April 22, 2021

Laporan ‘The State of Enterprise Open Source 2021’ Temukan Empat Hal yang Mengejutkan

Penulis: Muhammad R
Laporan ‘The State of Enterprise Open Source 2021’ Temukan Empat Hal yang Mengejutkan  

Mobitekno – The State of Enterprise Open Source Report yang digelar Red Hat telah memasuki tahun ketiga. Tahun ini Red Hat telah mewawancarai 1.250 pemimpin IT di seluruh dunia. Mereka semua belum tentu pelanggan Red Hat dan tidak menyadari bahwa Red Hat adalah sponsor survei ini.

Hal tersebut membantu perusahaan untuk menghindari tanggapan yang bias atau dipengaruhi. Sebagian besar pertanyaan adalah pengulangan dari tahun-tahun sebelumnya, agar mendapat menjelajahi tren dari waktu ke waktu.

Inilah laporan The 2021 State of Enterprise Open Source: A Red Hat Report dengan beberapa sorotan:

  1. Transformasi digital adalah use case teratas untuk open source
  2. Enterprise open source adalah engine untuk melakukan inovasi
  3. Keamanan enterprise open source adalah benefit yang penting
  4. Partisipasi vendor dalam berbagai komunitas open source sangat penting

Transformasi Digital Semakin Penting

Mayoritas responden (54%) sekarang mengatakan bahwa transformasi digital adalah penggunaan yang penting dari enterprise open source, naik 11 poin dibandingkan dua tahun terakhir. Kategori-kategori yang terkait erat, seperti pengembangan aplikasi dan DevOps sekarang juga meraih persentase yang sama.

2021 Global Tech Outlook yang kami lakukan juga mendapati adanya fokus pada transformasi digital. Transformasi digital berada di urutan teratas prioritas pendanaan IT non-teknis bagi para responden dan sebanyak 21% di antaranya malah sedang melakukan akselerasi strategi transformasi digital mereka, kemungkinan sebagai reaksi terhadap COVID-19,” demikian Gordon Haff, Senior Principal Product Marketing Manager, Red Hat.

.

Modernisasi infrastruktur juga termasuk penggunaan enterprise open source yang paling penting di hampir seluruh kawasan di dunia, meskipun setara juga dengan transformasi digital di kawasan EMEA. Memang tak mengejutkan bahwa akar dari open source kerap berkaitan dengan modernisasi infrastruktur.

Momentum enterprise open source di kategori-kategori yang lebih terkait dengan inisiatif bisnis (sebagaimana halnya transformasi digital) tampaknya akan lebih sulit diramalkan.

Adanya akses ke inovasi-inovasi terkini adalah manfaat utama

Jika modernisasi infrastruktur masih menjadi penggunaan yang penting dari enterprise open source, manfaat yang secara historis terkait dengan total cost of ownership yang lebih rendah, saat ini sudah berada di urutan kelima. Sebaliknya, kalau dulu enterprise open source dianggap sekadar alternatif yang lebih murah dan cukup baik ketimbang proprietary software, kini justru semakin dianggap sebagai solusi yang benar-benar lebih baik.

Lebih baik dalam hal apa?

Menurut responden Red Hat adalah kualitasnya yang kini lebih tinggi, Itulah manfaat utama yang mereka lihat dari enterprise open source. Kemampuannya untuk memanfaatkan teknologi open source secara aman justru sekarang berada di urutan keempat.

“Di urutan kedua, manfaat yang mereka rasakan adalah terbukanya akses ke berbagai inovasi. Secara keseluruhan manfaat yang dirasakan oleh pemimpin TI yang kami survei menunjukkan bahwa mereka melihat enterprise open source sebagai cara untuk mendapatkan software mutakhir, yang dapat mereka gunakan di dalam bisnis mereka,” lanjut Haff.

Lebih dari sekadar kualitas dan keamanan

Keamanan dalam arti tertentu, adalah bentuk dari kualitas. Tetapi manfaat ketiga yang dikutip oleh responden ini layak dipertimbangkan secara tersendiri karena beberapa alasan. Pertama, keamanan adalah topik yang hangat. Di sisi lain, dampak keamanan dari ketersediaan source code berdasarkan analogi sistem keamanan fisik dulu selalu menjadi perdebatan (dan sekarang kadang-kadang juga masih).

Tetapi pemahaman bahwa open source code membawa risiko kini semakin berkurang. Faktanya, selain 30% responden yang menganggap bahwa keamanan yang lebih baik termasuk tiga besar manfaat yang mereka inginkan, sebanyak 87% responden justru kini melihat enterprise open source sudah “lebih aman” atau setidaknya “sama amannya” dengan proprietary software.

Red Hat juga mengeksplorasi sikap para pemimpin IT itu dengan lebih luas. Sebanyak 84% mengindikasikan bahwa enterprise open source “adalah bagian penting dalam strategi keamanan perusahaan saya.” 75% berkata bahwa mereka percaya pada enterprise open source sebab solusi itu sudah menjalani “[…] proses pemeriksaan dan pengujian komersial yang ketat untuk memastikan kualitas code-nya.”

Tempat inovasi dilahirkan

Komunitas-komunitas software open source adalah tempat sebagian besar inovasi-inovasi di industri software dilahirkan. Melihat sekilas tentang semua proyek open source di cloud-native dan machine learning memberikan gambaran yang baik tentang hal ini; dan angka-angka di survei kami mengonfirmasinya.

Penyediaan enterprise open source kepada pelanggan yang paling efektif memerlukan partisipasi aktif vendor dalam proyek-proyek open source di hulu. Begitulah cara Red Hat mengembangkan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung produk dengan sebaik-baiknya.

Itulah yang menempatkan Red Hat di posisi terbaik untuk menentukan arah proyek demi kepentingan pelanggan. Tapi apakah para pemimpin IT peduli pada semua ini? Apakah mereka melihat perbedaan antara vendor yang mengkonsumsi proyek open source secara pasif versus mereka yang secara aktif membantu memajukan proyek-proyek itu?

“Dugaan kami, ketika kami memutuskan untuk menambahkan pertanyaan baru tersebut, beberapa orang barangkali akan peduli. Ternyata kami salah. Saya kira kami tidak memberikan kredit yang cukup kepada para pemimpin TI yang mengikuti survei kami. Sebanyak 38% “lebih cenderung” memilih vendor yang berkontribusi; 45% lainnya “agak lebih mungkin” melakukannya,” tutup Haff.

Tags: , , ,


COMMENTS