August 8, 2022

Jenfi Bantu UMKM TIngkatkan Pendapatan Pasca Pandemi

Penulis: Desmal Andi
Jenfi Bantu UMKM TIngkatkan Pendapatan Pasca Pandemi  

Mobitekno – Pandemi Covid-19 memang membuat banyak pelaku UMKM terganggu bisnisnya. Bahkan, tidak jarang yang akhirnya gulung tikar karena pelanggan semakin sedikit. Selain itu, tantangan distribusi dan ketersediaan bahan baku juga semakin sulit didapat. Oleh sebab itu, banyak pelaku UMKM yang akhirnya menggunakan platform digital dalam menjalankan usahanya. Penggunaan platform digital di UMKM ini pun akhirnya meningkat sebanyak 26 persen selama pandemi. Ada 3,1 juta transaksi perhari. Dan ini juga diikuti oleh peningkatan distribusi sebanyak 35 persen.

Adanya peningkatan ini tentunya akiba perubahan perilaku konsumen untuk berbelanja online yang didorong oleh Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Perilaku belanja online masih prospektif seiring dengan pertumbuhan pengguna smartphone dan internet di Indonesia. Tahun ini mungkin waktu yang tepat untuk meningkatkan pendapatan dan pendapatan usaha kecil Anda.

Dari perspektif makro, ada peluang dan optimisme yang sangat besar. Perekonomian Indonesia diprediksi akan lebih kuat mulai tahun ini hingga 2023. Asian Development Outlook (ADO) 2022 melaporkan bahwa tahun ini tumbuh menjadi 5,0% dan akan sedikit meningkat menjadi 5,2% tahun depan. Pertumbuhan tersebut didorong oleh aktivitas ekonomi yang kembali normal, setelah dua tahun pandemi Covid-19. Daya beli konsumen dan aktivitas manufaktur juga diperkirakan tumbuh, sejalan dengan peningkatan pendapatan, pekerjaan, dan kepercayaan. Peluang terbesar datang dari pertumbuhan e-commerce Indonesia sebesar 23,8% tahun ini yang dapat memicu UKM untuk mengembangkan usahanya dan menjadi penopang perekonomian nasional yang kuat.

Pemerintah Indonesia juga telah mengembangkan strategi untuk membangun sektor UKM yang kuat dengan menyalurkan program kredit mikro yang memungkinkan bank umum di Indonesia menyediakan modal kerja dengan tingkat bunga yang lebih rendah, dibandingkan dengan sebagian besar pinjaman mikro lainnya. Pada tahun 2021, pemerintah telah mengucurkan Rp281,86 triliun dan ditargetkan bisa mengucurkan Rp378 triliun hingga Juni 2022.

Bagaimana pemasaran digital dapat meningkatkan pendapatan mereka?

Terbukti bahwa pemasaran digital telah membuat UKM beradaptasi selama Covid-19, mendorong efektivitas biaya, dan menonjol di antara para pesaing dan meningkatkan keterlibatan konsumen. Berdasarkan data dari Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$146 miliar atau Rp2.100 triliun pada tahun 2025. Nilai yang besar tersebut seharusnya menjadi peluang nyata bagi UKM untuk memasuki dunia digital, terlebih lagi, pemerintah telah mengembangkan cetak biru ekonomi dan keuangan digital di mana 62,9 juta UKM dapat diserap ke dalam keuangan formal untuk mencapai ekonomi berkelanjutan melalui digitalisasi. Bank Indonesia juga menyiapkan perubahan dalam pembayaran digital berupa QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sebagai pintu masuk bagi UKM ke ekosistem dan keuangan digital.

Dengan masa depan yang cerah dan dukungan yang kuat kepada UKM, kini UKM membutuhkan dukungan khusus dalam optimalisasi pemasaran digital. Sebagian besar UKM di Indonesia belum mengetahui adanya dana khusus untuk mengoptimalkan awareness di media sosial dan marketplace. Layanan pembiayaan Jenfi secara khusus terbatas pada layanan pertumbuhan seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, atau layanan periklanan Google. Hal ini memastikan bahwa pendanaan hanya bisa digunakan untuk menghasilkan pendapatan dan dilacak dengan mengintegrasikan akun pendapatan bisnis pada layanan seperti Shopify, Stripe, Braintree, Lazada, Shopee, dan Tokopedia. Model bisnis ini memastikan bahwa Jenfi hanya diuntungkan ketika perusahaan menghasilkan pendapatan dari modal pertumbuhan yang diberikan.

Sebelum memberikan pendanaan, Jenfi juga memberikan penilaian risiko otomatis yang melayani perusahaan dalam ekonomi digital. Ini membantu mengurangi risiko bagi perusahaan, sementara juga dapat menilai stabilitas keuangan bisnis secara akurat dibandingkan dengan sebagian besar layanan penilaian tradisional.

Jenfi

Peran Jenfi telah membantu ratusan perusahaan digital-native di Asia Tenggara.

Alternatif pendanaan Jenfi dapat menjadi solusi bagi UKM untuk mendongkrak pendapatan seiring dengan berkembangnya sektor e-commerce di Indonesia. Menawarkan konsep pendanaan berbasis pendapatan yang fleksibel, Jenfi dapat dengan mudah diakses baik untuk UKM yang ingin mengoptimalkan pinjaman kredit dari pemerintah maupun mereka yang tidak memiliki akses pinjaman. Selain itu, ketika brand awareness UKM meningkat, maka peluang bisnis akan membuka pintu bagi lebih banyak UKM di Indonesia dan pada akhirnya akan meningkatkan daya saing mereka di pasar nasional dan dunia.

Bahkan saat ini, banyak UKM tahap awal tidak memiliki rencana pertumbuhan strategis dan ada kebutuhan mendesak untuk mengembangkan cetak biru guna membantu lebih banyak usaha kecil berkembang dengan sukses di era pasca pandemi. Di sinilah beragam solusi pembiayaan, seperti Jenfi, dapat melangkah dan membantu mengisi kesenjangan tersebut. Indonesia merupakan salah satu pasar yang berkembang pesat di Asia Tenggara dan memiliki potensi untuk memperkuat posisinya lebih jauh. Untuk itu, upaya membantu usaha kecil dan menengah bertahan di saat ekonomi bergejolak dan pada akhirnya meningkatkan skala pertumbuhan sangatlah penting.

Tags: ,


COMMENTS