January 13, 2023

Berbobot Hanya 175 Gram, Headset VR dari Sharp Diklaim Tidak Buat Pengguna Cepat Lelah

Penulis: Iwan RS
Berbobot Hanya 175 Gram, Headset VR dari Sharp Diklaim Tidak Buat Pengguna Cepat Lelah  

Mobitekno – Sharp (Sharp Corporation) telah mengembangkan purwarupa (prototipe) head mounted display (hmd) untuk VR (Virtual Reality) yang terhubung ke smartphone. Salah satu keunggulan dari hmd ini adalah bobotnya yang relatif ringan (hanya 175 gram) dan sudah mengusung kualitas gambar high definition. Bandingkan dengan hmd VR Meta Quest 2 yang berbobot sekitar 500 gram.

Bobotnya yang ringan merupakan hasil dari penggunaan material dan komponen canggih, seperti layar VR ultra-ringan dan lensa mata ultra-tipis. Keahlian Sharp selama bertahun-tahun dalam meminiaturisasi komponen smartphone juga menjadi salah satu faktornya.

Headset VR berbobot ringan ini diklaim bisa dikenakan pengguna selama berjam-jam tanpa menyebabkan lelah dan pegal di leher. Selain itu, headset ini juga dapat dilipat agar lebih ringkas sehingga mudah dibawa kemana saja.

Dari sisi layarnya, prototipe ini mampu menghadirkan kualitas layar definisi tinggi 4K (2K per mata) dan reproduksi halus dengan refresh rate 120 Hz. Gambar realistis juga dapat menciptakan pengalaman yang memukau bagi pengguna.

Prototipe ini menggabungkan modul kamera warna RGB Sharp yang unik, dimana lensa yang digunakan merupakan lensa polimer hingga memungkinkan pemfokusan otomatis ultra cepat. Prototipe ini pun memiliki tampilan gambar kaya warna yang realistis layaknya dunia nyata.

Selain itu prototipe ini juga dilengkapi fungsi gambar pop-up yang menampilkan dunia nyata di sekitarnya di jendela terpisah di bagian ruang VR. Pemfokusan gambar dicapai dengan mengubah ketebalan lensa polimer, yang berarti pemfokusan jauh lebih cepat daripada kamera konvensional.

Bahkan saat posisi fokus berpindah, sudut pandang (jangkauan yang dapat dilihat) tetap sama, yaitu berkurangnya rasa pusing dan mual (motion sickness). Headset juga dilengkapi dua kamera B/W untuk mendukung fungsi pelacakan tangan (hand tracking) yang mengenali gerakan tangan pengguna dan mengubahnya menjadi pengoperasian di bidang yang terlihat. Fungsi ini memungkinkan pengoperasian yang intuitif tanpa memerlukan pengontrol khusus.

“Dengan pengembangan ini, Sharp akan mempercepat penciptaan pengalaman baru yang menggabungkan dunia nyata dan virtual”, ujar Robert Wu, CEO Sharp Corporation.

Prototipe yang juga telah diperkenalkan di ajang CES 2023 (5–8 Januari 2023) belum lama ini menandai semakin banyaknya produsen teknologi global terus aktif mengembangkan produk VR. Sebut saja mulai dari Meta, Valve, HTC, HP, Sony, dan lain-lain.

Tags: , , , , ,


COMMENTS