December 23, 2020

Teknologi Informasi akan Menjadi ‘Driver’ untuk Pertumbuhan Bisnis Indonesia Selanjutnya

Penulis: Desmal Andi
Teknologi Informasi akan Menjadi ‘Driver’ untuk Pertumbuhan Bisnis Indonesia Selanjutnya  

Mobitekno – Adanya pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini menjadi salah satu tantangan banyak perusahaan untuk terus menjalankan bisnisnya. Mereka terus mencari inovasi-inovasi agar bisa survive di masa-masa seprti ini. Namun, bagi perusahaan yang sudah melek dengan teknologi, mereka akan sedikit lebih mudah mengatasinya. Hal ini karena teknologi menjadi salah satu kunci bagi perusahaan untuk terus sukses. Dan, salah satu diantaranya adalah Digital transformation, yang saat ini banyak dilakukan perusahaan.

Dengan adanya tantangan di tahun ini, perusahaan bisa lebih fokus dalam berbisnis, terutama untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya. Menurut Red Hat Indonesia pada acara online minggu lalu, semua perusahaan kini sudah mulai menuju industri 4.0. Oleh sebab itu, digital transformation menjadi salah satu kunci untuk menuju ke sana.

‘Laporan yang dikeluarkan Kementrian keuangan berdasarkan Agent Development Bank itu menyatakan value yang bisa didapatkan dari digitalisasi di tahun 2025 adalah bisa mencapai 150 juta US dolar. Peluang digital dan teknologi informasi tentu sangat besar, walau tantangannya juga cukup besar, terutama di tahun 2020 ini,” ujar Rully Moulany, Country Manager PT Red Hat Indonesia. “Red Hat tetap optimis dengan masa depan ini, apalagi melihat apa saja yang sudah dijalani red hat selama ini,” lanjut Rully.

Di tahun 2020 yang penuh tantangan ini, ada banyak hal yang sudah dilakukan Red Hat untuk para pelanggan dan calon pelanggannya. Sebagian besar mengalami perubahan konsep dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu hal yang dilakukan Red Hat adalah kehadiran CEO baru, Paul Cormier. CEO baru ini diharapkan bisa membawa Red Hat menjadi lebih baik lagi dari sekarang.

Selanjutnya, di tahun 2020 ini, Red Hat juga berhasil dan sukses mengadakan beberapa event, seperti Red Hat Summit, Red Hat Pacific Partner Conference, dan Red Hat Forum Asia Pacific pada Oktober lalu. Namun, semua mengalami perubahan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya selalu diadakan offline dan bertatap muka secara langsung, di tahun 2020 ini semuanya bergeser menjadi virtual. Namun, semuanya tidak mengurangi tujuan dan misi semua acara tadi.

Belajar dari Tantangan Covid-19

Red Hat juga memiliki solusi untuk keberlangsungan bisnis terutama dengan adanya pandemi Covid-19 ini.  Semua menjadi belajar tentang pentingnya digital dengan adanya pandemi ini. Apalagi ke depannya, digital akan memegang peranan kunci. Red Hat menganggap, di masa selanjutnya, semua tidak akan kembali seperti sebelum Covid-19. Semua perusahaan sudah siap menghadapi tantangan digital.

Oleh sebab itu Red Hat terus berusaha untuk mendukung banyak perusahaan agar mereka bisa terus sukses dalam bisnisnya. Beberapa hal yag dilakukan Red Hat adalah:

  1. Membangung pemikiran bahwa semua perusahaan sudah harus memikirkan business Continuity (Keberlangsungan bisnisnya). Mereka harus sudah membangun layanan pelanggan yang lebih mudah dan nyaman. Dengan cara ini dan ditambah teknologi digital di dalamnya, perusahaan bisa terus fokus dan survive. Dan inii menjadi fokus Red Hat. Apalagi jika sudah terkait infomasi, product security, masalah continuity manajemen, dan tata kelolanya.
  2. Red Hat juga terus memberikan solusi kepada pelanggannya, terutama yang sudah memiliki solusi Red Hat sebelumnya dengan memberikan layanan Extended Life Cycles.
  3. Adanya pandemi, membuat Red Hat juga melakukan perubahan terhadap jenis training dan pemberian sertifikasi. Kini semuanya dilakukan secara virtual dan hal ini menjadi tidak masalah.

