December 6, 2022

Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Ancaman Resesi

Penulis: Muhammad Rizki
Inovasi dan Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Ancaman Resesi  

Mobitekno – Kabar yang tidak sedap mulai merebak ke ranah publik menjelang penutupan tahun, terutama dari sudut pandang ekonomi digital. Gambaran menakutkan resesi yang akan terjadi tahun depan, sedikit-banyak telah terbukti.

Bahkan sebelum masuk 2023, fenomena suramnya ekonomi sudah memakan korban berupa pemutusan hubungan kerja di berbagai usaha rintisan maupun perusahaan berbasis teknologi/digital.

Walau resesi global tengah melanda dunia, akan tetapi catatan dari Bank Indonesia, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan di atas 5 persen atau 5,2 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya dari kinerja ekspor, namun juga dari sisi konsumsi dalam negeri yang terus mendukung pemulihan ekonomi.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2023, di kisaran 4,6 persen hingga 5,3 persen melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia. Bahkan jauh lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi negara berkembang.

Meski demikian, sejumlah perusahaan termasuk BUMN harus melakukan inovasi untuk menghadapi tantangan resesi global yang bisa saja berdampak ke Indonesia. Apalagi perang Rusia Ukraina yang belum kunjung usai dan lonjakan inflasi juga bisa sewaktu-waktu mengancam ekonomi Indonesia.

Hal-hal tersebut yang membuat Selular Media Network menggelar acara Selular Digital Telco Outlook (SDTO) tahun 2023. Acara ini berlangsung di Park Regis Arion Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (6/12), mengundang sejumlah pelaku bisnis digital dan telekomunikasi.

“Seperti gelaran sebelumnya, Digital Telco Outlook 2023, akan menampilkan beragam presentasi yang menggugah pemikiran dari para pemimpin industri. Para pemimpin industri ini akan berbagi pengalaman tentang upaya transformasi dan kolaborasi, menggarap new business sesuai dengan ekosistem digital yang berkembang saat ini,” kata CEO Selular Media Network, Uday Rayana.

Uday menjelaskan banyak gagasan yang menarik dari para pemimpin industri untuk menghadapi tantang tahun 2023 di tengah resesi global. Pemikiran-pemikiran tersebut membuahkan inovasi dari beragam industri untuk tetap kuat meski adanya badai resesi global.

Pada acara Selular Digital Telco Outlook (SDTO) 2023 ini terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama ada sembilan narasumber yakni Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo RI, Dr. Denny Setiawan; Vice President Area Account Management Telkomsel, Samuel Pasaribu; GH Enterprise Commercial XL Axiata, Triwahyuningsih; President Director ZTE Indonesia, Richard Liang. Lalu Country Director Ciena Communication, Judi Hartono; Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB Niaga, Lusiana Saleh; Chief Strategy Officer Erajaya Digital, Eric Lee; EVP Cloud & Data Center Telkomsigma, Navyta M. Siregar Malonda; Direktrur Utama FWD Insurance, Anantharaman Sridharan. Diskusi sesi pertama dimoderatori oleh Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi.

Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo RI, Dr Denny Setiawan mengatakan pada tahun 2023, tantangan bangsa Indonesia akan semakin kompleks dengan kondisi perekonomian global yang masih tidak pasti. Meski demikian pemerintah optimis bangsa ini mampu melewatinya.

“Kami optimis dengan kolaborasi dan sinergi dari para stakeholder serta inovasi dari anak bangsa yang kreatif bisa jadi solusi. Selain akan memperkuat lokal konten Indonesia, juga akan membantu kondisi perekonomian Indonesia untuk terus bertumbuh,” ujarnya.

Vice President Area Account Management Telkomsel, Samuel Pasaribu mengatakan memasuki tahun 2023 ada banyak tantangan di berbagai sektor industri utamanya Telekomunikasi karena adanya perubahan iklim ekonomi. Telkomsel mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai tantangan dan peluang di tahun depan.

“Telkomsel mengedepankan komitmen yang sama untuk terus lampaui batas dan bergerak maju dalam memberdayakan Indonesia di tahun 2023. Telkomsel telah memastikan keberlanjutan roadmap perusahaan untuk menghadapi seluruh tantangan dan peluang tersebut dengan terus berinovasi menghadirkan ragam solusi produk dan layanan yang customer centric melalui penguatan tiga pilar digitalnya, yakni sebagai penyedia Digital Connectivity, Digital Platform dan Digital Servis,” kata Samuel.

“Sebagai penyedia Digital connectivity Telkomsel akan terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas hingga kualitas jaringan dengan menghadirkan konektivitas digital 4G/LTE dan 5G yang merata dan setara hingga pelosok negeri. Kemudian menghadirkan ragam paket broadband yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter pelanggan, serta memberikan value lebih yang ditunjang dengan layanan bernilai tambah yang semakin mendukung kebutuhan konektivitas digital masyarakat dalam mendukung ragam aktivitas kesehariannya,” sambungnya.

Sementara itu, Group Head Solutions Architect & Development, Aun Abdul Wadud mengatakan selama lima tahun ke belakang, XL Axiata berhasil mempertahankan pertumbuhan bisnisnya di tengah banyaknya tantangan. Baik secara industri maupun secara global seperti adanya Pandemi Covid-19 yang berlangsung dari tahun 2020 hingga saat ini.

“Untuk dapat terus bertumbuh, di tahun 2023 perusahaan akan fokus kepada tiga pilar pertumbuhan. Kami akan terus meningkatkan penawaran Convergence sesuai dengan visi perusahaan,” ujar Aun.

“Convergence kami akan berfokus pada dua segmen yaitu keluarga dan bisnis (solusi terpadu untuk SME). Kami juga akan terus mengembangkan infrastruktur jaringan demi mendukung kualitas layanan yang lebih baik lagi. Kepuasan pelanggan tetap menjadi salah satu fokus utama kami sebagai hal yang membedakan kami dengan operator lain,” sambungnya.

Tags: , , , ,


COMMENTS