April 29, 2022

Pemerataan Digitalisasi Esensial untuk Kawasan Asia Pasifik. Ini Strategi Huawei

Penulis: Iwan RS
Pemerataan Digitalisasi Esensial untuk Kawasan Asia Pasifik. Ini Strategi Huawei  

Mobitekno – Pandemi COVID-19 membuat banyak negara di Asia Pasifik termasuk Indonesia mengakselerasi tranformasi digital di berbagai sektor. Huawei melalui solusi cloud berbasis AI di sejumlah rumah sakit akan terus mendukung proses digitalisasi di kawasan ini.

Di sela-sela Huawei Global Analyst Summit 2022 ke-19 ini, Ken Hu, Huawei Rotating Chairman, menegaskan pentingnya kawasan Asia Pasifik bagi Huawei meski ada tantangan pembangunan yang belum merata di berbagai negara dan sektor.

“Kawasan ini meliputi negara yang maju sekaligus negara yang tengah berkembang. Meskipun sama-di Asia Pasifik, baik negara maju maupun negara berkembang memiliki kebutuhan dan menghadapi tantangan yang berbeda dalam proses transformasi digital,” Ken Hu mengatakan.

Menurutnya, penting untuk membangun infrastruktur digital yang kuat. Selain negara-negara maju, ada Indonesia dan Thailand yang berkembang pesat dalam pembangunan infrastruktur digital, termasuk 5G, broadband dan data center. Huawei ingin berperan di ranah ini agar selaras dengan strategi pembangunan rendah karbon.

“Tahun ini, kami aktif menyuarakan solusi green site kami sebagai sarana untuk membantu pihak carrier dalam rangka membangun situs-situs konstruksi yang mengedepankan keberlanjutan, sekaligus memotong emisi karbon,” Ken Hu menekankan.

Ke Hu menggarisbawahi perlunya kawasan ini memanfaatkan bonus demografi dengan saling bersinergi menyiapkan talenta digital yang siap di masa depan.

“Talenta digital yang mumpuni dan menguasai TIK akan semakin penting seiring terdigitalisasinya kawasan Asia Pasifik. Dibutuhkan upaya yang terkoordinasi antara pemerintah, industri, dan seluruh masyarakat untuk mempercepat pengembangan talenta digital,” ujar Ken Hu.

Huawei berencana menambah jangkauannya kepada 500 ribu profesional di bidang TIK melalui pelatihan yang dihadirkan Huawei ASEAN Academy maupun program Seeds for the Future. Lewat Spark Program, Huweri ingin semakin memberdayakan para startup berbasis TIK di negara-negara Asia Pasifik, termasuk menginvestasikan US$ 100 juta di program tersebut.

“Ke depannya, kami akan terus menepati komitmen kami terhadap kawasan ini dan menyediakan segala dukungan yang dibutuhkan untuk merealisasikan transformasi digitalnya secara menyeluruh,” pungkas Ken Hu.

Di Indonesia, Huawei akan terus menciptakan nilai dan berkontribusi lebih banyak bagi ekosistem, terutama di ranah pengembangan talenta digital dengan terus memacu operasi yang telah berlangsung lebih dari 22 tahun di Indonesia.

Jacky Chen, CEO Huawei Indonesia mengatakan bahwa Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di ASEAN sangat berpotensi melakukan transformasi digital. Sejalan dengan komitmen I Do, Huawei ingin menciptakan nilai dalam rangka membangun Indonesia yang sepenuhnya terhubung, berorientasi 5G, lebih cerdas, digital, hijau dan indah.

Tags: , , , , ,


COMMENTS