January 10, 2023

SMKL Siap Tangkap Peluang Meningkatnya Pasar Bisnis Kemasan di 2023

Penulis: Iwan RS
SMKL Siap Tangkap Peluang Meningkatnya Pasar Bisnis Kemasan di 2023  

Mobitekno –┬áPT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) bersiap untuk menangkap peluang pasar bisnis kemasan di 2023 yang diperkirakan akan tumbuh secara signifikan.

SMKL adalah perusahaan yang bergerak di bidang kemasan berbahan dasar karton atau kertas cokelat dengan cetakan flexo yang disebut Kotak Karton Bergelombang (KKB) maupun offset yang disebut Folding Carton Box dan kotak Handphone.

Bisnis kemasan di 2023 diperkirakan akan melonjak didorong oleh ekonomi digital yang diperkirakan akan melejit. Oleh karena itu, Perseroan siap meningkatkan upaya-upaya untuk terus menggenjot penjualan di tahun 2023.

“Kami sudah mempersiapkan diri untuk menangkap setiap peluang pertumbuhan permintaan kemasan tahun depan. Namun demikian, kami juga meningkatkan kehatihatian dalam melangkah karena adanya bayang-bayang resesi dunia yang diperkirakan akan berdampak terhadap ekonomi Indonesia tahun depan,” kata Direktur Marketing SMKL, Herryanto Setiono Hidayat.

Di sisi lain, permintaan kemasan ramah lingkungan yang diperkirakan akan terus meningkat juga akan menjadi keuntungan untuk SMKL yang memproduksi kemasan berbahan baku karton hasil daur ulang. Apalagi, SMKL telah memperoleh sertifikasi berkelanjutan Forest Stewardship Council (FSC) untuk upaya pengembangan bisnis berkelanjutan.

Tren peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk ramah lingkungan dapat dilihat dalam laporan Nielsen, Sustainable Shoppers: Buy the Change They Wish to See in the World, yang mengatakan bahwa 81% konsumen menghendaki kontribusi perusahaan untuk memperbaiki kondisi lingkungan sekitar.

Pada kuartal III tahun ini, SMKL berhasil membukukan laba bersih komprehensif sebesar Rp77,01 miliar, naik 10% dari Rp70,18 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih tersebut terutama diperoleh berkat peningkatan penjualan sebesar 11%YoY dari Rp1,53 triliun menjadi Rp1,70 triliun.

Tags: , , , ,


COMMENTS