January 17, 2022

Review Zenfone 8, Ukuran Pas di Saku dengan Performa Ngebut

Penulis: Desmal Andi
Review Zenfone 8, Ukuran Pas di Saku dengan Performa Ngebut  

Mobitekno – Lama tak terdengar akhirnya Asus menghadirkan kembali seri Zenfone untuk masyarakat Indonesia. Asus Zenfone 8 hadir sebagai generasi terbaru dari varian Zenfone dengan desain yang kompak, tidak berukuran besar, namun dibekali dengan performa yang kencang. Ya, Zenfone 8 menggunakan chipset Snapdragon 888 yang juga mendukung teknologi 5G.

Kehadiran Zenfone terakhir di Indonesia secara resmi adalah Zenfone 6 di tahun 2019 lalu. Asus memang memiiki seri Zenfone 7 yang diluncurkan secara global. Sayangnya, Zenfone 7 tidak masuk secara resmi ke Indonesia. Asus justru lebih memfokuskan ke segmen gaming melalui Asus ROG Phone.

Kini Zenfone 8 sudah meluncur secara resmi di Indonesia sejak Oktober 2021. Mobitekno pun mendapat kesempatan merasakan kemampuan yang ditawarkan Asus Zenfone 8 yang akhirnya meramaikan pasar smartphone di Indonesia. Kami mencoba berbagai fitur yang ada di dalamnya selama beberapa minggu. Yang kami coba adalah varian memori 8/128GB berwarna Obsidian Black. Asus sendiri menghadirkan smartphone ini dalam dua varian warna, yaitu Obsidian Black dan Horizon Silver.

Asus Zenfone 8

Kelengkapan

Hadir dalam kemasan yang cukup kompak karena Zenfone 8 memang hanya memiliki ukuran layar 5,9 inci. Jadi, kotak kemasannya pun tidak trlalu besar. Angka 8 terlihat menonjol di kotak kemasannya yang sudah menandakan bahwa Zenfone yang ada di dalamnya adalah seri 8. Kelengkapan yang ada di dalamnya masih sama seperti seri-seri Zenfone sebelumnya, dimana Asus tidak menyediakan earphone di dalamnya. Berikut ini isi lengkap kemasannya.

  1. Asus Zenfone 8 dengan opsi warna Obsidian Black
  2. SIM Card Ejector
  3. Hard Case kokoh dengan desain menawan berwarna hitam
  4. Kabel data yang juga berfungsi sebagai kabel charger
  5. Adaptor AC o DC dengan teknologi HyperCharge 30W
  6. Buku petunjuk singkat dan kartu garansi.
Kelengkapan paket penjualan

Desain

Kesan pertama saat melihat Asus Zenfone 8 ini adalah ukurannya yang tidak mengikuti tren smartphone saat ini, dimana Asus menyuguhkan ukuran layar 5,9 inci. Berbeda dengan smartphone lainnya yang rata-rata memiliki ukuran layar di atas 6 inci. Tentunya ada keunggulan tersendiri dari ukurannya yang tidak terlalu besar. Dimensi totalnya adalah 148 x 68,5 x 8,9 mm dengan bobot sekitar 169gram.

Bodinya ramping dan berbobot cukup ringan

Sebenarnya ukuran 5,9 inci ini menurut kami tidak membuat Asus Zenfone 8 menjadi smartphone mini. Ukuran ini masih wajar, apalagi jika dipegang oleh tangan-tangan orang Indonesia yang juga tidak memiliki telapak yang terlalu besar. Asus juga mendesainnya dengan bentuk yang nyaman dan enak untuk digenggam. Bagian sudut dibuat melengkung, termasuk pada sisi-sisi permukaanya. Ini membuat bodi smartphone tidak kaku untuk dipegang, cukup nyaman walau sebenarnya bahan bodi belakang terasa agak licin. Ini kami rasakan saat Zenfone 8 digenggam tanpa menggunakan case tambahannya. Saat dipasang case, tentu saja membuat smartphone semakin lekat di genggaman tangan. Ukurannya yang tidak terlalu besar ini membuat smartphone menjadi lebih fleksibel, karena akan muat ditempatkan di saku celana atau kemeja. Jadi, tidak terlalu mencolok perhatian banyak orang.

