November 23, 2021

Mitra Channel Jadi Salah Satu Parameter Indikator Kesuksesan Migrasi 4G Telkomsel

Penulis: Muhammad R
Mitra Channel Jadi Salah Satu Parameter Indikator Kesuksesan Migrasi 4G Telkomsel  

Mobitekno – Sejalan dengan langkah Kominfo yang sejak 2016 ingin memperluas jangkauan 4G ke seluruh wilayah Indonesia agar mempermudah masyarakat dalam mengakses data tanpa hambatan, Telkomsel tak henti melanjutkan komitmen mereka memudahkan pelanggannya dalam hal upgrade kartu SIM dari 3G ke 4G.

Berdasarkan data Kominfo, pada akhir 2016, ekosistem global 1.800 MHz menjadi salah satu frekuensi populer untuk 4G. Sudah banyak perangkat murah saat ini yang mendukung jaringan tersebut. Keistimewaan 4G juga terletak pada kemampuan operator yang sudah memiliki teknologi tersebut, seperti Telkomsel yang sudah punya frekuensi sebesar 22,5 MHz di spektrum itu.

Terkait perkembangannya hingga hari ini, Heriawan selaku VP Partner Channel Management Telkomsel menjelaskan bahwa migrasi pelanggan 3G ke 4G sudah menjadi inisiatif strategis Telkomsel. Semua unsur atau entitas di Telkomsel bergerak untuk mensukseskan program tersebut, termasuk mengakselerasi migrasi pelanggan ke 4G.

“Telkomsel memiliki traditional dan modern channel. Traditional channel biasa kita kenal dengan reseller. Mitra channel bahkan Telkomsel tempatkan sebagai salah satu parameter kesuksesan migrasi 4G,” kata Heriawan, baru-baru ini kepada redaksi Mobitekno.

Sebagai gambaran, Heriawan mengungkapkan di sisi outlet tradisional, Telkomsel mengimplementasikan banyak booster ke mereka melalui program-program khusus ke outlet. Selain itu, Telkomsel juga melibatkan outlet-outlet tradisional untuk menjadi titik pertemuan antara customer yang mau melakukan pergantian kartu SIM.

Sementara dari sisi modern channel, Telkomsel melibatkan mereka yang banyak menangani soal kartu SIM, termasuk e-commerce dan partner-partner online lainnya. Guna menambah menarik proses migrasi 4G pelanggan, Telkomsel juga memiliki program-program inisiatif device bundling.

“Dari sisi mitra, kita menggerakkan semuanya karena ujungnya adalah mengakselerasi (migrasi 4G) karena ini menjadi salah satu indikator kesuksesan Telkomsel. Karena itu kita memberdayakan semua resource yang dimiliki, baik internal maupun eksternal, dalam hal ini partner-partner distribusi,” urai Heriawan.

Telkomsel juga melakukan PIA (Post Implementation Analysis), dengan mengevaluasi berbagai inisiatif yang dilakukan terkait program migrasi 4G ini. Dari hasil evaluasi, salah satunya ditemukan adanya keengganan pelanggan saat harus datang ke GraPARI untuk ganti kartu.

“Di outlet-outlet tradisional sekarang bisa melayani migrasi kartu SIM 3G ke 4G. Jadi pelanggan bisa datang ke outlet terdekat dari rumahnya. Dulu memang penggantian kartu SIM terpusat di GraPARI,” ungkap Heriawan.

Di sisi direct channel, lanjut Heriawan, Telkomsel membangun online ordering system, di mana pelanggan bisa melakukan (transaksi) dari rumah. Tinggal order melalui aplikasi MyTelkomsel atau Telkomsel Online Order System sehingga pelanggan lebih mudah saat hendak mengganti kartu SIM 3G ke 4G.

Menyinggung penjualan, Telkomsel membagi dua produk mereka, yaitu produk fisik dan nonfisik. Untuk produk fisik Telkomsel kebanyakan masih tersedia di traditional channel, seperti kartu perdana dan voucher fisik.

Untuk produk elektronik, seperti voucher pulsa elektronik dan paket data, trafik penjualannya lebih besar di modern channel.

Tags: , , , ,


COMMENTS