October 3, 2022

Acara Puncak Tinc Batch 7: Telkomsel Pertemukan Startup, Alumni, dan Venture Capital

Penulis: Muhammad Rizki
Acara Puncak Tinc Batch 7: Telkomsel Pertemukan Startup, Alumni, dan Venture Capital  

Mobitekno – Pada penghujung program akselerasi Tinc Batch 7 di Jakarta, Kamis (29/9), Telkomsel mempertemukan 4 startup, 11 alumni, 10 partner, dan 17 Venture Capital dalam acara Tinc Batch 7 Demo Day and Alumni Gathering.

Bertajuk ‘Expanding the Possibilities: Resilience, Reboot, Reinvent’, Telkomsel menggelar acara Demo Day tersebut dalam rangka mengapresiasi startup peserta program Tinc Batch 7 dan mempertemukan mereka dengan Venture Capital ternama, serta acara Alumni Gathering untuk membuka peluang kolaborasi antara startup dengan unit bisnis Telkomsel, para mentor dan expert, mitra strategis, dan komunitas Venture Capital.

Direktur Planning & Transformation Telkomsel Wong Soo Nam mengatakan, “Telkomsel menegaskan kembali komitmennya sebagai digital ecosystem enabler dengan memberdayakan startup Indonesia melalui Tinc untuk mengakselerasi pertumbuhan mereka, mewujudkan potensi-potensi melalui kolaborasi, dan memanfaatkan kapabilitas ekosistem, aset dan jejaring Telkomsel,”

“Selaras dengan visi Tinc untuk membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan, acara ini menjadi wadah bagi para stakeholders untuk bertemu dan membuka peluang kolaborasi, yang di antaranya dapat terwujud dalam bentuk fundraising, investment, atau strategic partnership,” ungkap Soo Nam

Dengan mempertemukan mereka yang sebelumnya hanya pernah berkumpul secara daring, kami berharap Tinc Batch 7 Demo Day & Alumni Gathering menjadi titik awal bagi ekosistem Tinc untuk memperkuat hubungan, memperluas jejaring, dan mendukung satu sama lain.

Pada segmen Demo Day, Telkomsel menunjukkan kemajuan bisnis dari startup Tinc Batch 7 yang telah melalui beberapa tahapan akselerasi, dan mendapatkan pengayaan melalui bootcamp dan mentoring. Startup Askara, Fammi.ly, Machine Vision dan Tumbasin menyampaikan presentasi tentang lingkup bisnis, peta jalan bisnis, rencana kolaborasi, hingga rencana pendanaan mereka.

Dengan ulasan dan umpan balik dari Venture Capital yang hadir, Telkomsel berharap dapat mendukung startup untuk berkembang mencapai tingkat kematangan dan kelayakan investasi yang tepat.

Sebagai investor yang akan mengulas dan memberikan umpan balik bagi startup Tinc Batch 7, Telkomsel mengundang Telkomsel Mitra Inovasi, MDI Ventures, Aksara Ventures, Angel Investment Network Indonesia, Arise VC, Benson Capital, Global Founder Capital, Qualgro Singapore, Gayo Founder Capital, Cydonia VC, Jungle Venture, Kejora-SBI Orbit, Kinesys Group, Northstar Group, Sequoia Singapore, Skystar Capital, dan Venturra.

Pada segmen Alumni Gathering, Tinc menghubungkan kembali portofolio startup untuk berbagi kabar perkembangan bisnis mereka. Dalam sesi ini, Telkomsel mempertemukan startup Bizhare, Ecodoe, ZiCare, SHINTA VR, Jojonomic, Kecilin, eFishery, Jala, Habibi Garden, Birru, dan Ctscope, dengan para Venture Capital dan unit bisnis Telkomsel yang hadir untuk menggali potensi kolaborasi lebih lanjut, sekaligus mendiskusikan bagaimana startup bisa bertahan di tengah situasi ekonomi pasca pandemi.

Tinc Batch 7 Demo Day and Alumni Gathering merupakan acara puncak dari program akselerasi Tinc Batch 7 yang membuka pendaftaran sejak 18 Oktober 2021 bagi startup dengan solusi digital di berbagai bidang.

Setelah melalui beberapa tahap seleksi, Telkomsel telah memilih startup terbaik untuk menjalani program pengembangan selama 6 bulan, memanfaatkan ekosistem, aset dan jejaring Telkomsel, sekaligus menjajaki potensi kolaborasi lebih lanjut dengan perusahaan.

“Melalui program akselerasi bisnis inovatif digital, Telkomsel mengajak stakeholders untuk menciptakan perubahan dalam ekosistem digital dengan membangun dan merawat hubungan yang bernilai dan berharga dalam rangka memperkuat ekonomi digital Indonesia,” kata Soo Nam.

Ia melanjutkan, “Telkomsel berharap di penghujung program akselerasi Tinc Batch 7 ini, startup yang berpartisipasi bisa mendemonstrasikan resilience untuk bertahan di tengah perubahan dan krisis, melakukan reboot untuk beradaptasi terhadap peralihan tren dan kompetisi bisnis, serta selalu reinvent untuk mewujudkan gagasan baru dan tetap inovatif,” tutup Soo Nam.

Tags: , , , , ,


COMMENTS