Untuk bagian layarnya yang berukuran 5,9 inci, Asus menggunakan jenis layar Samsung E4 AMOLED yang memiliki kemampuan 2400 x 1080 piksel FHD+. Screen to body ratio-nya adalah 90,02%. Ini membuat tampilan layar terlihat penuh ke sisi-sisi smartphone. Terlihat lebih lega. Sementara rasio layarnya sendiri adalah 20:9, mengikuti tren yang ada saat ini. Layarnya bahkan sudah mendukung refresh rate 120Hz, menjadi lebih nyaman di mata saat aktif atau membuat tampilan game menjadi lebih terlihat detail dan jernih. Permukaan layar pada Zenfone 8 ini juga memiliki sisi-sisi melengkung dan sudah diproteksi dengan Corning Gorilla Glass Victus. Membuatnya lebih aman dari goresan tidak disengaja.

Di bagian atas kiri, Asus menempatkan kamera depan yang berkemampuan 12MP dengan bentuk punch hole.

Beralih ke bagian sisi-sisinya. Di sisi kanan terdapat tombol volume dan power yang diposisikan berdampingan. Uniknya tombol power diberi warna yang berbeda, yaitu biru. Warna ini mengindikasikan bahwa tombol power tersebut bisa difungsikan tidak hanya untuk menghidupkan atau mematikan smartphone. Anda juga bisa menambah fungsi lainnya seperti mengatur pembukaan kamera dengan cara menekan dua kali pada tombol power. Di sisi sebaliknya, desain dibuat kosong alias tanpa ada tombol fungsi. Di bagian bawah baru terlihat lebih ramai. Selain memiliki port USB Type C, bagian bawah ini juga menyematkan slot SIM Card, lubang mikrofon, dan speaker. Untuk slot SIM cardnya mendukung dual micro SIM.

Kamera depan dengan model punch hole

Beralih ke bagian belakang, kaca frosted-finish antiglare terbaru di bagian kamera memberikan tampilan yang bersih dan ramping. Bagian ini juga sudah dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 3. Tampilan ini menyatu dengan bodi belakang secara keseluruhan yang menggunakan polycarbonat dengan desain permukaan DOF. Desain seperti ini membuat tampilannya tidak terganggu dengan jejak sidik jari.

Kamera belakang yang dilindungi lapisan kaca dengan Corning Gorilla Glass 3

Keseluruhan bodi ini juga sudah didesain tahan air karena Asus memiliki sertifikasi IP68 untuk Zenfone 8. Jadi, tidak usah khawatir saat menggunakan smartphone ini di musim hujan seperti saat ini.

Fitur dan Performa

Kecil-kecil cabe rawit. Inilah julikan yang pas buat Asus Zenfone 8. Hal ini karena Asus menggunakan Snapdragon 888 untuk menunjang kinerjanya. Chipset yang diproduksi dengan fabrikasi 5nm tentunya selain membawa performa yang mengagumkan, juga lebih hemat daya. Chipset ini juga membawa GPU Adreno 660. Dipadukan dengan memori 8GB tentunya membuat aliran proses kinerja sistemnya menjadi lebih lancar. Jadi, smartphone bisa bekerja maksimal, baik untuk mendukung produktivitas, maupun entertainment dan gaming.

ZenUI 8 Berbasis Android 11

Zenfone 8 adalah Zenfone paling kuat yang pernah ada. Paduan prosesor, RAM LPDDR5 8GB, membuat performanya bisa diandalkan. Bahkan penggunaan RAM jenis LPDDR5 ini membuat performa meningkat hingga 16% lebih cepat, CPU juga meningkat 25% lebih cepat dari generasi sebelumnya.

Saat digunakan untuk bermain game, tidak ada hambatan yang membuat game menjadi lag. Semua berjalan lancar. Mulai dari PUBG, Mobile Legent, Free Fire, Genshin Impact, hingga Asphalt 9, bisa dijalankan dengan lancar. Hanya saja, layarnya yang 5,9 inci ini jika digunakan untuk bermain game menjadi kurang nyaman, walau performa untuk game begitu mengagumkan.

Lancar tanpa lag saat digunakan untuk bermain PUBG Mobile

Untuk pengoperasiannya, Asus Zenfone 8 menggunakan sistem operasi Android 11 yang dibalut dalam ZenUI 8. Berpadu dengan spesifikasi hardware yang tinggi, membuat banyak aplikasi bisa dijalankan dengan mulus dengan sistem operasi ini. Kami bahkan membuat Zenfone 8 sebagai smartphone harian untuk menunjang pekrjaan redaksi. Kinerjanya bisa diacungi jempol dan tidak terlalu boros daya.

