November 20, 2020

Laporan Dell DT Index 2020: Pandemi Pacu Progres Transformasi Digital Perusahaan di Seluruh Dunia

Penulis: Iwan RS
Laporan Dell DT Index 2020: Pandemi Pacu Progres Transformasi Digital Perusahaan di Seluruh Dunia  

Mobitekno – Setelah dilakukan pada tahun 2016 dan 2018, Dell Technologies kembali melakukan studi Digital Transformation Index (DT Index) di tahun pandemi ini untuk mengetahui sejauh mana kemajuan yang dilakukan perusahaan di dunia dalam melakukan transformasi digital.

Studi dua tahun sekali ini menjadi spesial mengingat di tahun 2020 ini pandemi yang berkepanjangan membuat banyak perusahaan ‘dipaksa’ melakukan percepatan proses transformasi digitalnya agar bisa tetap bertahan.

Sayangnya studi yang dilakukan Dell dengan melibatkan 4.300 pemimpin bisnis di 18 negara tidak menyertakan Indonesia meskipun masih ada Singapura sebagai perwakilan negara di Asia Tenggara.

Saat Pandemi COVID-19 mulai merebak di banyak negara di awal tahun ini, banyak perusahaan spontan harus dapat mengantisipasi beralihnya sebagian besar konsumen ke layanan digital. Baik karyawan yang bekerja dari rumah, layanan bisnis yang beralih lebih fokus ke online, dan lainnya. Akiatnya, banyak perusahaan mau tidak mau dipaksa harus bertransformasi dan mendigitalisasikan berbagai layanan mereka.

Menurut hasil studi DT Index dari Dell Technologies tahun ini, banyak perusahaan mempercepat jalannya beberapa program transformasi digitalnya. Apabila sebelum terjadi pandemi umumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun, kini perusahaan/bisnis dipaksa harus dapat siap hanya dalam beberapa bulan.

DT Index mendapati bahwa 8 dari 10 organisasi telah mempercepat beberapa program transformasi digital mereka tahun ini dan 79% perusahaan merancang ulang model bisnis mereka.

Dibanding data dua studi DT Index sebelumnya (2016 dan 2018), terjadi peningkatan di kategori Pemimpin Digital (Digital Leaders) atau perusahaan/organisasi dengan tingkat kematangan digital tertinggi sebesar 6%. Adapun kategori Pengadopsi Digital (Digital Adopters) meningkat dari 23% di 2018 menjadi 39% di 2020 (naik 16%).

DT Index juga mencatat jumlah organisasi di kelompok Ketertinggalan Digital (Digital Laggard) atau perusahaan yang paling tidak siap melakukan transformasi digital. Angkanya mengalami sedikit penurunan 6% dibanding 2018 (dari 9% menjadi 3%).

Sementara penurunan tajam terlihat di kelompok terakhir, Pengikut Digital (Digital Followers), sebesar 17%. Semua organisasi tersebut naik ke kelompok Pengadopsi Digital dan Evaluator Digital, yang keduanya sama-sama menunjukkan peningkatan.

Dell meyakini transformasi digital adalah faktor yang krusial bagi perusahaan. Bukan hanya untuk mendukung ketahanan bisnis saat menghadapi berbagai disrupsi, tapi juga untuk melakukan transformasi untuk kemajuan manusia.

Michael Dell, Chairman dan CEO Dell Technologies, dalam visinya untuk dekade data mendatang hingga 2030 menyatakan bahwa saat ini kita telah diberi gambaran sekilas tentang masa depan, dan perusahaan yang mempercepat transformasi digitalnya akan lebih siap untuk sukses di era data yang terjadi di hdapan kita.

Di samping menyebut pandemi sebagai ‘katalis’ proses transformasi digital di perusahaan, laporan studi DT InIndex 2020 juga menyatakan adanya tiga tantangan utama yang dihadapi 94% perusahaan, yakni Privasi data dan keamanan siber (naik dari #5 di 2016); Keterbatasan dana dan sumber daya (#1 di 2016, #2 di 2018); dan Ketidakmampuan mengolah informasi dari data (naik signifikan dari #8 di 2016).

Pandemi juga mengubah pola investasi pada 89% perusahaan yang sebelumnya fokus pada teknologi dasar ke teknologi yang terkait infrastruktur TI agar bisnis menjadi lebih agile dalam menghadapi berbagai disrupsi.

DT Index 2020 mencatat setidaknya ada 5 bidang teknologi yang krusial bagi perusahaan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, antara lain bidang keamanan siber, perangkat pengelolaan data, infrastruktur 5G, software privasi, dan ekosistem multi-cloud.

Tags: , , , ,


COMMENTS