16/10).

Selain itu sesi berikutnya yaitu  Building Cyber Defence & Resilience: An IDC Perspective yang disampaikan oleh Simon Piff selaku Vice President, Security Practice, IDC APAC dan dilanjutkan dengan presentasi yang disampaikan Leonard Sim selaku Head of Presales, Kaspersky Lab, APAC mengenai Threat Management & Defense (dengan Demo).

Sesi ini menampilkan pendekatan Manajemen Ancaman dan Pertahanan dengan memberikan kombinasi unik dari teknologi dan layanan terkemuka yang mendukung penerapan Strategi Keamanan Adaptif.

Dengan pendekatan ini, organisasi dapat mendapatkan proyeksi lengkap mengenai siklus ancaman dan beralih dari model keamanan proaktif menuju keamanan reaktif berdasarkan manajemen risiko, pemantauan yang berlanjut di seluruh jaringan organisasi diiringi dengan kemampuan remediasi ancaman tercanggih.

Sebagai  penutup sesi Cyber Insight 2018 di Jakarta tersebut diisi dengan panel diskusi yang membahas Securing the Boundary-Less Enterprise oleh seluruh pembicara terbaik dari Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) dan juga International Data Corporation (IDC) Asia/Pacific.

Dengan adanya Roadshow Cyber Insight 2018 di Jakarta, diharapkan dapat memberikan wawasan terbaru bagi seluruh perusahaan dalam mengelola dan menerapkan strategi dalam keamanannya demi keberlangsungan visi dan misi yang menjadi nilai dalam mengembangkan bisnisnya.

Tags: , , ,

  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares

COMMENTS