March 1, 2025

Accenture Technology Vision 2025: Bisnis Makin Mandiri, AI Tingkatkan Otonomi dan Efisiensi

Penulis: Rizki R
Accenture Technology Vision 2025: Bisnis Makin Mandiri, AI Tingkatkan Otonomi dan Efisiensi 

Mobitekno – Penelitian terbaru dari Accenture (NYSE: ACN) mengungkapkan bahwa kita kini tengah memasuki babak baru di mana kecerdasan buatan (AI) berkembang pesat, menggerakkan otonomi yang lebih tinggi di setiap lini organisasi. Di balik dinamika perubahan ini tersimpan harapan dan tantangan, yang mendorong kita untuk menggali lebih dalam tentang peran kepercayaan dalam menyalurkan potensi luar biasa dari teknologi masa depan.

Jayant Bhargava, Country Managing Director Accenture Indonesia, menyampaikan pandangannya bahwa Technology Vision ke-25 memberikan gambaran tentang masa depan di mana AI terus belajar, bertindak otonom, dan berinovasi atas nama manusia.

Menurutnya, manfaat AI hanya dapat terwujud bila para pemimpin berani mengambil langkah strategis—membangun kepercayaan melalui tata kelola yang transparan, kontrol pengawasan yang ketat, dan pelatihan intensif. Dalam setiap sudut transformasi digital, sinergi antara manusia dan mesin harus diutamakan agar pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan tenaga kerja dapat terwujud secara harmonis.

Accenture Technology Vision 2025

Dalam laporan Accenture Technology Vision 2025 yang ke-25, terungkap bahwa laju penyebaran AI di berbagai sektor dan lapisan masyarakat melebihi ekspektasi teknologi sebelumnya. Revolusi digital ini tak hanya mengguncang paradigma tradisional, tetapi juga menuntut adanya transformasi mendasar dalam cara organisasi merancang, membangun, dan mengoperasikan sistem teknologi.

Tak heran, 65% eksekutif di Indonesia menganggap bahwa urgensi penciptaan ulang infrastruktur digital adalah kunci untuk mengoptimalkan manfaat AI.

Di balik canggihnya algoritma dan kemampuan teknologi, kepercayaan menjadi tolok ukur utama. Dalam konteks AI, kepercayaan tidak sekadar aspek teknis semata, melainkan sebuah fondasi yang menentukan apakah sistem digital dan model AI dapat bekerja secara akurat, konsisten, dan dapat diprediksi.

Accenture menyebutkan, sebagian besar (58%) eksekutif di Indonesia meyakini bahwa manfaat sesungguhnya dari AI hanya dapat terwujud bila dibangun atas dasar kepercayaan. Lebih jauh, 76% mendukung bahwa pendekatan berbasis kepercayaan harus berjalan seiring dengan strategi teknologi lainnya, demi menciptakan ekosistem digital yang aman dan berdaya guna.

Accenture Technology Vision 2025: Inovasi AI Dorong Transformasi di Berbagai Dimensi

Accenture Technology Vision 2025 menggambarkan potensi dampak AI generatif yang merambah ke berbagai aspek kehidupan dan bisnis. Berikut adalah beberapa dimensi utama yang mengukir masa depan teknologi:

1. Revolusi dalam Pengembangan Teknologi

IMG 20250302 143307 scaled

Perkembangan model pondasi yang mampu melewati batas bahasa alami telah membuka jalan bagi transformasi radikal dalam dunia pengembangan perangkat lunak.

– Transformasi Peran Developer: Asisten pengkodean berbasis AI generatif telah mengubah peran tradisional developer menjadi insinyur sistem, mempercepat demokratisasi kode, dan mendorong digitalisasi bisnis.

– Evolusi Arsitektur Aplikasi: Dari aplikasi statis menuju kerangka kerja berbasis niat dan sistem multi-agen, di mana setiap agen beradaptasi dan belajar untuk mengoptimalkan proses—mulai dari perencanaan perjalanan hingga pengelolaan inventaris.

– Platform Inovatif: Platform seperti GenWizard, SynOps, dan AI Refinery yang disediakan Accenture telah membuka peluang untuk melihat nilai nyata dari sistem multi-agen terspesialisasi dalam waktu singkat.

2. Pengalaman Pelanggan yang Dipersonalisasikan

Di era persaingan ketat, perusahaan berlomba menciptakan titik kontak baru dengan pelanggan melalui AI.

– Diferensiasi Brand: Meskipun terdapat kekhawatiran bahwa chatbot dan model bahasa besar (LLM) akan menghasilkan suara yang seragam, 75% eksekutif percaya bahwa pengalaman AI yang dipersonalisasikan dapat menghidupkan kembali identitas brand melalui nilai, budaya, dan nuansa khas yang melekat pada setiap perusahaan.

3. Otonomi Robot di Dunia Fisik

Robot generalis yang semakin cerdas dan adaptif mulai mendobrak batas dunia fisik.

– Kolaborasi Manusia-Robot: Inovasi bersama antara Accenture, KION Group, dan NVIDIA memperlihatkan bagaimana robot yang digerakkan AI dapat bekerja selaras dengan staf gudang—meningkatkan efisiensi, keamanan, dan menekan biaya operasional.

– Pembelajaran Berkelanjutan: Dipercaya oleh 80% eksekutif bahwa robot kolaboratif yang terus belajar dari interaksi manusia akan semakin meningkatkan kepercayaan dan sinergi di lingkungan kerja.

4. Sinergi Simbiosis antara Manusia dan AI

IMG 20250227 141229 1 scaled

Era baru AI bukanlah tentang penggantian, melainkan tentang kolaborasi yang saling menguntungkan.

– Mutualisme Teknologi: Semakin banyaknya interaksi antara manusia dan AI menciptakan siklus peningkatan keterampilan—di mana AI belajar dari penggunaan manusia, dan manusia mendapatkan nilai tambah melalui pemanfaatan alat canggih.

– Penguatan Kompetensi: Program seperti Generative AI Scholars yang diluncurkan oleh Accenture bersama Stanford Online menandai langkah strategis untuk membekali tenaga kerja dengan sahabat digital yang mampu membuka cakrawala baru dalam pengembangan keterampilan.

Tags: , , , , ,


COMMENTS