December 18, 2020

Studi Lazada: Kontribusi e-Commerce dalam Percepatan Ekonomi Digital Indonesia

Penulis: Iwan RS
Studi Lazada: Kontribusi e-Commerce dalam Percepatan Ekonomi Digital Indonesia  

Mobitekno – Lazada Indonesia bersama YCP Solidiance, konsultan manajemen ternama di Asia, melaporkan studi terbarunya, “Percepatan Ekonomi Digital Indonesia melalui eCommerce” melalu acara virtual bersama media belum lama ini (17/12/2020). Studi ini mengungkapkan pentingnya peran eCommerce dalam mendukung sektor bisnis, baik yang berskala besar atau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam laporan ini terungkap bahwa UMKM telah menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi meski mereka masih mengalami kendala dalam melakukan transformasi digital atau digitalisasi. Dari data diketahui jika semua perusahaan besar telah menjalankan digitalisasi, sedangkan baru 13% UMKM yang beradaptasi dan mulai melakukan digitalisasi.

Transformasi digital menjadi suatu keniscayaan bagi berbagai bisnis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai US$ 124 miliar. Sektor e-Commerce menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi digital dengan prediksi nilai sekitar US$ 83 miliar pada 2025.

Studi itu juga menemukan bahwa meski banyak perusahaan besar sudah menjalani transformasi digital, mayoritas masih menghadapi tantangan di beberapa hal, dengan utilisasi teknologi, pemberdayaan talenta digital dan logistik menjadi isu utama.

Perusahaan besar membutuhkan teknologi yang lebih mumpuni untuk bisa memberikan layanan kepada konsumen secara lebih efektif dan mampu melakukan pemetaan konsumen secara lebih mendalam.

Perusahaan besar juga masih membutuhkan sistem logistik yang andal untuk mencapai waktu dan biaya pengiriman produk secara lebih efisien. Sementara itu, UMKM di Indonesia saat ini masih didorong untuk terus bergerak ke arah transformasi digital sepenuhnya.

Lebih jelasnya, 92 persen dari UMKM telah melakukan transformasi digital serta menyetujui bahwa e-commerce membantu atasi tantangan saat ini. Selain itu, 94 persen UMKM melihat adanya peningkatan penjualan dari berpartisipasi dalam promo-promo yang diadakan e-commerce.

Peran e-commerce dalam mempercepat digitalisasi bagi perusahaan dan UMKM disampaikan oleh Monika Rudijono, CMO Lazada Indonesia. Menurutnya, sesuai visi Lazada untuk mempercepat kemajuan ekonomi di Asia Tenggara melalui commerce dan teknologi, studi ini bisa bisa membantu memahami perjalanan dan building blocks dari perusahaan besar dan UMKM dalam bertransformasi agar siap menuju ekonomi digital.

“Kami sebagai platform eCommerce dapat mendukung kebutuhan tersebut. Dengan dukungan teknologi canggih yang kami miliki, pemberdayaan data, serta solusi logistik yang holistik, Lazada siap jalankan misi dukung pemerintah Indonesia memberdayakan bisnis dan individu dalam menjalankan transformasi digital untuk bisa maju bersama dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia,” tambah Monika.

“Aktivitas belanja online langsung naik signifikan, belum lagi para pelaku usaha yang juga shifting ke digital. Dengan arah kebijakan dan pelaksanaan yang tepat, e-commerce memegang peranan penting dalam mendorong pelaku UMKM berkembang bersama e-commerce. Kami pikir, e-commerce dan pelaku UMKM merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan,” jelas Bima Laga, Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA).

Sejalan dengan itu, Mira Tayyiba, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital, Kreativitas, dan Sumber Daya Manusia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga menegaskan pentingnya transformasi digital ini bagi kemajuan Indonesia.

“Diperlukan sinergi dari berbagai pemangku kepentingan untuk mengurangi digital gap dalam masyarakat, pelaku usaha, juga instansi pemerintah. Untuk itu saya menyambut baik hasil studi dari Lazada yang dapat kita manfaatkan bersama untuk mendukung persiapan dunia usaha, baik perusahaan maupun UMKM, dalam memasuki transformasi digital,” jelasnya.

Gervasius Samosir selaku Partner & Head of YCP Solidiance Indonesia mencoba menyimpulkan hasil studi dengan menekankan pentingnya digitalisasi agar perusahaan dapat tetap bertahan di tengah krisis atau situasi persaingan ekonomi saat ini dan ke depanh.

“Salah satu cara utama mencapai inklusi digital adalah melalui keterlibatan menyeluruh dari e-commerce yang akan bertindak sebagai platform untuk memberikan dukungan berupa akses kepada permodalan, pemasaran, serta inovasi pasar. Melihat betapa besarnya potensi bagi perusahaan serta UMKM setelah melakukan digitalisasi untuk melompat ke tahapan ekonomi digital selanjutnya, tentunya juga akan membawa dampak yang positif bagi perekonomian negara,” tutup Gervasius.

Tags: , , , , ,


COMMENTS