March 1, 2022

Dapat Bantuan Terminal Starlink dari SpaceX Atasi Gangguan Internet, Ini Risiko yang Masih Dihadapi Ukraina

Penulis: Iwan RS
Dapat Bantuan Terminal Starlink dari SpaceX Atasi Gangguan Internet, Ini Risiko yang Masih Dihadapi Ukraina  

Mobitekno – Salah satu strategi peperangan di era Internet dalam dua dekade ini adalah menghacurkan infrastruktur komunikasi lawan. HaI ini pula yang terjadi saat Rusia mulai memasuki wilayah Ukraina sejak enam hari lalu. Namun, pemerintah Ukraina belum kehilangan akal, dukungan dari berbagai negara tampaknya mulai berdatangan, termasuk bantuan untuk pemulihan sarana komunikasi.

Belum lama ini pemerintahan Ukraina telah mengkonfirmasi telah menerima perangkat terminal untuk mendukung layanan Internet Starlink yang menyediakan koneksi broadband dari luar angkasa tanpa memerlukan kabel serat optik. ayanan koneksi internet broadband dari luar angkasa tanpa memerlukan kabel serat optik di Bumi. Singkatnya, layanan Starlink bekerja dengan membentuk konstelasi satelit yang dioperasikan SpaceX untuk menyediakan akses Internet satelit ke sebagian besar permukaan Bumi.

Setelah bertukar ciutan singkat di Twitter dengan pendiri SpaceX Elon Musk, Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov akhirnya men-tweet foto paket kedatangan perangkat terminal Starlink di sebuah truk.

Tiga hari yang lalu, Fedorov telah meminta bantuan Elon Musk untuk menyediakan terminal Starlink karena terganggunya backbone Internet di negaranya, GigaTrans mengalami gangguan yang ditandai dengan turunnya konektivitas di bawah 20% dari level normal sesuai laporan NetBlocks. Elon Musk sebagai CEO SpaceX dengan cepat merespons dan mengatakan bahwa terminal Starlink akan segera dikirimkan ke Ukraina untuk mengatasi masalah tersebut.

Meski layanan satelit Internet di orbit rendah ini diharapkan dapat mengatasi kebutuhan koneksi broadband cepat bagi Ukraina, solusi Starlink mungkin akan menghadapi beberapa kendala tersendiri terutama di kota-kota besar besar, seperti ibukota Kyiv.

Pandangan ini dikemukakan oleh konsultan komunikasi satelit, Tim Farrar, yang menyatakan bahwa penerapana Starlink mungkin akan mengalami hambatan karena terminal/parabola Starlink membutuhkan line of sight (sudut pandang) yang luas ke langit/angkasa agar koneksi berjalan dengan lancar. Sesuatu yang sulit dilakukan di daerah perkotaan seperti Kyiv yang dipenuhi dengan gedung-gedung tinggi.

John Scott-Railton, peneliti senior di proyek Citizen Lab Universitas Toronto juga menyebutkan kekhawatiran lainnya terkait penggunaan parabola yang dapat membahayakan keselamatan penggunanya. Menurutnya, transmisi uplink dari parabola Starlink ke satelit terdekat di angkasa dapat berisiko memudahkan pasukan Rusia untuk menemukan target sasaran.

Terlepas dari risiko yang ada, kontribusi terminal Starlink bukanlah yang pertama kali dilakukan SpaceX. Sebelumnya, inisiatif serupa juga dilakukan ke pemerintah Tonga setelah infrastruktur internet negara tersebut rusak akaibat setelah letusan gunung berapi.

Tags: , , , , ,


COMMENTS