March 15, 2019

Kormo, Asisten Sesungguhnya di Dunia Pekerjaan Sektor Informal

Penulis: Rizki Romdoni
Kormo, Asisten Sesungguhnya di Dunia Pekerjaan Sektor Informal  

Mobitekno – Membludaknya jumlah usia kerja yang tak diimbangi penyerapan tenaga kerja di lapangan membuat pemerintah cukup kesulitan dalam menekan angka pengangguran. Padahal, menurut data BPS per Agustus 2018, jumlah pekerja untuk sektor informal menyentuh angka 70,5 juta jiwa, dan sektor ini bisa dikatakan paling banyak menyerap tenaga kerja.

Melihat fenomena tersebut, Kormo, sebuah platform yang membantu anak muda mencari pekerjaan di sektor informal hadir di Indonesia untuk menjawab tantangan yang tengah di hadapi bangsa ini. Kormo sebagai aplikasi, kini sudah bisa diunduh melalui Google Play Store atau App Store. Bagi mereka yang ingin dimudahkan dalam mencari pekerjaan, aplikasi ini tentu sangat amat membantu.

Kormo sendiri merupakan proyek eksperimental dari Google Area 120 yang dikembangkan untuk fokus dalam menjembatani pencari kerja dengan penyedia kerja sektor informal. Aplikasi ini bekerja menggunakan machine learning dari Google untuk memberikan rekomendasi lowongan pekerjaan yang disesuaikan dengan profil dan aktivitas pengguna dalam aplikasi.

Rishi Dean selaku Group Product Manager dari Kormo mengungkapkan bahwa penetrasi ponsel pintar di Indonesia saat ini mencapai 60% dengan 42% populasi dibawah usia 25, ditambah 70,5 juta pekerja informal. Ini artinya, job seeker yang didominasi usia muda memiliki tantangan tersendiri yang berkaitan dengan minimnya informasi dan platform pekerjaan yang cocok untuk mereka, terutama sektor informal.

“Kami hadir di Indonesia untuk membantu para job seeker sebagai penghubung dengan penyedia pekerjaan,” kata Rishi kepada awak media di Jakarta, Rabu (13/3).

Dirinya menambahkan, “Saat ini, Kormo masih dalam tahap awal pengembangan. Ke depannya, kami akan terus mengembangkan beberapa fitur untuk memaksimalkan dampak positif pada sektor tenaga kerja informal,”

Cara kerja Kormo amat sederhana, transparan dan cepat. Pencari kerja akan diberitahu dalam bentuk notifikasi saat lamaran mereka sudah dibaca, saat panggilan wawancara hingga ke pengumuman akhir. Sementara penyedia kerja akan diberitahu ketika lamaran pekerjaan yang mereka unggah ke Kormo telah dibaca dan direspon ke pencari kerja.

Saat ini, Kormo menjalin kemitraan dengan berbagai macam bisnis, mulai dari perusahaan besar hingga UKM. Karena memang baru diluncurkan, belum banyak mitra penyedia lapangan pekerjaan. Tercatat di dalam aplikasi ada sekitar 30 jenis pekerjaan yang layak dicoba pencari kerja. Adapun mitra Kormo, diantaranya ada GO-LIFE, Fiberstar, Indocareer, Performa Staf Kata Kopi, Toast Malaka, dan Sam Asin.

Terkait tren jenis pekerjaan yang paling dicari job seeker di Indonesia, Bickey Russel sebagai Founder and Lead Kormo menyatakan bahwa mereka belum bisa menganalisa datanya, karena baru meluncur sebulan yang lalu. Namun di Bangladesh, sektor retail dan eCommerce lah yang paling cepat berkembang bersama dengan perwakilan call center.

“Tujuan kami adalah menjadi asisten dalam dunia pekerjaan. Bahkan setelah pengguna menemukan pekerjaan melalui Kormo, kami ingin terus melayani mereka dengan konten dan alat yang membantu mereka dalam mengelola dan mengembangkan karir mereka,” Bickey menjelaskan usai disinggung mengenai strartegi Kormo untuk engagement penggunanya.

Dirinya juga menambahkan bahwa di masa mendatang, Kormo akan terus memperhatikan kebutuhan baik pencari kerja maupun penyedia pekerjaan untuk berkontribusi pada sektor pekerjaan informal secara lebih signifikan.

Tags: , , , ,


COMMENTS