November 1, 2017

Gara-gara Rasio Kepemilikan, Rencana Penggabungan T-Mobile dan Sprint Tampaknya Gagal Dilakukan

Penulis: Rizki Romdoni
Gara-gara Rasio Kepemilikan, Rencana Penggabungan T-Mobile dan Sprint Tampaknya Gagal Dilakukan  

MOBITEKNO – Desas-desus terbaru yang kembali tersiar tentang kabar penggabungan antara Sprint dan T-Mobile mulai bermunculan pada bulan September. Pada awal bulan ini diklaim bahwa kedua perusahaan tersebut sebenarnya berada dalam tahap akhir negosiasi, jadi pada saat ini kita mengharapkan pengumuman resmi mengenai masalah tersebut.

Namun, kabar mengenai penggabungan ini tampaknya tidak terjadi. Dilansir dari sebuah laporan eksklusif Nikkei, pemilik Sprint SoftBank diduga telah memutuskan untuk membatalkan penggabungan usaha tersebut. Keputusan ini akan disampaikan ke pemilik T-Mobile Deutsche Telekom sesegera mungkin.

Sebelumnya, Telekom dan SoftBank mencapai "kesepakatan" untuk mengintegrasikan T-Mobile dan Sprint, perusahaan telelomunikasi ketiga dan keempat terbesar di yang ada di Amerika Serikat. Dan masalah yang masih tersisa dari kesepakatan tersebut adalah menghilangkan rincian seperti rasio kepemilikan. Namun sayangnya, hal ini justru menjadi masalah kesepakatan tersebut. 

Pihak Telekom bersikeras untuk memiliki saham pengendali di entitas yang baru dibentuk dan beberapa di SoftBank. Awalnya hal ini disetujui Softbank selama perusahaan mendapat sejumlah pengaruh. Namun dewan SoftBank membahas masalah ini secara khusus pada sebuah pertemuan di hari Jumat kemarin.

Namun pada akhirnya, Softbank memutuskan bahwa perusahaan tersebut tidak akan setuju untuk melepaskan kontrol. Dan selanjutnya, SoftBank akan memutuskan untuk membatalkan perundingan. Awalnya semua berjalan baik untuk kesepakatan ini, tapi sayangnya kedua perusahaan induk dari perusahaan gabungan tersebut ingin mempertahankan kendali perusahaan baru, dan ternyata justru menjadi masalah besar. 

Jadi, keberadaan entitas kombinasi T-Mobile dan Sprint telah digagalkan. Sebelumnya, SoftBank ingin membeli T-Mobile dari Deutsche Telekom pada 2014, namun pihaknya menyerah di tengah oposisi dari pihak regulator.

Tags: , , ,


COMMENTS