September 1, 2021

Melalui Super App dan Super Platform, Bank Mandiri Siap Menjadi Beyond Digital Banking

Penulis: Desmal Andi
Melalui Super App dan Super Platform, Bank Mandiri Siap Menjadi Beyond Digital Banking  

Mobitekno – PT Bank Mandiri Tbk menyatakan kesiapan dirinya dalam menghadapi persaingan digital, terutama dalam hal layanan perbankan. Oleh sebab itu, Bank Mandiri telah menyiapkan Super-App untuk para nasabah retailnya. Sementara untuk nassabah korporasi, Bank Mandiri juga sudah menyiapkan Super Platform. Langkah ini dilakukan sesuai strategi dan rencana besar Bank Mandiri untuk memberikan layanan digital retail bank yang sepenuhnya dapat melayani seluuh kebutuhan nasabah, tanpa harus melakukan konversi menjadi bank digital (neobank), seperti yang banyak ditempuh beberapa bank nasional lainnya. Keputusan ini diambil karena Bank Mandiri telah memiliki ekosistem perbankan yang mapan dan dipercaya berbagai pihak.

Menurut OJK (Otoritas Jasa Keuangan) melalui POJK No. 12/POJK.03/2021 diketahui bahwa bank digital pada dasarnya sama dengan bank umum. POJK terbaru ini mempertegas pengertian bank digital yang marak saat ini sebagai bank yang telah melakukan digitalisasi produk dan layanan (incumbent), ataupun melalui pendirian bank baru yang langsung berstatus full digital banking. OJK sendiri tidak akan memisahkan antarai bank yang telah memiliki layanan digital, bank digital hasil transformasi dari bank incumbent, atau bank full digital.

“Perseroan akan lebih fokus memacu inovasi digital untuk meningkatkan akses nasabah kepada layanan dan produk perbankan. Dalam waktu dekat, Livin’ by Mandiri akan terus ditingkatkan dan disempurnakan fitur-fiturnya untuk menjadi sebuah super app yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan transaksi finansial nasabah ritel terutama dari Mandiri Group. Langkah ini diharapkan akan mendorong Bank Mandiri menjadi beyond digital banking,” ujar Darmawan Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri.

Sebagai salah satu bank dengan basis pelanggan wholesale terbesar, melalui Super platform miliknya, Bank Mandiri juga mengajak para nasabah korporasinya untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh beragam layanan digital yang terus berkembang.

Salah satu bukti bahwa Bank Mandiri ingin menjadi ‘Beyond Digital Banking’ bisa dilihat dari seriusnya mengembangkan Super App Livin’ by Mandiri. Aplikasi ini terus disempurnakan guna bisa melayani seluruh kebutuhan nasabah dalam hal transaksi keuangan. Aplikasi ini sendiri akan diluncurkan dalam waktu tidak lama lagi.

“Tahun ini, kita sudah memperkenalkan digital platform untuk retail banking kami dengan brand Livin’ by Mandiri, dan kita akan terus mengembangkan produk-produk dan layanan yang terintegrasi digital via Livin’,” ujar Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko PT Bank Mandiri Tbk.

“Pengembangan produk dan layanan yang terintegrasi di dalam super app ini, nantinya Livin’ akan menjadi satu layanan digital bank yang terintegrasi, di mana nasabah-nasabah Bank Mandiri dapat mengakses semua produk jasa keuangan retail banking, terutama yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan Mandiri Group,” lanjut Ahmad Siddik.

Saat ini untuk nasabah retail, Bank Mandiri telah memiliki berbagai opsi untuk mendukung kebutuhan nasabah. Layanan tersebut diantaranya adalah buka rekening online, aplikasi Livin’ by Mandiri, kartu prabayar Mandiri e-Money, serta layanan informasi berbasis kecerdasan buatan Mandiri Intelligent Assistant (MITA) yang ada pada akun resmi WhatsApp Bank Mandiri (+628118414000).

Sedangkan untuk nasabah korporasi, meliputi Mandiri Cash Management (MCM), Mandiri Internet Bisnis (MIB), Mandiri Global Trade, Mandiri Financial Supply Chain Management (FSCM) dan Mandiri Application Programming Interface (API).

Livin’ by Mandiri

Perluasan Fungsi QRIS Lintas Negara untuk Gali Potensi dalam Transaksi Digital

Untuk masa depan digital yang lebih baik, Bank Mandiri juga mendukung perluasan fungsi QRIS untuk lintas negara, melalui metode SNAP (Standarisasi Open Application Programming Interfaces). Hal ini karena Bank Mandiri merasa banyak potensi yang bisa diraih dalam transaksi digital ini melalui aplikasi Livin’by Mandiri, terutama di bidang ekonomi dan pariwisata.

“Dengan SNAP, wisatawan Indonesia di luar negeri atau wisatawan mancanegara di Indonesia akan semakin mudah menggunakan uang elektronik yang diterbitkan di negara yang dikunjunginya,” ujar Thomas Wahyudi, SVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri.

“Nantinya, wisatawan Indonesia akan semakin mudah melakukan transaksi QR melalui aplikasi Livin’ di negara-negara yang sudah bekerja sama. Sebaliknya wisatawan mancanegara juga dimudahkan melakukan pembayaran melalui scan QRIS di merchant-merchant Bank Mandiri yang ada di Indonesia,” lanjut Thomas.

Pertumbuhan transaksi digital Bank Mandiri turut menjadi penopang kenaikan perolehan margin bisnis ke depan. Berdasarkan data kinerja semester I-2021, penggunaan aplikasi Livin’ by Mandiri meningkat pesat mencapai 7,8 juta nasabah dengan nilai transaksi finansial sebesar Rp 728,9 triliun. Ini berarti terjadi pertumbuhan 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk meningkatkan layanan keuangan digital, khususnya kepada nasabah korporasi, Bank Mandiri sebentar lagi akan meluncurkan platform digital yang mengintegrasikan seluruh solusi untuk ekosistem bisnis nasabah korporasi ke dalam sebuah Wholesale Digital Super Platform.

Layanan Wholesale Digital Super Platform ini akan menjadi layanan digital transaction berbasis portal web, API, maupun partnership bagi nasabah UMKM, UKM, dan korporasi, yang mencakup seluruh ekosistem bisnis perusahaan baik dari sisi cash management, value chain, trade, maupun solusi spesifik pada sektor-sektor tertentu. Layanan yang komprehensif ini akan mensupport bisnis perusahaan, memberikan fleksibilitas, dan efisiensi waktu, serta keamanan transaksi.

Tags: , ,


COMMENTS