March 3, 2021

Hadir Sebagai Aplikasi Telemedik Mandiri dan Terpadu, Good Doctor Ingin Jangkau Lebih Banyak Keluarga di Seluruh Indonesia

Penulis: Iwan RS
Hadir Sebagai Aplikasi Telemedik Mandiri dan Terpadu, Good Doctor Ingin Jangkau Lebih Banyak Keluarga di Seluruh Indonesia  

Mobitekno – Sejak 2018, Good Doctor Technology Indonesia sebagai usaha patungan antara Grab dengan layanan kesehatan berbasis digital terbesar di Tiongkok, Ping An Good Doctor difokuskan untuk menyediakan layanan kesehatan melalui Internet secara masif bagi masyarakat di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Cikal bakalnya mulai terlihat sejak layanan GrabHealth hadir di aplikasi super-app Grab.

Layanan kesehatan secara daring (online) atau telemedis (telemedicine) beberapa tahun belakangan ini dianggap menjadi solusi ampuh bagi masyarakat yang terkendala mengakses layanan kesehatan bukan hanya selama pandemi COVID-19 tetapi kendala geografis dan tenaga medis yang belum merata di Indonesia. Layanan telemedik diharapkan dapat membantu pemerataan layanan kesehatan ini di seluruh Indonesia.

Memasuki bulan Maret 2021, layanan Good Doctor yang sebelumnya bisa dinikmati pengguna di aplikasi GrabHealth kini meluncurkan aplikasi mobile tersendiri untuk memperluas jangkauan pengguna layanannya. Acara grand launch aplikasi layanan telemedik terpadu bertema #GoodDoctorGoodIndonesia dengan harapan dapat menyediakan satu dokter untuk setiap satu keluarga di Indonesia.

Dalam sambutannya, Danu Wicaksana, Managing Director Good Doctor Indonesia menyatakan bahwa layanan telemedik mereka telah bertumbuh 8-10 kali dalam setahun terakhir ini. Good Doctor juga telah bermitra dengan lebih dari 2.000 rumah sakit dan apotek serta ribuan dokter umum dan spesialis.

Danu berharap aplikasi Good Doctor ini semakin menjangkau berbagai kabupaten dan desa di Indonesia ke depan. Oleh karenanya, pihaknya tetap bekerjasama dengan mitra lainnya, termasuk lembaga atau instansi pemerintah dan pihak Grab.

Pada acara yang sama, Daeng M Faqih selaku Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyampaikan fakta masih adanya disparitas layanan kesehatan di Indonesia karena kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Layanan kesehatan berbasis teknologi dinilai bisa menjembatani masalah itu. Publik bisa berkonsultasi dan mencari informasi kredibel tanpa terhalang jarak.

Nara sumber lainnya, dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa adanya pandemi membuat penurunan angka kunjungan ke rumah sakit, karena masyarakat takut berobat ke rumah sakit dan ke puskesmas.

Menurutnya, kunjungan masyarakat ke puskesmas mengalami penurunan sebesar 83,6% pada tahun lalu. Sekitar 43% puskesmas tidak menyelenggarakan posyandu, cakupan imunisasi oleh puskesmas mencapai sekitar 56,9%.

“Kehadiran Good Doctor selama masa pandemi ini, merupakan salah satu hal yang positif dan akan direspon oleh masyarakat. Model-model telemedik seperti yang diterapkan oleh Good Doctor ini akan terus berkembang, dan akan membuat pengobatan itu menjadi lebih praktis, lebih modern, dan akan lebih terdigitalisasi secara mudah. Sehingga, akses masyarakat ke dokter juga akan lebih baik,” ungkapnya.

Tags: , , , ,


COMMENTS