April 24, 2019

Berhasil Tingkatkan Pendapatan Nelayan, Aruna Menangkan Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge

Penulis: Rizki Romdoni
Berhasil Tingkatkan Pendapatan Nelayan, Aruna Menangkan Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge  

Mobitekno – Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge (“Challenge”), yang diselenggarakan oleh Alipay bersama dengan NUS Enterprise, divisi kewirausahaan di Nasional University of Singapore (“NUS”), belum lama ini mengumumkan Aruna, start-up asal Indonesia sebagai pemenang Alipay-NUS Enterprise Social Innovation Challenge. Aruna terpilih berdasarkan penggunaan teknologi digital dalam membantu nelayan di Indonesia meningkatkan mata pencaharian mereka melalui akses pasar yang lebih baik dan peluang penjualan yang lebih adil.

Sebagian besar dari 2,7 juta nelayan di Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan dan berkontribusi 25 persen terhadap tingkat kemiskinan nasional, seperti dilaporkan kantor berita Antara pada bulan ini, mengutip data Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan menghubungkan nelayan dan calon pembeli yang potensial melalui platform online Aruna, maka start-up ini dapat memangkas biaya transaksi secara dramatis, membantu para nelayan menaikkan harga jual hingga 20%, sedangkan pembeli dapat membayar hingga 15% lebih murah. Aruna telah melayani 1.701 kelompok nelayan di 16 provinsi.

“Kami sangat senang. Ini adalah pertama kalinya pekerjaan kami mendapatkan pengakuan internasional. Selanjutnya, kami akan bekerja untuk mengembangkan tim kami dan membantu lebih banyak nelayan keluar dari kemiskinan,” ujar Farid Naufal Aslam, CEO Aruna.

Aruna akan menerima hadiah total S$60.000, sementara delapan finalis lainnya dari Singapura, Malaysia dan Indonesia, masing-masing akan menerima hadiah S$10.000. Kesembilan start-up ini akan dibantu oleh NUS Enterprise, Alipay, mitra khusus International Finance Corporation (IFC) dan mitra pendukung lainnya dari Challenge tersebut, dalam rangka mengembangkan lebih lanjut ide-ide mereka.

Internet economy di Asia Tenggara bertumbuh dengan pesat pesat dan diproyeksikan mencapai gross merchandise value lebih dari US$240 miliar pada tahun 2025. Di balik transformasi digital yang cepat ini, ada potensi dan peluang yang besar dalam penggunaan teknologi untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di tengah masyarakat kita,” kata Profesor Wong Poh Kam, Senior Director, NUS Entrepreneurship Center, sebuah divisi dari NUS Enterprise.

Dirinya menambahkan, “Untuk menciptakan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat kita, maka perlu didorong lebih banyak wirausahawan teknologi mengaplikasikan kemampuan wirausaha mereka guna menyelesaikan berbagai masalah sosial dengan teknologi dan model bisnis yang inovatif. Itulah sebabnya kami berkolaborasi dengan Alipay untuk membangun suatu lingkungan yang mendukung lahirnya lebih banyak wirausahawan teknologi yang berdampak di Asia Tenggara.”

Selain hadiah uang tunai, pemenang dan semua finalis akan mendapat manfaat dari program 10×1000 Tech for Inclusion, yang didirikan oleh IFC, anggota World Bank Group dan mitra khusus Challenge itu, serta Alipay. Program pelatihan yang komprehensif ini mendukung penciptaan 10.000 pakar teknologi di pasar negara-negara berkembang, baik dari sektor publik maupun swasta selama 10 tahun ke depan.

Sejak diluncurkan pada bulan Oktober 2018, program 10×1000 telah melakukan survei pendahuluan untuk mengoptimalkan modul pelatihannya dan telah menyelenggarakan sejumlah kegiatan pelatihan dan pertukaran.

Pemenang dan seluruh finalis juga akan menerima bantuan mentoring dan inkubasi dari NUS Enterprise untuk jangka waktu tiga bulan, serta akses ke BLOCK71, suatu pembangun ekosistem dan komunitas konektor global bersama dengan berbagai co-working space di Singapura, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Suzhou dan San Francisco.

Tags: , , ,


COMMENTS