April 25, 2018

Strategi Xiaomi di Pasar India Mulai Makan Korban

Penulis: Okta W | Editor: Iwan RS
Strategi Xiaomi di Pasar India Mulai Makan Korban  

Mobitekno – Xiaomi, pabrikan smartphone asal Tiongkok terus tumbuh di pasar India. Seperti diungkap oleh Canalys, Xiaomi berhasil mengangkangi Samsung untuk dua kuartal secara berturut-turut dan mendapat 31 persen pangsa pasar. Sementara, Samsung hanya bertahan di 25%.

Pada kuartal pertama 2018, Xiaomi semakin ‘ngacir’ dengan pertumbuhan 155%. Itu artinya, startup teknologi yang berdiri 8 tahun lalu ini mampu mendistribusikan smartphone buatannya ke pasar India sebanyak 9 juta unit.

Selain Xiaomi, dua pabrikan smartphone Tiongkok lainnya, yakni OPPO dan Vivo, juga menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di posisi ketiga dan keempat.

Canalys juga mencatat, distribusi Xiaomi juga tumbuh di luar pasar India dan Tiongkok. Ini membuktikan bahwa strategi global yang diterapkan Xiaomi sudah bekerja optimal. Lewat smartphone andalannya di segmen value, Redmi Note 5, Redmi Note 5 Pro, dan Redmi 5A, Xiaomi berhasil mencetak penjualan yang sangat positif.

Canalys smartphone market in india

Dari ketiga seri smartphone yang dipasarkan di India, Redmi 5A yang terjangkau terbukti laris manis sehingga terjual hingga 3,5 juta unit. Perlu dicatat, angka tersebut hanya diraihnya dalam waktu tiga bulan. Sebagai perbandingan, perangkat Samsung paling laris, yakni Galaxy J7 Nxt hanya dikapalkan sebanyak 1,5 juta unit.

Strategi penjualan smartphone terjangaku dari Xiaomi ini juga akan ‘ditransfer’ ke produk/perangkat lainnya, dalam hal ini televisi. Apa artinya nanti? Sudah pasti rencana Xiaomi ini bakal menekan beberapa produsen televisi mapan di India, seperti Samsung, Sony, dan LG.

Catatan lainnya yang juga ditemukan oleh Canalys, mulai Januari hingga Maret 2018, pasar smartphone di India secara keseluruhan terus berkonsolidasi. Hasilnya, tiga dari empat smartphone baru berasal dari salah satu empat pabrikan teratas dan berdampak pada terpukulnya beberapa pabrikan smartphone yang lebih kecil.

Sebagai contoh, dua pabrikan smartphone yang menjadi korban adalah Gionee dan Lenovo. Canalys menilai, keduanya harus berpikir keras dan mengatur ulang strategi yang dijalankan agar mampu kembali bermain di pasar India. Seperti diketahui, Gioone dan Lenovo, mengalami penurunan distribusi yang cukup siginifikan. Berturut-turut distribusi mereka turun sebsar 90% dan 60%.

Menurut Canalys, penyebab turunnya distribusi Gionee dan Lenovo di pasar India disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, tidak dapat beradaptasi dengan permintaan pasar setempat, kurangnya perluasan saluran offline, dan biaya pemasaran yang relatif kecil dibandingkan kompetitor.

Tahun ini juga menjadi “tahun sulit” bagi para retail smartphone di India (Flipkart dan Amazon). Mereka dikatakan harus dapat beradaptasi dengan situasi permintaan pasar yang sedang bergeser.

Mengandalkan harga rendah dan kompetisi mungkin bukan cara efektif yang bisa dilakukan hingga akhir tahun. Artinya, mereka harus berpikir keras dan kreatif untuk lebih memikat konsumen.

Tags: , , , , , ,


COMMENTS