Salah satu aktivitas virtual yang dilakukan red hat dengan sertifikasinya adalah aktivitas Red hat Open Innovation labs. Ini bekerjasama dengan perusahaan2, terutama untuk para developernya. Mereka membangaun aplikasi bersama. Red Hat juga membantu mendorong adopsi teknologi kepada mereka.

Di tahun ini Red Hat juga melakukan survei yang berkaitan dengan transformasi digital. Hasilnya, Transformasi Digital paling besar dirasakan dampaknya dari sisi digital efisiensi. Ini banyak dirasakan oleh perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan di Indonesia, apalagi di masa pandemi saat ini dimana aktivitas tidak bisa dilakukan penuh di kantor. Semuanya dilakukan secara online. Kebiasaan pun turut berubah, seperti proses tanda tangan yang biasanya dilakukan secara hard copy, kini menjadi lebih efisien dengan online.

Dari data Red Hat juga diketahui bahwa tahun 2020 bahwa lebih dari 20 persen dari responden menyatakan bahwa bukan transformasi tetapi juga acclerate. Karena mereka melihat bahwa mereka tidak bisa balik ke normal seperti dahulu lagi. Semua dilakukan digitalisasi untuk ke depannya. Akselerasi menjadi sangat penting.

Bagaimana dengan Indonesia? Red Hat mencatat 4 hal penting yang mengubah cara beraktivitas perusahaan di Indonesia. Keempat hal tersebut adalah:

  1. Automation adoption yang membuat perusahaan beroperasi secara digital, dilakukan dari jarak jauh, sehingga lebih efisien.
  2. Transformasi Digital yangs udah tidak bisa dielakkan. Banyak perusahaan yang melakukan transformasi digital di tahun 2020 ini. Apalagi pandemi Covid-19 mendorong mereka melakukan transformasi digital ini dengan lebih cepat.
  3. Penggunaan Containar yang semakin banyak. Hal ini guna mendukung cloud computing bagi data perusahaan sehingga dapat dilakukan lebih cepat, aman, dan nyaman.
  4. Vertical Success bagi perusahaan seperti bank dan pemerintahan dengan menerapkan tren-tren yang ada saat ini.
Rully Moulany, Country Manager PT Red Hat Indonesia

Open Source Semakin Diminati

Adanya tren yang dicatat red hat ini juga sekaligus mendorong penggunaan solusi open source untuk semakin berkembang di berbagai perusahaan. Menurut Rully, perusahaanperusahaan besar dari segala segmen industri sebenarnya ingin bergerak selincah startup namun  menggunakan sesuatu yang lebih aman dan terjamin dengan open source. Red hat sudah melakukan edukasi menegenai open source ini sejak lama. Lebih dari 7 tahun Red Hat bermain di open source ini di Indonesia. Dan, responnya setiap tahun semakin bagus.

Pemahaman open source dan digital etransformasi tentunya akan terus berlangsung. Apalagi di sini teknologi terus berkembang setiap saat. Open source terus berkembang sehingga saat ini open source merupakan teknologi yang tidak mungkin dihindari. Open source bisa menjadi kunci pertumbuhan bisnis setiap perusahaan. Tanpa ada open source kita tidak punya hal-hal yang memudahkan seperti saat ini. Salah satu contohnya android di handphone, aplikasi telemedicine, hingga aplikasi lainnya.

Red hat akan terus mengembangkan open source yang membuat nyaman dan aman bagi penggunanya. Ini juga menjadi unik position red hat di indonesia.

Tags: , ,


COMMENTS