November 26, 2019

Mengulas Peran Guru di Era Industri 4.0, Kelas Pintar Bersama Disdik DKI Adakan Workshop

Penulis: Rizki Romdoni
Mengulas Peran Guru di Era Industri 4.0, Kelas Pintar Bersama Disdik DKI Adakan Workshop  

Mobitekno – Momen Hari Guru berhasil dimanfaatkan oleh Kelas Pintar, solusi belajar online kembangan PT. Extramarks Education Indonesia menggelar workshop bertema “Guru Kreatif, Guru Masa Kini di Era Industri 4.0”. Acara ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, yang merupakan salah satu bentuk komitmen Kelas Pintar dalam usahanya memangkas disparitas pendidikan berkuallitas melalui teknologi.

Turut hadir dalam acara tersebut Ida Nurbani, Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Pengawas dan Komite Sekolah.

Pada kesempatan tersebut, Ida Nurbani menyebutkan bahwa “Guru memiliki posisi paling strategis. Namun bila posisi itu tidak berfungsi secara maksimal maka bisa berdampak buruk bagi masa depan Indonesia. Mengingat begitu pentingnya peran guru, maka perlu dicarikan strategi atau semacam cara khusus agar guru benar-benar bisa berfungsi dengan semestinya sesuai dengan era nya saat ini,” urainya dalam siaran resmi yang diterima redaksi Mobitekno, Senin (25/11).

Acara ini dibuka oleh Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Education Indonesia. Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Uffie ini menegaskan tentang peran penting guru yang tidak mungkin tergantikan oleh teknologi.

“Dalam proses pendidikan di sekolah, dimana Kurikulum, Guru, dan Pembelajaran jadi variabel utama, maka peran guru adalah sentral-nya. Perannya tidak tergantikan. Teknologi hadir untuk meng-empower peran Guru agar bisa men-deliver Kurikulum kepada siswa secara maksimal,” jelas Uffie.

Kelas Pintar

Fernando Uffie, Country Manager Extramarks Education Indonesia saat membuka workshop “Guru Kreatif, Guru Masa Kini di Era Industri 4.0”

Menurutnya, kehadiran teknologi untuk menguatkan peran guru adalah sebuah keniscayaan. Terlebih di era industri 4.0 dimana guru dituntut untuk lebih kreatif dalam proses belajar mengajar. Sementara di sisi lain, guru punya rutinitas padat, mulai dari membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang cukup menyita waktu guru sebelum mengajar, membuat soal, memeriksa pekerjaan rumah, memeriksa hasil ujian, sampai perlu memasukan nilai di raport. Ditambah lagi, perlu mengejar jam mengajar agar bisa memperoleh sertifikasi.

“Guru Masa Kini di era industri 4.0 harus melek teknologi, agar lebih kreatif dan berkarakter. Khususnya dalam proses belajar mengajar. Karena siswa di era digital sekarang ini punya preferensi cara belajar yang beragam. Dominan adalah generasi visual. Sehingga metode penyampaian materi juga perlu disesuaikan, perlu campur tangan teknologi di dalamnya,” Uffie memaparkan.

Lebih lanjut Uffie mencontohkan bahwa dengan memanfaatkan kehadiran teknologi, seorang guru akan sangat terbantu dalam berbagai hal. Yang utamanya adalah dalam penyediaan materi yang memudahkan guru untuk mengajar sesuai dengan karakter siswa. Apakah itu audio, visual, ataupun kinestetik. Dengan demikian, siswa pun dapat belajar dengan lebih menyenangkan, karena sesuai dengan preferensi belajarnya.

Umumnya, tidak semua guru mampu membuat materi dalam bentuk audio, visual, ataupun kinestetik sesuai dengan karakter siswa tersebut. Ditambah lagi, guru belum tentu mengerti tentang teknologi. Disinilah peran dari aplikasi atau solusi pendidikan diperlukan. Dimana guru tidak perlu lagi repot membuat karena sudah disediakan. Apakah materi yang ada tersebut akan disampaikan langsung pada siswa nya atau dapat juga menjadi inspirasi bagi guru untuk memperkaya penyampaian materi bahkan dalam membuat soal-soal.

Bisa juga, solusi pendidikan itu langsung digunakan oleh siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar. Di mana siswa maupun guru dapat dibekali dengan komputer, smartphone atau tablet sehingga dapat mengakses langsung secara bersama-sama. Jika memang tidak bisa diterapkan, dapat menggunakan projector di kelas untuk menampilkan materi pelajaran.

Misalkan menggunakan solusi Kelas Pintar. Di mana, semua materi dan soal-soal yang ada di dalam solusi ini sudah sesuai dengan kurikulum 2013 revisi yang saat ini digunakan di sekolah-sekolah. Guru, tinggal membuka materi pelajaran yang akan diajarkan dan siswa dapat belajar dengan lebih menyenangkan.

Jika pun harus memberikan ujian harian atau ujian semester, guru dapat menjadikan materi dari Kelas Pintar ini untuk inspirasi dalam membuat soal-soal atau bahkan memberikan soal-soal yang sudah ada pada siswa.

Soal-soal dalam Kelas Pintar ini sangat banyak sehingga guru tidak perlu khawatir kekurangan. Apalagi, soal-soal yang ada dikemas dalam beragam bentuk dan sudah disesuaikan dengan tuntutan kurikulum 2013, mulai dari pilihan ganda, essay, hingga berbentuk High Order Thinking Skill (HOTS), yang tidak hanya mengedepankan aspek pengetahuan, tapi juga aspek sikap dan prilaku.

Sebenarnya, Kelas Pintar dibuat bukan hanya untuk siswa dan guru saja. Tetapi menawarkan solusi belajar digital 360 derajat yang dapat diakses melalui smartphone dan komputer (berbasis website dan apps) oleh orang tua secara terintegrasi guna memantau dan mendukung perkembangan belajar siswa.

Dengan demikian, ketika ada siswa yang kemajuannya belum sesuai, guru maupun orang tua dapat lebih cepat membantu untuk mengejar kekurangannya sebelum waktu akhir semester atau waktu kenaikan kelas datang.

Tags: , , ,


COMMENTS