January 24, 2023

Pendekatan Hybrid dan Business Digital Jadi Kunci Pendorong Keberhasilan Transformasi Digital BRI

Penulis: Iwan RS
Pendekatan Hybrid dan Business Digital Jadi Kunci Pendorong Keberhasilan Transformasi Digital BRI  

Mobitekno – Disrupsi digital industri memaksa perbankan untuk melakukan tranformasi agar tetap kompetitif. Pandemi telah merubah pola konsumsi masyarakat ke arah digital sehingga mendorong perbankan mengakselerasi proses transformasi menuju perbankan digital. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. atau BRI juga melakukan transformasi digital sejak 2015 melalui dua pendekatan utama.

“Kami di BRI memang melihat transformasi digital sebagai suatu hal yang akan membawa kami, melontarkan kami, untuk bisa lebih men-support bisnis, satu. Yang kedua, men-support utamanya juga untuk nasabah kami,” kata Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha di Jakarta (24/1/2023).

Hal pertama adalah hybrid approach dimana BRI memadu padankan layanan digital dan konvensional dengan mentransformasikan proses-proses bisnis yang ada (existing) dan membawanya lebih digital. Melalui pendekatan ini BRI memperbaiki banyak proses sekaligus mempercepat personal bisnis serta meningkatkan efisiensi dab produktivitas.

Hal kedua adalah business digital approach itu sendiri. Di mana perseroan menargetkan mencari new sources of growth hingga new business revenue. Sehingga memungkinan Insan BRILian atau pekerja BRI untuk mencari sumber pertumbuhan bisnis baru hingga di ranah yang tidak lazim bagi BRI melakukannya sebelumnya.

“Ini yang sedang kami lakukan dan kami bayangkan selama beberapa tahun kemarin. Tahun 2021 lalu, kami coba reframe lagi niatan kami yang termaktub dalam sebuah dokumen yang kami sebut dokumen transformasi kami BRIVolution. Dan tahun lalu kami perbaharuhi dan kami segarkan dengan beberapa update yang kami sebut dengan BRIvolution 2.0,” ujarnya menjelaskan.

Arga pun mencontohkan keberhasilan pendekatan digitalisasi BRI dalam dua produk utama yang digunakan di tataran eksternal atau nasabah, juga di tataran internal bagi tenaga pemasar. Dia menjelaskan flagship produk digital BRI seperti layanan utama untuk digital banking yaitu BRImo.

BRImo merupakan produk andalan untuk melayani nasabah-nasabah yang lebih digital literate. Keberhasilan produk BRImo terlihat dari nilai transaksinya yang sudah sudah sekitar Rp2.669 triliun hingga akhir Desember 2022.

Produk lainnya adalah BRIspot (aplikasi pengajuan fasilitas dan layanan kredit konsumer perbankan) yang dianggap sebagai buah dari transformasi untuk proses perbaikan secara digital di tataran internal. BRIspot menjadi aplikasi yang di kalangan industri perbankan disebut dengan loan origination system atau alat bantu secara internal untuk bisa memproses permintaan-permintaan nasabah dalam mengajukan pinjaman dan kredit.

“Dalam satu hari itu, kawan-kawan kami di unit-unit kerja operasional bisa men-disbursed dari nasabah mikro sekitar Rp1 triliun. Itu tidak akan terjadi kalau tidak menggunakan BRIspot. Dulu tanpa adanya BRIspot memproses kredit itu rata-rata worst case-nya dua minggu. Dengan BRIspot kami bisa mempercepat proses kredit menjadi sekitar cuma dua hari saja. Bahkan pada banyak kasus dua jam selesai bila dokumennya lengkap,” katanya.

Arga mengatakan seluruh layanan dan produk digital BRI terus-menerus diperbaiki dengan menggunakan perspektif nasabah. Dengan demikian, pihaknya meyakini masih banyak ruang untuk dikembangkan. Hal itu pun dapat menjawab kebutuhan nasabah dengan lebih baik.

Tags: , , , , , ,


COMMENTS