September 30, 2021

Data adalah Aset, Cloudera Bantu Industri Telekomunikasi Kelola Data 5G

Penulis: Desmal Andi
Data adalah Aset, Cloudera Bantu Industri Telekomunikasi Kelola Data 5G  

Mobitekno – Kehadiran teknologi 5G di Asia Pasifik dan Indonesia, turut mengubah perilaku pelanggan telekomunikasi, baik pelanggan rumahan maupun perusahaan. Bahkan menurut laporan Kearney, sebuah perusahaan management consulting melaporkan bahwa adanya 5G diharapkan bisa menambah revenue sebesar 9% di consumer dan 22% di enterprise. Oleh sebab itu, kehadiran teknologi 5G yang tentunya akan ada banyak data mengalir di dalamnya, perlu dikelola dengan baik. Cloudera sebagai perusahaan enterprise data cloud, memanfaatkan hal ini dengan membantu perusahaan-perusahaan telekomunikasi di Indonesia melalui solusi berbasis data milinya. Dengan begitu, perusahaan telekomunikasi bisa membuat keputusan yang cerdas agar bisnisnya tetap bertumbuh secara berkelanjutan.

“Di Indonesia sendiri, pemerintah sudah mendukung penuh kehadiran teknologi 5G ini, dengan memberikan surat keterangan layak operasi untuk 5G bagi ketiga operator nasional, yaitu Telkomsel, Indosat, dan XL. Dengan hadirnya teknologi 5G, perusahaan telekomunikasi tersebut pun berupaya untuk mengelola data dari para subscribernya. Mereka juga ingin mengelola data lebih baik dari berbagai divisi yang mereka punya. Hal ini karena mereka menganggap data itu adalah aset penting,” ujar Fanly Tanto, Country manager for Indonesia, Cloudera, saat media update Cloudera di Perusahaan Telekomunikasi, Rabu, 29/9/2021.

“Dengan edge-to-AI enterprise data cloud Cloudera, kami melihat perusahaan-perusahaan telekomunikasi memanfaatkan real time insight untuk mengakselerasi pengambilan keputusan yang meningkatkan pendapatan, dan menggali keunggulan-keunggulan baru yang kompetitif,” lanjut Fanly.

Cloudera sharing session membahas solusi CLoudera di Industri Telekomunikasi di Indonesia

Adanya pandemi selama hampir dua tahun ini juga turut mengubah perilaku masyarakat dalam menggunakan perangkat selular. Masyarakat kini banyak yang mengandalkan perangkat selular guna mengerjakan banyak hal. Disinilah data akan terus mengalir di perusahaan-perusahaan telekomunikasi. Jadi, tidak heran jika perusahaan telekomunikasi ini menggunakan Cloudera untuk memahami data mereka dan juga menggunakan real time insight berkelanjutan. Dengan memanfaatkan platform manajemen data cloud-agnostic dari Cloudera, perusahaan telekomunikasi terkemuka dapat mengelola siklus data end-to-end, dan menerapkan teknologi analitik, pembelajaran mesin, dan kecerdasan buatan untuk mendapatkan insight menyeluruh dari pelanggan, sehingga dapat mengurangi churn, meningkatkan kinerja jaringan dan memacu inovasi.

“Pemerintah sendiri telah mendukung percepatan transformasi digital bagi banyak perusahaan di Indonesia. Dan pandemi merupakan momentum untuk melakukan hal tersebut. Kominfo pun sudah memiliki Indonesia Strategic Plan 2020-2024 untuk masalah transformasi digital ini,” kata Heru Sutadi , pakar IT dan pendiri Indonesian Information and Communication Technology (ICT) Institute.

“Hadirnya 5G dapat memberikan banyak keuntungan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan akses Internet berkecepatan tinggi. Namun, 5G bukanlah tujuan akhir. 5G adalah alat untuk menuju ke tujuan akhir. Teknologi 5G sangat mendukung proses transformasi digital, pengembangan ekonomi digital, hingga memperluas industry 4.0,” lanjut Heru Sutadi.

Selain membantu perusahaan telekomunikasi di Indonesia dengan solusi edge-to-AI enterprise data cloud Cloudera, belum lama in Cloudera juga mengumumkan keanggotaan mereka di TM Forum, asosiasi global yang mendorong kolaborasi dan transformasi digital di industri jaringan dan komunikasi. Sebagai bagian dari pengembangan dan kolaborasi Cloudera yang sedang berlangsung dengan berbagai organisasi di bidang telekomunikasi, partisipasi Cloudera akan fokus pada keterlibatan dan dukungan data dan inisiatif AI. Dalam perjalanannya, Cloudera akan mencurahkan keahlian di bidang infrastruktur data untuk memungkinkan terjadinya otomatisasi dan digitalisasi bagi perusahaan-perusahaan level enterprise. Upaya-upaya ini pada akhirnya akan menginformasikan dan mendorong standar industri di sejumlah area seperti IoT dan Smart Cities.

Saat ini, solusi Cloudera sudah dipakai oleh 10 perusahaan telekomunikasi top dunia. Sementara di Indonesia, Telkomsel dan XL Axiata juga telah menggunakan solusi Cloudera untuk meraih tujuan bisnis. Sekaligus mendorong pencapaian nilai di kalangan industri telekomunikasi. 

 

Tags: , , ,


COMMENTS