April 19, 2022

Mitsubishi akan Produksi Mikroreaktor Nuklir di 2030. Dapat Diangkut dengan Truk ke Daerah Terpencil

Penulis: Iwan RS
Mitsubishi akan Produksi Mikroreaktor Nuklir di 2030. Dapat Diangkut dengan Truk ke Daerah Terpencil  

Mobitekno – Konglomerat industri asal Jepang Mitsubishi Heavy Industries berencana mengembangkan dan mengkomersialkan reaktor nuklir berskala kecil atau mikroreaktor sekitar satu dekade mendatang (2030-an). Reaktor nuklir yang dapat diangkut truk ini dianggap dapat menjawab kebutuhan energi non-karbon di masa mendatang.

Dengan tinggi 3 meter dan lebar 4 meter, mikroreaktor pembangkit listrik berbobot sekitar 40 ton ini dapat diangkut ke dalam truk kontainer sehingga memungkinkan pengirimannya ke daerah terpencil, terkena bencana, bahkan sumber energi dalam eksplorasi ruang angkasa. Untuk menekan risiko terhadap insiden atau kecelakaan, mikroreaktor ini juga dapat ditempatkan di bawah tanah

Mikroreaktor akan memiliki output maksimum 500 kilowatt, atau seperdua puluh dari kapasitas reaktor nuklir standar yang umumnya menghasilkan energi di atas 1 gigawatt.

Dilansir dari Nikkei, Mitsubishi berencana mengkomersialkan teknologi mikroreaktor ini paling cepat pada 2030-an. Tentunya setelah mendapat persetujuan dari Jepang dan pemerintah di negara lainnya jika digunakan di luar Jepang.

Mikroreaktor harus lebih aman daripada reaktor konvensional karena akan beroperasi di daerah berpenduduk. Inti reaktor nuklir, pendingin dan semua peralatan lainnya akan disimpan dalam wadah kapsul yang tertutup rapat.

Uranium yang diperkaya (highly enriched uranium) akan digunakan sebagai bahan bakar dan tidak akan memerlukan penggantian selama masa operasinya yang berkisar 25 tahun. Setelah bahan bakar habis dan dilakukan ‘maintenance ulang’, mikroreaktor dapat digunakan kembali.

Mitsubishi Heavy juga mengkalim reaktor ini juga menekan risiko bencana akibat kegagalan pendingin dengan mengadopsi bahan grafit solid-state yang sangat konduktif termal.

Grafit mengelilingi inti dan mentransfer panas ke sistem pembangkit listrik selama pengoperasian normal. Apabila kecelakaan terjadi, kelebihan panas dari bagian inti dihilangkan dengan pendinginan ambien alami.

Setiap mikroreaktor akan menelan biaya puluhan juta dolar, jauh lebih kecil dari US$ 6 miliar atau lebih yang biasanya dibutuhkan untuk membangun pembangkit nuklir 1,2 gigawatt.

Meskipun biaya memproduksi 1 kilowatt-jam mikroreaktor ini akan melebihi biaya reaktor konvensional, pertimbangan biaya sebagai solusi untuk menyediakan listrik ke pulau-pulau terpencil membuta mikroreaktor menajdi menarik untuk diaplikasikan.

Mikroreaktor akan memungkinkan daerah terpencil untuk mengakses sumber daya ekonomis yang tidak bergantung pada pembangkit energi berbasis karbon.

Krisis energi dan keinginan untuk mengurangi emisi karbon di berbagai negara membuat pembangkit tenaga nuklir kembali dilirik berbagai negara. Tahun ini, Uni Eropa tahun juga merencanakan untuk menggunakan tenaga nuklir dan gas alam sebagai alternatif sumber energi yang rendah emisi karbon.

Tags: , , , , ,


COMMENTS