November 1, 2021

Aktivitas Digital Semakin Mengasyikkan Berkat Jaringan Internet 4G Telkomsel

Penulis: Muhammad R
Aktivitas Digital Semakin Mengasyikkan Berkat Jaringan Internet 4G Telkomsel  

Mobitekno – Berada di rumah saja kini menjadi bagian dari hidup masyarakat. Selain belajar di rumah bagi anak-anak, banyak perusahaan saat ini juga menetapkan kebijakan bekerja dari rumah. Memang, tren pandemi saat ini sedang mengalami penurunan dan sudah ada perusahaan yang menerapkan 75% kerja di kantor. Akan tetapi oleh sejumlah pihak Indonesia diprediksikan akan mengalami gelombang ketiga Covid-19. Alamat WFH kembali diberlakukan.

Tentu saja, tak sedikit dari masyarakat merasa sangat bosan hingga ‘mati gaya’, karena hanya bisa berada di rumah saja tanpa keluar rumah sedikitpun. Beruntungnya, saat ini kondisi broadband internet Indonesia sudah lebih baik dengan adanya jaringan 4G meskipun masih belum merata di semua desa yang ada di Indonesia.

Saat ini ada sekitar 12.000 desa yang belum terselimuti jaringan 4G dan sebagian besar merupakan daerah 3T. Dari angka tersebut ada sekitar 3.436 desa non 3T yang belum terselimuti layanan 4G. Dari rilis resmi Kominfo, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengungkapkan, pemerintah telah menargetkan pembangunan jaringan 4G di 12.548 desa dan kelurahan Indonesia melengkapi total 83.218 desa dan kelurahan di Indonesia yang diharapkan tersedia jaringan 4G pada 2022.

Berkaitan dengan hal tersebut, Telkomsel saat ini merupakan operator yang menjadi tumpuan 4G LTE Tanah Air. Telkomsel juga fokus mendukung program 3T dari pemerintah yang terbagi menjadi dua, yakni desa 3T dan desa non-3T. Untuk desa 3T, programnya dari BAKTI di mana mereka akan membangun, sedangkan operasionalnya diserahkan ke operator (Telkomsel salah satunya). Dari 9 klaster, 8 klaster dikelola oleh Telkomsel.

“Untuk daerah non-3T, tujuan yang pertama untuk meng-cover daerah pemerintahan, pelayanan masyarakat, seperti fasilitas kesehatan dan sekolah. Hal ini tentu juga akan meng-cover populasinya,” papar Vice President RAN Engineering and Project Telkomsel, Akhmad kepada redaksi Mobitekno, baru-baru ini.

Secara teknis, peningkatan pemerataan 4G ini, kata Akhmad, sejalan dengan tambahan spektrum 2.300 MHz yang baru saja didapat oleh Telkomsel bulan Mei lalu. Telkomsel kemudian menyelesaikan re-arrange dengan Smartfren di bulan September. Kapasitas 4G ini juga akan dimaksimalkan untuk mendukung Telkomsel Orbit dan meningkatkan user experience bagi pelanggan setianya.

Untuk urusan perangkat, saat ini Telkomsel Orbit menyediakan perangkat yang beragam dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan daya beli pelanggan. Kualitas dan layanan akses internetan bagi pelanggan pun terjamin.

Layanan yang memanfaatkan 4G di Telkomsel cukup banyak, salah satunya untuk hiburan digital (digital entertaintment). Telkomsel fokus ke layanan Video On Demand (VoD) MAXstream dan Dunia Games. Fokus Telkomsel dalam mendukung ekosistem digital e-sport dibuktikan dengan 4G-nya yang dimaksimalkan untuk meng-improve (mengurangi-red) latency sehingga secara konsisten memberikan user experience terbaik di gaming. Istilah lainnya, enggak nge-lag saat nge-game.

Apa jadinya bila di tengah pertandingan turnamen eSports, mendadak koneksi internet mati? Pastinya akan kacau. Keberlangsungan pertandingan sangat tergantung pada koneksi internet yang cepat yang bisa diakomodir oleh jaringan 4G. Teknologi 4G Telkomsel ini membantu salah satu tim eSports, Dunia Games Esports divisi Call of Duty Mobile (CODM). Mereka baru-baru ini berhasil memenangkan turnamen Call of Duty Mobile Minor Series 2021: Spring Season pada Mei lalu dengan menggunakan koneksi 4G pada babak kualifikasi.

Akhmad juga menerangkan keunggulan 4G dibandingkan 3G. Pertama, itu related dengan speed yang jauh meningkat. Jika di 3G mungkin maksimal di 21 Mbps atau jika menggunakan DC HSDPA bisa mencapai 42 Mbps. Di 4G, maximum speednya jauh lebih tinggi.

Kedua, dari sisi kapasitas, 4G jauh lebih besar. Kemudian, ketiga dari sisi teknologi. Jika load tinggi, maka coverage 3G akan mengecil. Sedangkan di 4G, coverage tidak mengecil meskipun ada isu dengan kapasitas jaringannya. Dan yang terakhir, personalization dan diferensisasi. Tentunya, kualitas jaringan 4G lebih enhanced dibandingkan 3G. Jadi sebetulnya, tak ada lagi alasan bagi masyarakat untuk tidak segera bergeser ke jaringan 4G.

Dari keempat keunggulan tadi, anehnya masih ada sebagian masyarakat yang menggunakan jaringan 3G. Alasannya pun terbilang lucu, seperti misalnya konsumsi (paket data, red)  jadi lebih cepat habis, butuhnya hanya sekian Mb, dan lain sebagainya.

Telkomsel sendiri juga sudah memberi benefit, di antaranya ekstra kuota. Pelanggan yang berpindah dari 3G ke 4G akan mendapat banyak benefit. Di sini terkadang ada saja pelanggan yang tidak aware, misal setting handphone yang masih lock ke 3G.

Di sini Telkomsel bersama media mencoba mengedukasi masyarakat terkait keunggulan dan keandalan jaringan 4G. pertama, bisa dicek di toko online, handset 3G dan 4G hampir sama harganya. Kedua, harga paketan 4G hampir sama, atau malah lebih murah dibandingkan 3G. Ketiga, dengan jaringan 4G, konsumen bisa menikmati layanan-layanan yang lebih baik lagi dan tentunya bisa lebih produktif.

Coverage 4G sekarang lebih bagus dibanding 3G. Jadi ketika pelanggan berada di jaringan 4G, baterai handphone-nya sebenarnya juga lebih tahan lama. Hal lainnya, pengalaman pengguna 4G juga jauh lebih baik. Hingga saat ini, 4G Telkomsel sudah hampir 96% meng-cover wilayah berpopulasi di seluruh Indonesia.

Tags: , , , , ,


COMMENTS