Untuk Anda yang dalam kesehariannya banyak disibukkan dengan aktivitas media sosial, bahkan hingga memiliki lebih dari satu akun, Anda juga bisa memanfaatkan fitur Twin Apps pada Zenfone 8 ini. Cukup aktifkan beberapa aplikasi yang sudah terdaftar dalam fitur ini, maka aplikasi tersebut bisa diduplikasi dan bisa berjalan secara terpisah dengan akun yang berbeda. Biasanya hal ini dilakukan jika Anda mengaktifkan dua SIM sekaligus dalam satu perangkat smartphone.

Untuk kemudahan pengoperasian dan manajemen smartphone, Asus juga memberikan akses mudah dalam fitur “One Hand Mode”. Jika fungsi ini diaktifkan, semakin mudah dalam mengoperasikan smartphone dengan satu tangan saja. Padahal desainnya yang tidakbesar juga sudah memudahkan pengguna untuk memegang dan mengoperasikan smartphone. Satu lagi yang cukup berguna dalam merawat smartphone adalah fungsi Mobile Manager. Di sini, pengguna bisa mengatur pembersihan cache, melihat kondisi batrai, hingga mengaktifkan mode hemat jika baterai sudah dalam kondisi kritis, namun sudah untuk mendapatkan akses melakukan charge ulang.

Mobile Manager dan One Hand Mode

Dari sisi kamera, sedikit yang menjadi perbedaan dengan smartphone lain adalah adanya fitur Motion Track. Jadi, Anda bisa merekam video dengan subjek yang telah dikunci. Dimana subjek tersebut bergerak, fokus kamera akan mengikutinya. Ini menjadi menarik saat smartphone digunakan untuk merekam video dengan adanya host di dalamnya. Asus juga meningkatkan mode Pro pada sisi kamera ini. Hal ini karena Zenfone 8 menggunakan sensor kamera yang berkualitas.

Kamera belakang (utama) Zenfone 8 sendiri hanya memiliki dua jenis kamera, yaitu kamera utama dengan kemampuan 64MP dengan sensor Sony IMX686 dan dapat merekam video dengan kualitas 8K. Satunya lagi adalah kamera ultrawide 12MP dengan sensor dari Sony IMX363.

Sementara kamera depannya berkemampuan 12MP dengan sensor IMX663 dan dapat merekam video hingga kualitas 4K.

Masih di fitur kamera, Asus Zenfone 8 membawa beberapa fitur baru dalam merekam video. Misalnya seperti termasuk HyperSteady, Free Zoom, dan mode video Pro untuk memberikan sentuhan profesional pada video. Dengan tiga mikrofon, Zenfone 8 merekam audio berkualitas tinggi saat memotret, dan audio juga dapat dioptimalkan dengan fungsi seperti Filter Angin, Fokus Mikrofon, dan Fokus Akustik untuk memfokuskan dan mengisolasi suara objek yang dipilih.

Beberapa mode pengambilan gambar di kamera Zenfone 8

Untuk fitur keamanan, Asus memberikannya cukup lengkap dan mengikuti teknologi terbaru. Sensor sidik jarinya sudah menggunakan teknolodi in display alias di dalam layar. Asus juga menyematkan teknologi NFC untuk smartphone ini. Dengan begiu, Zenfone 8 mendukung aktivitas masyarakat digital di kota-kota besar seperti Jakarta, dimana berbagai transaksi sudah dilakukan secara cashless.

Terakhir, Asus juga membenamkan baterai yang cukup besar, yaitu 4.000mAh.  Baterai berkapasitas besar ini didukung oleh adaptor HyperCharge 30 Watt membuat Zenfone 8 mampu bertahan lebih lama. Selain itu, ada juga dukungan beberapa mode baterai otomatis dalam Mode Sistem yang memungkinkan pengguna mengoptimalkan masa pakai baterai atau kinerja sesuai kebutuhan.

Berikut contoh foto dengan Zenfone 8:

Berikut ini hasil benchmark di Zenfone 8:

Spesifikasi

Colors Obsidian Black, Horizon Silver
Display 5.9“ FHD+ (2400 x 1080) Samsung E4 AMOLED display,

90.02% screen-to-body ratio, 20:9 ratio, 445ppi,

120Hz refresh rate, 1ms response time, 240Hz touch sampling rate,

112% DCI-P3, 151.9% sRGB, Delta E average < 1, 1,000,000:1 contrast ratio,

1100 nits peak brightness,

Corning® Gorilla® Glass Victus,

SGS Eye Care 6.5% & SGS Seamless Pro (120Hz)

