September 9, 2021

Lindungi Nasabah, Jenius, BCA, BNI, Blu by BCA, dan Twitter Indonesia Suarakan #DatamuRahasiamu

Penulis: Desmal Andi
Lindungi Nasabah, Jenius, BCA, BNI, Blu by BCA, dan Twitter Indonesia Suarakan #DatamuRahasiamu  

Mobitekno – Adanya pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari satu tahun, membuat masyarakat pada akhirnya mengubah cara mereka bertransaksi dari sistem konvensional ke sistem  atau transaksi digital. Masyarakat yang tadinya tidak digital terpaksa harus belajar trnsaksi digital. Apalagi sejak awal pandemi, seluruh aktivitas diimbau untuk dilakukan dari rumah, dan hal ini mendorong orang melakukan berbagai transaksi keuangan secara digital. Bahkan, Bank Indonesia memprediksi transaksi digital banking pada tahun ini diproyeksikan meningkat 19%.

Sayangnya, semakin banyaknya masyarakat menggunakan transaksi digital, terutama di e-Commerce, tidak diikuti dengan pamahaman mendalam mengenai data-data penting mereka. Jadi, tidak heran masih ditemukan berbagai kasus kebocoran data pribadi. Melihat hal ini, masih denga momen hari pelanggan nasional, Jenius dari BTPM, blu by BCA, BCA, BNI, dan Twitter Indinesia berkolaborasi dalam kampanye edukasi #DatamuRahasiamu. Diharapkan dengan kampanye ini masyarakat semakin paham pentingnya keamana data diri mereka, terutama saat ingin bertransaksi secara digital.

“Saat ini masih banyak ditemukan kasus kebocoran data di Indonesia, dan dari kasus ini berdampak juga ke digital banking. Biasanya orang yang mengalami kebocoran data, baru merasakan kerugiannya setelah beberapa waktu, bisa berhari-hari kemudian, atau hitungan minggu. Orang yang hari ini merasa aman, suatu hari bisa saja ia menjadi rentan dan menjadi korban kejahatan siber. Dan akhirnya menyadari data pribadinya sudah tersebar di banyak tempat,” ujar Teguh Aprianto, Konsultan keamanan Cyber di beberapa Perusahaan di Indonesia. “Jadi saat ini, saat orang meminta data, kita harus berani bertanya data tersebut akan digunakan untuk kebutuhan apa. Hal ini karena para pelaku penipuan biasanya mencari celah dari pengguna yang tidak teliti, pengguna yang gagap teknologi, dan pengguna yang sedang teralihkan fokusnya,” lanjut Teguh.

Oleh sebab itu, kolaborasi empat Bank ini bersama Twitter Indonesia disambut baik oleh mereka. Dengan demikian, dengan semakin pahamnya masyarakat terntang keamanan datanya melalui kampanye #Datamurahasiamu, ke depannya bisa terwujud juga sistem perbankan yang semakin aman.

“Bagi perbankan, keamanan data di rekening itu menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pihak Bank saja. Apalagi di era digital seperti saat ini dimana pelayanan Bank sudah ada yang bisa dilakukan secara self service. Walaupun dari Bank sendiri sudah memiliki proteksi keamanan yang baik, mulai dari penentuan PIN, assword, kartu bank, namun akan menjadi sia-sia jika nasabahnya dengan mudah menyerahkan data tersebut ke pihak yang tidak diinginkan,” ujar Irwan S. Tisnabudi, Digital Banking Head Bank BTPN.

Hal senada juga disampaikan oleh Duardi Prihandiko, Head of Marketing & Communication BCA Digital, “Kolaborasi ini melibatkan stakeholders dari berbagai pihak untuk edukasi keamanan yang komprehensif dan impactful. Bersama-sama, kami akan melakukan pendekatan komunikasi yang variatif dan relevan untuk menjangkau masyarakat seluas-luasnya, karena keamanan selalu merupakan isu dua sisi. Dari sisi institusi harus punya sistem dan mekanisme yang teruji keamanannya, sedangkan dari sisi customer juga harus selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial. Penting bagi masyarakat modern untuk selalu mengikuti perkembangan berita dan teknologi agar tidak memberi celah untuk oknum yang tidak bertanggungjawab. It always takes two to tango,” Jelas Duardi.

Peluncuran Kolaborasi Kampanye Edukasi #DatamuRahasiamu

Pernyataan Duardi juga sama dengan pihak BCA. “Telah menjadi komitmen BCA untuk senantiasa memprioritaskan keamanan data nasabah, maka dari itu kami memberikan dukungan penuh dan nyata terhadap gerakan kolaborasi #DatamuRahasiamu. Keamanan bertransaksi digital merupakan tanggung jawab bersama antara penyedia layanan perbankan maupun penggunanya,” kata Norisa Saifudin, Vice President marketing Communication BCA.

Dengan semakin meningkatnya sisi teknologi, terutama yang bisa dirasakan kemudahannya oleh masyarakat dan perbankan, tentu saja sisi keamanannya juga harus ditingkatkan. Hal ini agar kejahatan siber tidak mudah untuk bergerak.

“Bagi Bank BNI sendiri, kami selalu meningkatkan sisi keamanan, setiap adanya peningkatan teknologi. Hal ini dilakukan agar para nasabah merasa aman. Namun begitu, dengan semangat kampanye #DatamuRahasiamu ini, sangat penting edukasi mengenai kerahasiaan data. Dan penting juga untuk melakukan edukasi terhadap kebiasaan para nasabah. Jadi, penting untuk diedukasi mengenai hal-hal apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga keamanan datanya,” kata  Rian Eriana Kaslan, Senior Executive Vice President Bisnis Digital BNI.

Beberapa aktivitas ini harus diwaspadai nasabah

Sementara bagi Twitter Indonesia, Twitter sudah melakukan berbagai proteksi untuk menjaga keamanan data para penggunanya. Mulai dari ancaman untuk penyebaran data pribadi hingga kejahatan seperti phishing, Twitter sudah memiliki kebijakan keamanan yang ketat.

“Twitter berkomitmen untuk menjadi bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat agar lebih mengerti mengenai betapa pentingnya menjaga keamanan data, terutama ketika sedang berada di ranah digital,” ujar Dwi Adriansyah, Country Industry Head, Twitter Indonesia.

Kampanye #DatamuRahasiamu ini tidak hanya berhenti pada kolaborasi empat Bank saja. Ke depannya, mereka juga berharap  Bank-Bank lain bisa ikut serta dalam kolaborasi yang bisa memberikan banyak hal positif, baik baki nasabah maupun industri perbankan-nya sendiri.

 

Tags: , , , , ,


COMMENTS