June 12, 2021

Riset Kredivo: Pandemi Akselerasi Penggunaan Metode Paylater dalam Bertransaksi Digital

Penulis: Karyo
Riset Kredivo: Pandemi Akselerasi Penggunaan Metode Paylater dalam Bertransaksi Digital  

Mobitekno – Salah satu dampak positif adanya pandemi adalah semakin meningkatnya industri e-commers di Indonesia. Bahkan hal itu menjadi akselerator pertumbuhan e-commerce di Indonesia saat ini. 

Hal itu terungkap dalam pemaparan laporan hasil riset tahunan bertajuk Perilaku Konsumen e-Commerce Indonesia 2021 yang digelar Kredivo, Rabu (9/6).  

Riset yang dilakukan Kredivo dan Katadata Insight Center  tersebut menggunakan pemanfaatan data primer 10 juta sampel transaksi dari enam pemain e-commerce terbesar Indonesia pada bulan Januari-Desember 2020 yang diperkuat oleh survei online  untuk memberikan gambaran langsung mengenai industri e-commerce tanah air. 

Lebih lanjut, hasil riset menunjukan bahawa nilai pembelanjaan konsumen di e-commerce meningkat dan pembayaran dengan metode paylater makin diminati. Riset menunjukkan pada tahun 2020, rata-rata nilai transaksi e-commerce mengalami kenaikan pada hampir semua kategori produk jika dibandingkan tahun 2019. 

Pengguna metode pembayaran paylater pun meningkat selama pandemi. Dari konsumen yang menyatakan pernah menggunakan paylater, 55% pengguna baru menggunakannya di saat pandemi. Selain untuk membeli kebutuhan mendesak atau berbelanja dengan cicilan pendek, sebanyak 41% konsumen memilih fitur paylater untuk mengontrol cash flow (pengeluaran bulanan). 

VP Marketing & Communications Kredivo, Indina Andamari mengungkapkan,“Pandemi telah mengubah banyak hal dalam keseharian kita, termasuk perilaku kita saat bertransaksi digital. Riset yang dilakukan Kredivo bersama Katadata Insight Center tahun ini memperkuat kesimpulan kami bahwa adopsi e-commerce akan terus meningkat tiap tahunnya,”

“Riset pada tahun ini menunjukkan bahwa pandemi juga berdampak pada akselerasi penggunaan paylater menjadi metode pembayaran pilihan yang cepat, mudah dan aman di e-commerce,” jelas Indina. 

“Sebagai pelaku pembiayaan berbasis digital terdepan, tentunya kami optimis bahwa berbagai temuan ini dapat mendorong visi perusahaan untuk melayani 10 juta pelanggan pada 2025 melalui solusi pembiayaan yang cepat, terjangkau dan mudah diakses,” tambahnya. 

Expert Panel Katadata Insight Center (KIC), Mulya Amri menjelaskan, “Besarnya data Kredivo yang kami teliti membuat kami dapat melihat secara dekat perubahan maupun dampak yang terjadi pada industri e-commerce dari tahun 2019 ke tahun 2020 di tengah pandemi ini,“

“Melalui pendekatan bottom up yang berdasarkan data primer, riset ini hadir sebagai pelengkap dari laporan atau riset yang selama ini hanya menggunakan pendekatan makro atau analisis top-down, tanpa menganalisis perilaku konsumen e-commerce secara lebih komprehensif,” jelas Mulya dalam paparannya, Rabu (9/6). 

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Bima Laga menyambut baik hadirnya riset dari Kredivo ini.

Ia mengungkapkan, “Kita sadari pandemi membawa banyak perubahan dalam tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari. Jadi memang penting untuk bisa mempelajari tren dan perilaku konsumen online, bukan hanya bagi pelaku industri e-commerce tapi juga para penyedia layanan digital pendukung ekosistem e-commerce seperti fintech.” 

“Industri digital memang ditantang untuk terus berinovasi demi memenuhi kebutuhan konsumen. Seiring meningkatnya popularitas e-commerce maupun paylater sebagai metode pembayaran selama setahun terakhir, kami berharap riset Kredivo ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi digital negeri lebih cepat lagi,” tambah Bima. 

Riset ini menggunakan data primer pengguna Kredivo yang tersebar di 34 provinsi dan dari lima kelompok umur dan pendapatan serta ditentukan berdasarkan random sampling. Penelitian yang dilakukan pada kuartal 1 tahun 2021 tersebut juga menganalisa profil dan tipe-tipe konsumen yang berbelanja online dari berbagai aspek, termasuk gender, umur, dan lokasi, hingga menggali lebih jauh jenis-jenis produk yang dibeli oleh konsumen. 

Sedangkan perilaku pembayaran konsumen dianalisis secara khusus dengan menggunakan data yang diperoleh dari survei online yang berlangsung pada tanggal 26-30 Maret 2021 dengan 3.560 responden yang tersebar di seluruh Indonesia.  

Tags: , , ,


COMMENTS