CPU 2.84 GHz Qualcomm® Snapdragon 888 5G Mobile Platform with 5 nm, 64-bit Octa-Core Processor
GPU Qualcomm® Adreno 660
Memory Up to 16 GB LPDDR5 RAM
Storage Up to UFS 3.1 /256GB
Battery 4000 mAh (typical)
Wireless technology Integrated WiFi 6E (802.11a/b/g/n/ac/ax), 2×2 MIMO

Tri-band 2.4 GHz / 5 GHz / 6 GHz WiFi

Bluetooth® 5.2 (EDR + A2DP) & HFP + AVRCP + HID + PAN + OPP

Additional Bluetooth audio codec: LDAC + Qualcomm® aptX, aptX HD, aptX Adaptive + AAC

Cameras Main camera:

64 MP, SONY IMX686 flagship sensor with OIS, 1/1.7″ sensor, Quad Bayer Technology, 0.8µm/1.6µm effective pixel size, F1.8, 78.3° FOV (26.6 mm equivalent to 35 mm film camera) 2×1 OCL PDAF, Dual LED flash, 8K video recording with EIS

 

Ultrawide camera:

12 MP, SONY IMX363 flagship sensor, 1/2.55″ sensor, 113˚  FOV, (14.3 mm equivalent to 35 mm film camera), 1.4µm pixel size, F2.2, Dual PDAF, Real-time distortion correction, Supports 4cm Macro shot, Records up to 4K/60fps or FHD/60fps

 

Front camera:

12 MP, Sony IMX663 (Industry’s first launch), 1/2.93″sensor, 76.5˚  FOV, 1.22µm effective pixel size, F2.45 (27.7 mm equivalent to 35 mm film camera), Dual PDAF
Records up to 4K/30fps or FHD/60fps

Video recording 8K UHD (7680×4320) video at 24 fps + EIS for main camera

4K UHD (3840 by 2160) video at 30 / 60 fps + EIS for secondary camera

1080p FHD video recording at 30 / 60 fps with HyperSteady

720p HD video recording at 30 fps

3-axis electronic image stabilization

Motion Tracking video (4K UHD video at 60 fps)

Time Lapse (4K UHD video)

Slow Motion video (4K UHD at 120 fps / 1080p FHD at 240 fps / 720p at 480 fps)

Take still photo while recording video (do not support in 8K video recording)

Sensor In-display fingerprint sensor, acceleration sensor, e-compass sensor, proximity sensor, ambient light sensor, gyro sensor (supports ARCore)
Connectivity USB Type-C® (USB-C®)
SIM cards Dual SIM / dual standby

Dual Nano SIM (DSDV 5G LTE+LTE)

Navigation GNSS support GPS (L1/L5), Glonass (L1), Galileo (E1/E5a), QZSS (L1/L5) and NavIC (L5)
Operating system Android™ 11 with ZenUI 8
Dimensions 148 x 68.5 x 8.9 mm
Weight 169 g

Kesimpulan

Bentuknya yang kompak, tidak terlalu besar, membuat Zenfone 8 begitu nyaman untuk digunakan sehari-hari. Ukurannya yang tidak terlalu besar ini membuatnya mudah dimasukkan ke dalam saku celana maupun kemeja. Keamanan saat menggunakannya di ruang publik pun menjadi lebih aman. Bodinya walau dibuat dengan desain permukaan DOF masih tetap agak licin saat digenggam tanpa menggunakan case. Oleh sebab itu, ada baiknya selalu pasang case bawaan. Case-nya juga memiliki desain menarik sehingga bisa meningkatkan tampilan belakang Zenfone 8.

Asus Zenfone 8 cocok untuk teman aktivitas harian

Performanya juga mengagumkan. Hal ini karena penggunaan prosesor tinggi dari Snapdragon 888. Untuk varian RAM 8GB saja sudah tidak ada lag. Padahal Asus masih memiliki varian memori 12GB. Semua aplikasi berjalan lancara. Bahkan termasuk aktivitas gaming. Jadi, klaim Asus bahwa Asus Zenfone 8 menjadi Zenfone yang terkuat selama ini memang tidak mengada-ada.

Baterai yang berkapasitas besar sangat menunjang operasional smartphone sehari-hari. Apalagi didukung dengan sistem pengisian cepat dari adaptor Hyper Charge 30W. Ini membuat penggunaan smartphone menjadi lebih nyaman. Jadi cocok jika digunakan untk teman beraktivitas sehari-hari.

 

Tags: , , ,


COMMENTS