April 27, 2021

I Do Care: Bukti Komitmen Huawei Dukung Inklusivitas Teknologi dan Visi Indonesia 4.0 di Tanah Air

Penulis: Iwan RS
I Do Care: Bukti Komitmen Huawei Dukung Inklusivitas Teknologi dan Visi Indonesia 4.0 di Tanah Air  

Mobitekno – Melalui keempat pilar komitmennya yang bertajuk ‘Huawei I DO’, yaitu I Do Care, I Do Collaborate, I Do Create dan I Do Contribute, perusahaan penyedia solusi dan pelangkat telekomunikasi kelas dunia asal Tiongkok ini berkomitmen terus mendorong peningkatan inklusi digital di Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui berbagai program alih pengetahuan industri teknologi dan tanggungjawab sosial korporasi atau Corporate Social Responsibility (CSR) dengan harapan terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih baik di era digital.

Albert Yang, VP Management Transformation Huawei Indonesia sekaligus Dekan Huawei ASEAN (Indonesia) Academy Business Institute menjelaskan bahwa dengan tekad yang sudah tercetus sejak mereka hadir di Indonesia lebih dari 20 tahun lalu ini diharapkan bisa membantu percepatan transformasi digital di berbagai sektor, mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi, serta mendukung visi Indonesia 4.0 (kekuatan ekonomi dunia di 2045).

“Bersama pemangku kepentingan, kami menggelar program-program fundamental untuk transformasi digital, seperti pengembangan kompetensi SDM Digital Indonesia, pembangunan infrastruktur TIK, hingga implementasi teknologi Cloud dan Kecerdasan Artifisial (AI) di berbagai industri sebagai solusi menanggulangi pandemi COVID-19, yang merupakan bagian dari rangkaian kampanye Huawei I Do Collaborate, I Do Create dan I Do Contribute di Indonesia.”

Kampanye CSR ‘I Do Care’ di Indonesia dilaksanakan Huawei dalam beragam bentuk, salah satunya adalah menggelar program donasi ke 30 panti asuhan di 15 kota di Indonesia pada bulan Ramadan tahun ini.

Mohamad Rosidi, Director ICT Strategies and Business Huawei Indonesia mengatakan, “Kami mengutamakan program-program fundamental yang mampu meningkatkan akses ke layanan dan informasi, meningkatkan konektivitas antara masyarakat dan organisasi, serta meningkatkan produktivitas dan sumber daya secara efisien. Tujuannya adalah meningkatkan inklusivitas teknologi dan memberdayakan ekosistem digital Indonesia secara berkelanjutan.”

Rosidi menjelaskan bahwa dukungan TIK dari awal Huawei hadir kini dipertegas lagi dengan inisiasi jangka panjang, yakni TECH4ALL yang akan mendukung digitalisasi untuk setiap individu, rumah, hingga organisasi agar dunia cerdsa yang saling terhubung dapat terwujud.

Melalui TECH4ALL yang berfokus pada pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pembangunan daerah tertinggal, Huawei secara khsus telah membuktikan komitmennya dalam peningkatan konektivitas di Indonesia dengan kerterlibatannya secara langsung dalam pembangunan infrastruktur jaringan brodband 4G LTE di daerah-daerah 3T sebagai solusi digitalisasi bagi wilayah tersebut.

Huawei juga mendukung terciptanya ekosistem digital dan membantu para pengembang aplikasi menghadirkan solusi untuk ekosistem dan industri, serta membangun sinergi multiple helix dengan pemerintah, komunitas, dunia pendidikan, industri dan mitra-mitra lain untuk meningkatkan ketrampilan SDM di bidang digital.

Huawei Indonesia menargetkan mampu mengembangkan kapasitas 100.000 SDM Digital Indonesia dalam 5 tahun. Terkait komitmen ini, Huawei Indonesia telah menyiapkan fasilitas pelatihan dan lokakarya baru terlengkap dan tercanggih di kawasan Asia Pasifik, Huawei ASEAN Academy Engineering Institute di Jakarta.

Heru Sutadi, pengamat dari Indonesia ICT Institute, menilai program-program ‘Huawei I Do’ berkontribusi dalam menjawab kebutuhan transformasi digital di Indonesia. Menurutnya, Indonesia kini memiliki sedikitnya tiga prioritas utama, yaitu pembangunan infrastruktur TIK terutama untuk mendukung kesetaraan distribusi akses internet, pengembangan kompetensi SDM di bidang digital, dan pengembangan teknologi digital mutakhir.

“Program-program alih pengetahuan industri teknologi dari Huawei Indonesia sangat dibutuhkan dalam membantu meningkatkan daya saing bangsa ini di kancah global. Kontribusi Huawei dan mitranya pantas diapresiasi dan dijadikan tolok ukur dalam memeratakan digitalitasi serta pemberdayaan ekosistem digital Indonesia,” ujar Heru.

Dr. Ir. Mohammad Ridwan Efendi, MA.Sc. mewakili akademisi dari ITB mengatakan bahwa selain menelorkan SDM Digital yang kompeten, alih pengetahuan dan teknologi serta dukungan pembangunan infrastruktur jaringan berkualitas dari Huawei berpeluang menjadi enabler pengembangan riset dan peningkatan kualitas belajar-mengajar di perguruan tinggi di seluruh wilayah Indonesia.

“Ke depan, kami mengharapkan kolaborasi yang makin menguat terutama dalam membantu dunia pendidikan Indonesia menguasi teknologi-teknologi mutakhir Cloud, Big Data, AI, Machine Learning, IoT, Keamanan Siber yang akan menjadi landasan pembangunan dunia masa depan yang pintar dan bermanfaat bagi kami dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi,” ungkap Ridwan.

Tags: , , , , , , ,


COMMENTS