April 28, 2022

Huawei Global Analyst Summit 2022: Atasi Tantangan dengan Inovasi Tanpa Henti

Penulis: Iwan RS
Huawei Global Analyst Summit 2022: Atasi Tantangan dengan Inovasi Tanpa Henti  

Mobitekno – Pada ajang tahunan Huawei Global Analyst Summit 2022 atau HAS 2022 yang digelar secara hybrid di Shenzhen, Cina (26/4/2022), Huawei melalui rotating chairman, Ken Hu menyatakan bagaimana tahunn 2022 ini akan menjadi lebih menantang dibandingkan tahun 2021.

Bagi Huawei tantangan ini harus diantisipasi dan dihadapi dengan melakukan berbagai diversifikasi portofolio produk, meningkatkan pengeluaran R&D, sekalgus memastikan operasional berlangsung dengan efisien.

Dihadiri berbagai analis industri, analis keuangan, para pemimpin terkemuka dan berpengaruh, serta perwakilan media dari seluruh dunia, ajang tahunan HAS 2022 ini menjadi salah satu wadah penting untuk mengetahui berbagai tren industri dan strategi pengembangan Huawei masa depan.

Ken Hu dalam sambutannya juga menjelaskan pendekatan Huawei terhadap inovasi dan upaya membangun dunia cerdas yang lebih hijau atau ramah lingkungan.

“Kami akan memperkuat pendekatan kami terhadap inovasi, melengkapi semua industri untuk menjadi digital dan cerdas, dan membantu membangun dunia rendah karbon. Ini adalah kunci pertumbuhan masa depan kami sebagai sebuah perusahaan,” ujar Hu.

Setidaknya ada empat poin yang disampaikan Hu terkait inovasi Huawei di industri saat ini. Pertama terkait konektivitas, Huawei mengumumkan visinya untuk mengaktifkan koneksi 10 Gbps di berbagai lokasi menggunakan teknologi 5.5G dan F5.5G sebagai evolusi lanjutan dalam jaringan nirkabel dan jaringan kabel. Harapannya tercipta koneksi jaringan yang lebih luas, pengalaman yang lebih mendalam, latensi rendah dan keandalan tinggi yang diperlukan untuk industri.

Kedua terkait komputasi, Huawei mendefinisikan ulang arsitektur sistem untuk masing-masing node, perangkat lunak dasar, dan data center untuk meningkatkan kinerja sistem dan efisiensi energi secara signifikan.

Untuk layanan cloud, Huawei juga sedang membangun MetaStudio, saluran konten digital end-to-end berbasis cloud yang akan sangat mempercepat proses produksi konten digital.

Di sektor perangkat (device), Huawei berfokus memberikan konsumen pengalaman cerdas yang berpusat pada pengguna di semua aspek kehidupan, yang disebut sebagai pengalaman Seamless AI Life yang secara efektif mempercepat konvergensi dunia fisik dan digital.

Hu juga menyoroti pembatasan perdagangan, konflik geo-politik (Rusia-Ukraina), tantangan domestik COVID-19, inflasi di berbagai negara, dan fluktuasi valuta asing sebagai tantangan utama yang dihadapi Huawei saat ini.

Adanya beberapa faktor juga membuat Huawei harus dapat menghindari area yang dianggapnya berisiko tinggi bagi bisnis Huawei. Huawei menyadari masih banyak tantangan yang harus dihadapi dan akan terus bekerja keras untuk mengatasinya.

Huawei juga melihat adanya peluang di berbagai bidang yang mencakup dekarbonisasi dan memberikan peningkatan efisiensi ke berbagai industri. Dengan berbagai tantang di depan, Hu mengatakan Huawei akan melanjutkan investasi besar di bidang litbang (R&D) dan menganggap inovasi sebagai jalan menuju masa depan mereka.

Seperti diketahui, anggaran R&D Huawei pada tahun 2021 meningkat menjadi CNY142,7 miliar (sekitar US$ 21,8 miliar) atau 22,4 persen dari total pendapatan dibandingkan dengan 13,2 persen hingga 15,9 persen antara tahun 2012 dan 2020.

Menyinggung inovasi di layanan cloud, Huawei belum lama ini memperkenalkan MetaStudio sebagai layanan konten digital yang memindahkan seluruh proses produksi ke cloud.

Dengan adanya konvergensi antara dunia digital dan fisik, permintaan akan konten digital yang berkualitas akan terus meningkat ke depan. Huawei berarap MetaStudio akan dapat membantu kebutuhan tersebut ke depan.

Hu juga mengatakan tujuan Huawei untuk menghadirkan kecepatan koneksi data seluler 10Gb/s di mana saja dengan berbagai perangkat 5.5G barunya. Ini berarti terjadi peningkatan kecepatan lebih dari sepuluh kali lipat dari kecepatan saat ini.

Huawei juga membagikan visi jangka panjangnya dan beberapa eksplorasi untuk mencapainya. Dr. Zhou Hong, President dari Huawei’s Institute of Strategic Research, menyorot soal adanya lonjakan permintaan data, dengan lalu lintas broadband seluler global meningkat 250 kali lipat antara 2010 dan 2020 dan 400 kali di China.

Dr. Zhou juga mengatakan bahwa semua yang kita bayangkan hari ini sangat mungkin menjadi terlalu konservatif untuk hari esok (mendatang). Kita harus menghadapi masa depan dengan hipotesis yang berani dan visi yang berani, dan tetap waspada dengan segala tantangan yang ada terus maju mencari terobosan atas berbagai kebuntuan dalam teori dan teknologi. Inilah satu-satunya jalan untuk terus maju.”

Dr. Zhou menguraikan beberapa tantangan yang harus diatasi oleh Huawei ke depan. Diantaranya terkait kemajuan mesin AI, dunia virtual, proses manufaktur chip, inovasi energi, teknologi material, dan lain sebagainya.

Tags: , , , ,


COMMENTS